Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Obsesi


__ADS_3

Mike, apa ini sungguhan?” Mata Angel membelalak tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya.


“Iya, ini semua untuk kamu.” Mike menatap wajah Angel cerah dan memperlihatkan apa yang sudah ia berikan kepada istrinya itu.


“Dari mana kamu tahu aku suka bunga tulip?” tanya Angel kembali bingung.


“Nina yang mengatakannya kepadaku," jawab Mike pelan dan merasa cukup puas dengan hasil kerjanya.


Mike berjalan menghampiri Angel dengan langkah perlahan. Ia memegang kedua bahu Angel dan menatapnya lembut. Sambil tersenyum cerah, Mike mencium kening istrinya hingga membuat semua orang yang melihat ke arah mereka ikut merasakan kebahagian mereka berdua.


Beberapa dari mereka juga ada yang berteriak histeris dan merasa iri dengan semua kejutan yang diberikan Mike untuk istrinya.


Mike tersenyum kembali. Ia juga memberikan satu buah balon berwarna putih berbentuk heart kepada Angel, Nina, Ken, semua keluarganya, Bryan, Ghea, Sisi, Bayu dan juga pelatihnya.


Mike meminta mereka semua untuk menuliskan impian dan harapan mereka di dalam sebuah kertas. Setelah itu, kertas tersebut harus mereka ikatkan ke dalam balon yang sudah Mike berikan.


Setelah menuliskan impian mereka masing-masing, dengan aba-aba yang diberikan Mike, balon itu harus mereka terbangkan bersama-sama. Dan, balon-balon itu pun terbang ke atas secara bersamaan.


“Makasih banyak, Mike.” Angel kembali menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.


“Sama-sama,” jawab Mike sambil tersenyum lembut.


Semenjak kejutan yang diberikan Mike kepadanya, Angel selalu tersenyum-senyum sendiri jika mengingat kembali itu semua. Semua tampak sangat bahagia dengan apa yang telah terjadi beberapa hari ini.


Sampai kapankah kebahagiaan ini akan bertahan? Apakah Angel akan masih bisa merasakan kebahagiaan ini semua?


6 bulan berlalu begitu cepat. Hubungan Mike dengan Angel terlihat semakin membaik dan mesra meski terkadang masih sering bertengkar karena hal-hal kecil. Keseharian yang selalu Mike dan Angel lakukan adalah menghabiskan waktu mereka seharian di rumah jika tak ada pekerjaan. Mulai dari olahraga pagi bersama, membersihkan rumah, memasak bersama hingga membuat dapur menjadi berantakan karena terjadi perang terigu antara Mike dan juga Angel.


“Wah, sepertinya enak?” seru Mike saat melihat hasil masakannya dengan Angel.


“Ayo, kita makan!”


Mike mengangguk dan mereka berdua pun makan bersama dengan saling menyuapi satu sama lainnya. Selesai menghabiskan makanan mereka, Mike membantu Angel mencuci piring dengan sesekali gurauan konyol Mike yang nyeleneh kepada istrinya itu.


Setelah itu, Mike dan Angel sama-sama menggosok gigi mereka sambil menghadap ke arah kaca yang cukup besar di dalam kamar mandi mereka dengan sesekali saling bercanda dan mengganggu satu sama lainnya.


“Kribo!” panggil Mike yang tengah menyiram tanaman.

__ADS_1


“Apa?” sahut Angel yang sedang sibuk bercocok tanam dengan bibit tanaman yang baru saja ia beli kemarin.


“Pernah rasanya di mandiin orang nggak?”


“Apa ini maksudnya?” selidik Angel dengan tatapan seorang detectiv.


Dengan jahilnya, tiba-tiba saja Mike menyiram Angel dengan menggunakan selang air yang ia pegang hingga membuat Angel harus berlari menjauhinya.


“Mike!” teriak Angel berlari menjauh dari hadapan Mike.


“Ini baru rasanya di mandiin. Enak nggak?”


“Awas ya, aku bales kamu!”


Angel langsung berlari menghampiri Mike untuk membalas menyiramnya dengan menggunakan selang air miliknya. Perang air pun tak bisa dihindari lagi. Mike berusaha untuk mengambil selang air milik Angel, namun Angel malah memukul kening Mike dengan menggunakan kepalanya.


“Kribo! Awas, yah!”


Angel menjulurkan lidahnya kemudian pergi berlari. Mike pun berlari mengejar Angel dan membalas perbuatannya dengan menggendong istrinya itu dan menyiramnya bagaikan sebuah tanaman.


Karena pakaian mereka sudah basah kuyup, Mike pun memberikan handuk kepada Angel dan menaruhnya di atas kepalanya. Dengan lembut, Mike membantu Angel mengeringkan rambutnya yang ikal dengan sangat telaten.


“Yap, i’m okay, Mike.”


Sementara itu . . .


“Ghea!” panggil Ken yang tiba-tiba saja datang ke tempat pemotretannya.


“Ken? Ada apa?” tanya Ghea yang baru saja selesai menyelesaikan pemotretannya kemudian berjalan menghampiri Ken.


"Aku mohon padamu, jangan ganggu hubungan Angel dan juga Mike lagi,” tuturnya tiba-tiba.


“Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan hal itu?” selidik Ghea terkesan sinis.


“Angel dan Mike sudah menikah, Ghe. Kamu jangan menjadi perusak hubungan mereka. Biarkan mereka hidup bahagia.”


“Tapi, Mike tidak pernah merasa terganggu!”

__ADS_1


“Karena Mike pernah mencintaimu. Kamu pernah menjadi bagian dari hidup Mike. Aku mohon, jangan terlalu sering mengganggu mereka. Hidup mereka sudah bahagia," pinta Ken kembali.


“Mike masih mencintaiku dan aku juga mencintainya, Ken. Apa salahnya kalau kami bersama?Aku tidak peduli dengan pernikahan mereka, yang penting aku bahagia bisa bersama dengan Mike!"


“Ghea, sekarang aku tanya satu hal padamu. Apa benar kamu mencintai Mike? Bukan karena pelarian cintamu yang pernah di tolak oleh Bryan, kan?” sindir Ken hingga membuat Ghea terkejut mendengarnya.


"Kamu tidak usah menuduhku sekejam itu, Ken!” teriak Ghea kesal.


“Ghe, aku hanya ingin kamu kembali seperti dulu. Ghea yang baik hati, berhati lembut dan periang. Sekarang, kamu sudah banyak berubah. Aku mohon, jangan berubah menjadi Ghea yang tidak aku kenal,” katanya sambil menatap wajah Ghea dengan seksama.


“Aku tidak pernah berubah, hanya keadaan yang membuatku seperti ini, Ken!”


“Kamu bukan Ghea yang aku kenal! Ghea yang aku kenal selalu tersenyum ramah kepada semua orang. Dia selalu membuat semua orang yang berada di sekelilingnya bahagia. Dengarkan aku, semua orang pasti akan menemukan kebahagiaannya sendiri. Kalau kamu memang menyayangi Mike dan dirimu sendiri, lupakan Mike dan lepaskanlah Mike.


“Kembalilah menjadi Ghea yang dulu, jangan pernah terobsesi dengan hal-hal yang bodoh.”


Setelah menyelesaikan kalimatnya, Ken segera meninggalkan Ghea hingga membuat Ghea hanya terdiam dan tidak membalas semua ucapan Ken terhadapnya.


“Aku masih menunggu dirimu yang dulu. Kalau kamu butuh bahu seseorang untuk menangis seperti tempo lalu, aku siap untuk menjadi bahu itu,” katanya yang tiba-tiba menghentikan langkahnya kemudian pergi kembali hingga membuat Ghea terdiam sejenak dan menundukkan kepalanya.


Semenjak pembicaraannya dengan Ken, Ghea memutuskan untuk pergi ke club malam dan pergi minum-minum seorang diri. Fikirannya tampak terlihat kacau sekali, bahkan ia sampai meneteskan air matanya dan mengenang persahabatannya kembali dengan ketiga sahabatnya.


Saat Ghea hendak meminum gelas ke 10 nya, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang untuk mengambil gelas minuman milik Ghea dan meminumnya.


“Bryan? Kenapa kamu ada di sini?” tanya Ghea saat melihat Bryan yang langsung duduk begitu saja di sampingnya.


“Ternyata, dengan minum perasaan kita yang kacau bisa sedikit menghilang, yah?”


“Maksud kamu?” tanya Ghea tak mengerti.


“Aku baru sadar, ternyata rasanya sakit hati itu seperti ini rasanya. Aku benci dengan keadaanku saat ini."


“Maksudmu?” tanya Ghea yang masih tidak mengerti.


“Seperti yang kamu tahu, aku mencintai Angel. Angel, istri sahabatku sendiri,” jawabnya hingga membuat Ghea terkejut mendengarnya. “Aku dengar, kamu mulai mencintai Mike, kan? Apa kamu mau bekerja sama denganku?” Bryan menatap Ghea penuh harap.


“Apa maksudmu, Ian? Kamu jangan konyol!"

__ADS_1


“Bekerja samalah denganku. Kamu dapatkan Mike dan aku akan mendapatkan Angel,” tutur Bryan hingga membuat Ghea menatap wajah pria yang pernah ia sukai itu dengan hati berdebar-debar.


__ADS_2