Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Wedding day


__ADS_3

Setelah kepergian Mike, Ghea hanya menatap lirih punggung Mike yang terlihat lebar itu. Cinta yang tak terbalaskan pun akan berhenti sampai di sini.


Setelah bertemu dengan Mike, tidak sengaja Ghea bertemu dengan Bryan yang kebetulan sedang berada di kantor Ken. Untuk sesaat Ghea dan Bryan saling beradu pandang dengan sangat lama, namun lambat laun Ghea pergi dan Bryan pun mengikutinya dari belakang.


“Masih marah?” tanya Bryan membuka suara.


“Tumben kamu ke kantor, Ken? Ada apa?” tanya Ghea mengalihkan pembicaraan.


“Aku ada urusan dengan Ken, kamu sendiri ngapain ada di sini?”


“Aku juga ada urusan dengan, Ken.”


Ghea dan Bryan kembali saling terdiam dan suasana mulai sunyi kembali.


“Maafkan aku, Ghe. Lebih baik kamu lupakan aku. Berhentilah untuk mencintaiku, ada orang lain yang lebih baik dari pada aku,” tutur Bryan pelan.


“Mike kah orang yang kamu maksud?”


Bryan menatap wajah Ghea untuk sesaat,


“Kamu sudah tahu?”


“Mike sendiri yang bilang kalau dia mencintaiku.”


“Lalu, apa jawabanmu?”


“Sama seperti sebelumnya, aku tidak bisa karena aku mencintai pria lain yang sama sekali tidak mencintaiku,” sindir Ghea hingga membuat Bryan terdiam dan menundukkan kepalanya. “Tapi, tiba-tiba saja setelah pengakuan Mike, aku mendapat kabar Mike akan menikah dengan orang lain."


“Ghea, aku . . . "


“Sudahlah, Bryan!” potong Ghea. “Kalau saling mencintai saja tidak bisa, untuk apa kita berteman?” katanya sinis kemudian pergi meninggakan Bryan seorang diri.


Ghea tampaknya masih belum bisa memaafkan Bryan dan Bryan sendiri masih tidak bisa membalas perasaannya atau melakukan apa pun untuk Ghea. Karena sejak dulu, Bryan hanya menganggap Ghea sebagai sahabat terbaiknya.


Sementara itu, sepulangnya Mike, ia dan Angel terlihat tampak terburu-buru sekali. Angel dan Mike terlihat tampak sedang membereskan pakaian mereka. Setelah semua sudah siap dan sudah tidak ada lagi yang harus di selesaikan, Bayu dan Sisi yang baru saja datang langsung meminta Mike dan Angel masuk ke dalam mobil.


Mike dan Angel pun menurut, mereka segera menuju bandara karena mereka harus segera menuju pulau Bali. Pernikahan Angel dan Mike akan diselenggarakan di sana, maka dari itu Mike dan Angel harus segera menuju bandara untuk berangkat.


Sesampainya di bandara, Angel dan Mike sudah disambut oleh keluarga Mike yang sudah menunggu sejak tadi.


Setelah semuanya berkumpul, Angel dan Mike langsung menuju pesawat mereka dan langsung lepas landas menuju Bali. Selama di dalam pesawat, Mike dan Angel tidak sama sekali saling berbicara. Yang mereka lakukan hanya berdiam diri dan pergi tidur.

__ADS_1


Sesampainya di Bali, Angel dan Mike banyak melakukan sesi foto untuk pre wedding mereka. Angel dan Mike juga menghabiskan waktu mereka di pantai untuk bermain-main dengan Mia. Mereka di sana bermain-main dengan ombak, berlari-lari kecil, membuat istana pasir dan membuat gelembung sabun bersama dengan Mia.


“Lihat Mia, anak kita terlihat tampak bahagia sekali yah, Pah?” ucap ibunya Mike saat melihat Mia sedang bermain gelembung sabun dengan Angel juga Mike.


“Iya, Angel anak yang baik. Walau besok adalah hari pernikahannya, ia tetap menemani Mia bermain,” jawab sang suami.


“Mike tidak salah pilih istri bukan? Walau kita sebelumnya tidak tahu tentang Angel, tapi setelah mengenalnya dia gadis yang baik,” tutur nenek yang melihat Angel sedang mendorong kursi roda Mia dan mengajaknya bermain.


“Untungnya Angel bisa menerima Mike yang keras kepala seperti itu. Angel sepertinya harus banyak-banyak bersabar untuk menghadapi Mike,” ucap kakek yang diberi anggukan kedua orang tua Mike dan istrinya.


“Mike, Angel, Mia!” teriak Mario memanggil mereka bertiga.


“Kenapa, Kak?” tanya Angel yang melihat Mario berjalan mendekat ke arahnya.


“Ayo bermain kembang api!” seru Nita; istri Mario.


Angel dan Mia mengangguk, mereka mulai menyalakan kembang apinya. Mia dan Angel terlihat begitu bahagia saat kembang api itu menyala dengan begitu indahnya. Mereka juga banyak melakukan selfie bersama. Bahkan, Mike juga menggendong Mia di atas punggungnya dan mengajaknya berlari di tepi pantai.


Hari ini akan menjadi hari yang paling bahagia untuk Angel karena ia sekarang mempunyai keluarga baru yang sangat baik dan begitu perhatian padanya.


Pernikahan pun tinggal beberapa jam lagi, suara lonceng pernikahan sudah mulai terdengar. Hari paling di tunggu akhirnya datang juga. Dengan nuansa serba putih, suasana yang romantis, Bayu dan Sisi tampak sibuk mengurus acara pernikahan Angel dan juga Mike.


Ayah Mike terlihat sudah siap menggandeng tangan Angel untuk menemaninya sampai altar. Angel pun kemudian melingkarkan pergelangan tangannya di lengan ayah Mike yang besar dengan gugup.


“Kamu sangat cantik hari ini, Nak," puji ayah Mike sambil menatap wajah Angel dan tersenyum lembut kepada menantunya.


“Terimakasih, Pah."


Nuansa pernikahan Angel dan Mike begitu indah, mereka memilih kota Bali sebagai tempat pernikahan mereka. Di pinggiran pantai, di kelilingi oleh lilin-lilin kecil dan juga red carpet yang ditaburi bunga mawar merah dan juga putih.


Setelah sampai di gerbang pernikahan, Mike melihat ke arah Angel dan siap-siap untuk menggandeng tangannya.


Mata Mike terperangah, ia seperti melihat bidadari yang jatuh dari khayangan. Angel benar-benar seperti malaikat tanpa sayap, ia terlihat sangat cantik sekali.


Ayah Mike memberikan tangan Angel kepada anaknya. Mike pun tersenyum kemudian meraih tangan Angel dan menggandengnya. Mereka berjalan perlahan-lahan menuju altar dengan pernikahan yang tampak sakral itu.


Semua orang memandang ke arah Mike dan Angel, mereka memang terlihat seperti pasangan yang serasi.


“Kamu cantik hari ini,” bisik Mike hingga membuat Angel menatap wajah Mike dan kemudian tersenyum.


"Kamu?" ulang Angel bingung.

__ADS_1


"Setelah menikah, gaya obrolan kita dan cara panggilan kita harus sedikit di ubah."


"Buat apa?" tanya Angel kembali.


"Biar keren sedikit," tawanya hingga membuat Angel juga ikut tertawa bersamanya.


Semua rangkaian proses pernikahan sudah terlaksana, dari saling mengucapkan janji suci hingga tukar cincin. Saat prosesi tukar cincin, Angel begitu terkejut karena itu merupakan cincin meteor yang pernah ia lihat di Jerman.


Cincin pasangan itu ternyata dibeli Mike dan ia jadikan sebagai hadiah pernikahannya. Angel sama sekali tidak menyangka, pertemuannya dengan Mike dan terjadi skandal di Jerman membuahkan pertemuan mereka selanjutnya di Indonesia bahkan sampai di pintu pernikahan.


“Kenapa kamu bisa membeli cincin ini? Ini cincin yang ingin aku beli saat aku berada di jerman,” ucap Angel saat mereka berdua tengah bersalam-salaman dengan teman-temannya dan beberapa kerabat yang ingin memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.


“Aku juga sangat menyukai cincin ini, awalnya aku tidak ingin membeli cincin ini. Tapi, aku kembali lagi dan membeli cincinnya,” jawab Mike setengah berbisik.


“Kenapa?” tanya Angel penasaran.


“Entahlah, sepertinya sudah menjadi takdirku untuk membeli cincin ini. Aku seperti mendapat panggilan saja."


“Kenapa kamu jadikan cincin ini sebagai cincin pernikahan kita? Cincin ini kan cincin pasangan, sementara kita sendiri kan bukan pasangan.”


Mike terdiam kemudian tersenyum, “Karena sejak awal aku membeli cincin ini, aku sudah bertekad untuk menjadikan cincin ini sebagai cincin pernikahan. Siapa pun yang menikah denganku kelak, aku akan memakaikan cincin ini di jari tengahnya.”


“Walau hanya pernikahan kontrak?” tanya Angel kembali.


“Iya, walau hanya pernikahan kontrak, tapi tetap saja kan menikah?”


Angel terdiam dan merenungkan apa yang sudah dikatakan Mike kepadanya. Kembali ke pernikahan, semua keluarga, sahabat-sahabat terdekat, orang-orang yang mengenal Mike dan Angel datang untuk memberi selamat.


Ghea sempat memberikan selamat kepada Mike dan Angel, wajahnya tampak datar hingga membuat Mike hanya tersenyum kecil dan membuat Angel terheran-heran.


“Itu bukannya cewe yang kamu suka, yah? Kenapa kamu tidak menikah saja dengannya?” bisik Angel setelah Ghea pergi.


“Jangan memancing keributan deh, aku males ribut sama kamu,” jawab Mike yang membuat Angel terdiam dan menganggukkan kepalanya pelan.


Bryan dan Ghea sepertinya masih terlibat dalam perang dingin, Ken juga kebingungan sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka? Karena bingung dan tidak tahu harus bagaimana, Ken lebih memilih untuk pergi. Namun, saat pergi Ken hampir saja menabrak seorang gadis yang duduk di kursi roda.


“Eh, sorry!” ucap Ken spontan yang langsung menarik kursi roda yang hampir saja terdorong olehnya.


“Tidak apa-apa. Terimakasih sudah menolongku,” katanya kemudian pergi.


Ken menatap ke arah perempuan yang duduk di atas kursi roda itu dengan lama, sampai akhirnya ia disadarkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya. Pesta pernikahan Mike dan Angel pun berakhir dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2