Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Kembali Latihan


__ADS_3

"Suka nggak?” tanya Mike tiba-tiba yang muncul dari belakang Angel.


Angel menoleh ke belakang dan tersenyum lebar, “Suka banget, makasih banyak, yah!”


“Aku tahu dari Sisi dan Bayu kalau kamu membutuhkan barang ini. Selama ini, aku tidak pernah memberi sesuatu untukmu, kan? Makanya, aku ingin barang ini bisa bermanfaat untuk kamu."


“Iya, makasih banyak, Mike. Kalau begitu, aku cuci pakaian dulu, yah?”


“Semangat banget, bukannya kamu tadi kesel, yah?”


“Gak jadi deh keselnya," katanya yang langsung berlari ke arah kamar mandi hingga membuat Mike tersenyum kecil.


Angel terlihat sangat gembira sekali. Sambil menginjak-nginjak selimut yang berada di dalam ember yang begitu besar, ia masih terlihat tersenyum lebar seorang diri sampai ia tidak sadar kalau Mike datang menghampirinya dan berdiri di belakangnya.


“Bagus, masa cucian diinjek-injek gitu, sih?” serunya sambil menatap sinis ke arah Angel yang sedang mencuci.


“Eh, Mike? Hehehe, maaf habisnya berat aku nggak sanggup kalau di cuci pake tangan saja!”


“Kenapa gak pake mesin cuci aja, sih? Repot banget!”


“Mesin cucinya rusak, mesti beli yang baru.”


“Perasaan baru beli, kenapa udah rusak lagi?”


“Shincan bawel, sih. Jangan banyak komentar, deh. Kalau niatmu tidak ingin membantu, ya jangan diem di sini!”


“Siapa bilang aku tidak akan membantu?”


Mike langsung menghampiri Angel dan memasukkan kedua kakinya ke dalam ember besar berisi selimut yang sedang diinjak-injak oleh Angel. Mike yang tiba-tiba masuk seperti itu, membuat Angel hampir saja terjatuh. Dengan sigap, Mike langsung menarik tangan Angel dan memegang erat tangannya hingga membuat keduanya saling beradu pandang.


"Berat, cepetan bangun!!" perintah Mike yang membuat Angel langsung tersadar.


Setelah selesai mencuci, Mike dan Angel menjemur cucian mereka di halaman belakang rumah. Melihat Angel yang tampak kesulitan untuk menjemur selimut yang begitu berat dan lebar itu, Mike menghampiri Angel dan membantunya.


Angel bisa melihat, sebenarnya Mike memang perhatian kepadanya. Hanya saja, terkadang Mike tidak mau mengakuinya dan selalu terlihat gengsi.


Setelah semua pekerjaan mereka sudah selesai, Mike terlihat sedang bersiap-siap dan segera mengantar Angel ke tempat kerjanya.


“Hari ini aku pulang malem, yah?” tutur Mike yang baru saja mengantar Angel sampai depan kantor.


“Mau kemana memangnya?”


“Aku ada latihan.”

__ADS_1


“Oke, hati-hati di jalan, yah?”


Mike mengangguk pelan dan mobil Mike pun berlalu. Setelah kepergian Mike, Angel segera memasuki ruangan kerjanya. Selama kerjaannya belum begitu banyak, Angel mencoba membuat gambar kembali dan mendesain beberapa potongan baju di dalam buku gambarnya.


Angel yang begitu serius menggambar, membuat Bryan yang tidak sengaja melewati ruangan Angel tersenyum kecil. Melihat Bryan yang sedang memandangi Angel sejak tadi, membuat Bayu yang tidak sengaja melihat hal itu tampak terheran-heran.


“Kenapa akhir-akhir ini gue sering melihat Bryan ada di sekitar Angel, yah?” gumam Bayu sambil melipat kedua tanganya.


Sementara itu, Mike terlihat lebih giat berlatih dari pada sebelumnya. Pelatih lari Mike yang sedari tadi terus memperhatikan dan mengawasi latihan Mike, mulai mencatat hal-hal penting di buku kecilnya.


Mulai dari push-up 200x kali, sitt-up 150x, back-up 150x, angkat barbel juga berlari mengitari lapangan sebanyak 25 putaran. Pelatih sepertinya cukup puas dengan hasil latihan Mike kali ini, meski cukup berat ia tetap tersenyum sumeringah dan membiarkan Mike untuk istirahat sejenak.


“Latihan kali ini kau bersemangat sekali, Mike!”


“Benarkah? Aku kan sudah lama juga tidak berlatih. Jadi, harus semangatlah, coach!”


“Apa karena sudah mempunyai istri, makanya begitu semangat?” goda pelatih yang membuat Mike tertawa lebar.


“Coach, tidak seperti itu juga. Oh iya, soal pertandingan nanti apa ada lawan yang berat?” tanya Mike penasaran.


“Ada, namanya Viki kalau tidak salah dia dari Medan. Dia sudah mengumpulkan cukup banyak throphy selama dia menjadi pelari. Bahkan, kecepatannya saja sangat luar biasa. Kau harus sedikit waspada dan berhati-hati terhadapnya.”


“Oke, itu gampang aku pasti akan berhati-hati dan kembali berlatih dengan giat.”


Mike mengangguk dan segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Setelah selesai berlatih, Mike sudah siap kembali pulang. Namun, tiba-tiba saja Ghea datang ke tempat latihan Mike hingga membuat Mike begitu terkejut saat melihatnya.


“Ghea?” seru Mike saat melihat Ghea sedang berdiri menunggunya.


Ghea membalikkan tubuhnya dan tersenyum kecil kepada Mike.


“Hey Mike, apa kabar?”


“Ada apa? Tumben banget kamu ke sini?” tanya Mike yang terheran-heran.


“Ayo, kita makan malam bersama,” ajaknya.


"Oke."


Setelah mengajak Mike untuk makan malam bersama, Mike dan Ghea pergi ke sebuah restoran terdekat dan makan bersama di sana.


“Bagaimana kabar istrimu?” tanya Ghea membuka suara.


“Sangat baik, kenapa?”

__ADS_1


“Tidak, sebelumnya aku pernah melihat Angel dan Bryan makan siang bersama di restoran.”


“Makan siang bersama?”


Ghea mengangguk pelan hingga membuat Mike jadi berfikiran yang macam-macam.


Apa jangan-jangan, Bryan? Batin Mike.


“Mike, are you okay?” tanya Ghea yang melihat ekspresi wajah Mike tampak berbeda.


“Ghe, kamu masih suka sama Bryan setelah dia menolakmu?” tanya Mike tiba-tiba.


“Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu?”


“Nggak, aku hanya penasaran,” jawab Mike yang membuat suasana menjadi hening dan juga canggung.


“Kamu ada pertandingan lagi, Mike?” tanya Ghea membuka suara dan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka tadi.


Mike mengangguk, “Iya, aku ada pertandingan lagi. Makanya aku berlatih sangat giat dan tidak ingin mengecewakan pelatih. Oh iya, bagaimana pekerjaanmu? Aku lihat, fotomu banyak terpampang di majalah-majalah.”


“Benarkah? Iya, selama ini aku sudah bekerja begitu giat sampai aku lupa dengan kisah cintaku sendiri,” jawab Ghea yang membuat Mike kembali terdiam. “Selama kamu berbulan madu di Korea, aku merasa kesepian di sini. Bahkan, Bryan dan Ken saja sulit untuk diajak bertemu karena begitu sibuk.


"Perlahan-lahan, aku mulai kehilangan sahabat-sahabatku,” katanya sambil tersenyum kecil.


Mike terdiam, ingin rasanya memegang tangannya tapi iti sangatlah sulit. Ingin sekali menghiburnya, tapi keadaan tak memungkinkan. Semua hal yang ingin dilakukan Mike menjadi serba salah dan sangat sulit untuk dilakukan.


“Mike, apa kita . . . "


Belum sempat Ghea melanjutkan perkataannya, handphone Mike berdering. Mike pun segera mengangkat teleponnya dan setelah melihat nama di layar hanpdhonenya, ternyata itu merupakan panggilan dari Angel.


“Hallo? Iya ada apa? Oh, oke aku segera datang!”


Mike langsung menutup teleponnya dan melanjutkan menghabiskan sisa makanannya.


“Kenapa, Mike?”


“Angel tadi meminta aku untuk menjemputnya.”


“Oh, kamu hari ini sibuk banget, yah?”


“Iya seperti itulah, aku duluan ya, Ghea. Maaf aku tidak bisa mengantar kamu pulang, aku buru-buru banget. Bye!” pamit Mike kemudian pergi.


Melihat kepergian Mike, Ghea terlihat sangat kecewa sekali. Mike terlihat seperti menghindarinya dan kini Mike semakin jauh darinya. Perlahan, Ghea mulai menyadari bahwasanya ia sudah kehilangan sahabat terbaiknya itu.

__ADS_1


Maafkan aku, Ghea. Batin Mike.


__ADS_2