
Setelah Mike selesai mandi, Bayu dan Sisi sudah siap mengintograsi Mike. Mike pun sadar, hari ini ia pasti akan habis dimarahi oleh manajer dan asistennya itu. Bayu dan Sisi juga tampak melipat kedua tangannya dan menatap wajah Mike dengan sorotan mata yang sangat tajam dan juga menusuk.
“Kalian bisa kan tidak menatap wajah gue dengan sorotan mata seperti itu? Kalian tampak seperti pembunuh berdarah dingin!” Mike menatap wajah manajer dan asistennya itu dengan rasa takut dan juga keraguan.
“Mike, gue baru bilang kan sama lo! Jangan melakukan hal-hal yang aneh selama kita di sini, sekarang apa jadinya? Elo malah tidur dengan seorang perempuan asing, ini skandal besar, Mike! Mulai hari ini, gue melarang keras elo untuk minum-minum lagi!” perintah Bayu hingga membuat mata Mike membelalak.
“Apa? Ini gak adil, dong!”
“Elo gak inget apa? Elo itu punya penyakit aneh setiap kali mabuk, elo itu suka sembarangan nyium orang mau itu cewe atau pun cowo. Elo gak inget apa, waktu perjalanan kita ke Singapore tempo lalu? Elo nyium orang lain seenak jidat lo! saat lo mabuk!” cerita Bayu dengan kesal dan kembali mengenang kenangan buruk itu.
“Tapi, jangan sampai melarang gue untuk minum juga!” tutur Mike kesal.
“Ini sudah kejadian yang paling parah, elo bukan hanya mencium orang lain, Mike! Tapi, elo juga tidur dengannya! Kalau sampai berita ini tersebar sampai Indonesia, bagaimana dengan karir lo?” seru Sisi yang ikutan emosi.
“Kita harus menutup rapat soal kejadian ini dan kita harus ajak negosiasi wanita itu!” tutur Bayu pelan. “Dia tinggal di sebelah kamar kita, kan? Si, panggil wanita itu ke sini!”
Sisi mengangguk pelan dan segera menghampiri Angel dan membawanya ke kamar Mike. Untuk beberapa saat, suasana begitu hening hingga membuat Angel menjadi gugup dan tidak bisa berhenti menggerak-gerakkan kakinya.
“Elo Angel, kan?” tanya Bayu dengan ekspresi wajah dinginnya.
Angel mengangguk pelan dan menundukkan kepalanya dengan gugup.
“Untuk masalah semalam, gue pribadi dan juga Mike minta maaf sama lo. Kita pasti akan bertanggung jawab atas masalah ini. Gue harap, elo bisa ngerti, Ngel. Mike tidak sengaja melakukan itu semua karena dia terpengaruh alkohol. Mike mempunyai penyakit aneh setiap kali ia mabuk, dia pasti akan mencium orang terdekatnya mau dia perempuan atau pun laki-laki. Jadi, tolong elo bisa mengerti!”
Angel begitu terkejut begitu mendengar penjelasan dari manajer Mike itu. Dengan mata melotot tajam, Angel kembali menundukkan kepalanya dan tidak berani untuk menatap Mike yang sudah berani mengambil ciuman pertamanya itu.
“Gue harap, kita yang ada di sini bisa menjaga rahasia ini sampai kita kembali ke Indonesia. Dan, mudah-mudahan ini akan menjadi pertemuan terakhir kita. Mohon kerja samanya. Kalau elo merasa dirugikan, kita bisa mengganti rugi apa yang sudah terjadi!”
“Mmmh, kejadian ini tidak separah yang kalian fikirkan. Asalkan kita bisa saling menjaga rahasia ini dan tidak bertemu lagi itu sudah lebih dari cukup,” tutur Angel memberi tahu.
“Sepakat, terima kasih banyak Angel dan maaffkan kami karena sudah merepotkan lo.”
Bayu dan Sisi keluar dari kamar Mike sambil menunduk 90 derajat kepada Angel dan meninggalkan Mike dan Angel yang kini hanya berdua saja.
Kini, Angel dan Mike hanya bisa saling beradu pandang dengan sangat lama. Dan, sepertinya Angel masih menaruh dendam pribadi kepada Mike.
“Jadi, elo punya penyakit aneh? Penyakit lo itu benar-benar sangat aneh!” ejeknya dengan mata sinisnya.
“Berisik lo, jangan banyak ngomong!” seru Mike kesal.
“Hey, harusnya elo minta maaf atas perbuatan lo semalam? Kenapa cuma manajer dan asisten elo aja yang minta maaf? Harusnya, orang yang bersangkutan juga minta maaf, dong!”
“Dengar ya, ada 5 hal yang harus lo tahu tentang gue. Pertama, gue gak suka minta maaf faham lo? Kedua, gue gak suka ada orang yang ikut campur masalah gue. Ketiga, gue gak suka saat gue ngomong ada yang memotong pembicaraan gue. Keempat, gue gak suka ada orang yang pegang-pegang rambut gue. Dan kelima, gue benci cewe bawel kaya lo!” teriak Mike sambil menunjuk-nunjuk wajah Angel hingga membuat Angel kembali berteriak
__ADS_1
“Hey!” teriak Angel kesal.
“Semoga kita tidak bertemu lagi!” harap Mike dengan mata melotot tajam.
“Itu kata-kata yang gue mau ucapkan sama lo!” seru Angel emosi.
Angel dan Mike langsung membalikkan badan dan membuang muka. Angel langsung pergi dengan wajah yang tampak sangat kesal seraya membanting pintu kamar Mike dengan sangat keras dan juga kasar.
Hari ini adalah hari keempat dan hari terakhir Mike di Jerman karena besok ia akan kembali ke Indonesia. Mike juga tidak menyangka sama sekali, perjalanannya ke Jerman kali ini menyebabkan skandal yang cukup besar.
Dan, itu sangat membuatnya jengkel. Untuk melupakan kejadian semalam, Mike pun banyak menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yang tersisa.
Setelah selesai menyelesaikan semua pekerjaannya, Mike pergi menuju Bodensee di mana di sana ada sebuah danau yang menjadi danau terluas di Jerman. Orang-orang mengenalnya sebagai danau Constance.
Selain ukurannya yang luas, danau ini berbatasan dengan negara Swiss dan Austria. Mike pun pergi berlayar dengan menggunakan kapal Feri untuk berkeliling. Setelah puas berkeliling, Mike mampir ke Pulau Mainau, pulau yang sangat indah dipandang mata.
Selama di sana, banyak hamparan bunga yang terlihat jelas oleh kasat mata. Mike cukup terhibur dengan bunga-bunga yang sangat indah itu. Karena saking asyiknya memotret hamparan bunga tersebut, ia berjalan mundur dan tak sengaja menabrak seseorang dari belakang.
Saat Mike membalikkan badannya, ternyata orang yang sudah ditabraknya adalah . .
“Elo lagi!” teriak Mike dan Angel saling menunjuk.
“Kenapa kita harus ketemu lagi sih, di tempat seindah ini lagi!” umpat Angel kesal.
“Aishh, ini sangat menyebalkan!”
“Elo yang menyebalkan!” timpal Mike tak mau kalah.
“Hey, mau lo itu apa, sih?”
“Mau gue, elo pergi jauh-jauh dari sini!”
Saking kesalnya, Angel sampai melompat ke arah Mike dan menendang kening Mike dengan menggunakan kepalanya.
“Awww, hey!” teriak Mike emosi seraya memegangi keningnya.
“Apa? Mau bales gue? Silahkan, gue gak takut!” tantang Angel.
“Dasar cewe kasar, elo fikir gue takut dengan cewe macem kaya lo!” teriak Mike sambil menunjuk wajah Angel dengan telunjuknya.
Dengan ganasnya, Angel menggigit telunjuk Mike hingga membuat Mike kesakitan sampai ia menjambak rambut Angel yang ikal.
“Hey, lepasin rambut gue!”
__ADS_1
“Lepasin telunjuk gue dulu!”
Angel kembali menjambak rambut Mike, Mike pun tak mau kalah begitu saja. Ia kembali menarik rambut Angel hingga mereka berdua terjatuh.
“Hey!” teriak Mike dan Angel dengan mata saling melotot tajam.
“Dasar cewe kribo, hidung pesek, badan kurus kering kaya ranting pohon!” caci Mike.
“Dari pada lo, cowo psikopat, alis tebel kaya shincan!” tawa Angel puas.
“Elo?”
Angel menjulurkan lidahnya kemudian pergi berlari, Mike yang kesal pun berlari mengejar Angel. Mereka saling mengejar satu sama lainnya sambil mengitari Pulau Mainau yang cukup luas itu.
“Heh, Shincan gue capek! Cukup!” seru Angel sambil memegang kedua lututnya dengan nafas yang terengah-engah.
“Dasar kribo, yang mulai bikin masalah duluan siapa? Kan, elo yang mulai duluan?”
“Oke, kita damai aja. Ini kan, hari terakhir gue di Jerman. Gue gak mau hari terakhir gue di Jerman rusak gara-gara lo. Jadi, kita nikmati hari ini saja, oke?” saran Angel.
“Oke, karena ini juga merupakan perjalanan terakhir gue di Jerman. Gue kali ini setuju sama lo,” ucap Mike yang menyetujui saran Angel.
Karena sudah sama-sama sepakat, Angel dan Mike berdamai. Mereka pun mengelilingi Pulau Mainau sambil memakan ice cream dan bersepeda bersama untuk melupakan sejenak permasalahan mereka.
“Hey, kribo!” teriak Mike.
“Apa?” sahut Angel galak.
“Nih, biar rambut lo gak makin kribo!” tawa Mike sambil memberikan ikat rambut kepada Angel.
“Dasar cowo psikopat! Shincan, rese lo!” teriak Angel dengan suara cemprengnya dan mengejar sepeda Mike.
Mike yang dikejar hanya bisa tertawa dengan puasnya. Begitulah hari terakhir mereka di Jerman, menghabiskan seharian ini bersama dengan bumbu-bumbu pertengkaran kecil mereka yang selalu menghiasi.
Bodensee
Pulau Mainau
__ADS_1