Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Kepergian yang menyedihkan


__ADS_3

Kedua orang tua Mike mengangguk pelan dan mengizinkannya Mike untuk masuk. Mike pun kemudian masuk ke dalam dengan langkah seperti orang mati. Melihat adiknya terbaring lemah tidak berdaya, Mike hanya bisa meneteskan air matanya kembali.


Saat Mike masuk, akhirnya Angel sampai juga di rumah sakit. Dengan nafas yang terpotong-potong, Angel menghampiri keluarganya.


“Bagaimana keadaan Mia?” tanya Angel cemas.


Nita dan Mario menggeleng pelan, kakek dan nenek pun ikut menggelengkan kepala mereka. Angel semakin khawatir dan ketakutan, ia melihat ada Mike di dalam ruangan sedang bersama dengan Mia. Mike tampak sangat sedih, ia menggenggam tangan mungil adiknya dengan lembut dan mencium telapak tangannya dengan penuh kasih sayang.


“Kakak ikhlas Mia, kakak ikhlas jika memang kamu ingin pergi. Kakak mengizinkan kamu pergi, kakak . . . kakak merelakan kamu pergi sekarang,” tangis Mike yang mulai pecah.


Dengan posisi tertidur, Mia tersenyum kecil dan meneteskan air matanya. Dengan tubuh yang lemah, Mia berusaha untuk menghitung mundur dengan menggunakan isyarat tangannya.


3 . . . 2 . . . 1 . . . Mia melambaikan tangannya dan menutup matanya dengan perlahan.


Tangis Mike pun semakin pecah, semua keluarga Mike termasuk Angel menangis histeris. Adik kecil yang paling sangat Mike sayangi sudah pergi dengan tenang untuk selama-lamanya. Nenek dan kakek pun tampak menangis tersedu-sedu, begitu pun kedua orang tua Mike yang harus rela kehilangan anak bungsunya itu.


Mario duduk di lantai rumah sakit seperti orang mati. Melihat suaminya yang seperti itu, Nita mencoba menghiburnya dan memeluknya begitu erat. Semua menangis sedih begitupun dengan Angel. Walau pertemuan mereka singkat, tapi Angel sangat menyayangi adik iparnya itu.


Selamat tinggal Mia, sampai jumpa lagi. Batin Angel sambil menangis.


Mike keluar dari ruangan dengan langkah tergontai, ia pergi meninggalkan semua orang dengan ekpresi wajah yang nyaris tak ada kehidupan. Mike menjatuhkan dirinya di balik tembok, Angel yang melihat Mike seperti orang mati langsung menghampirinya dan duduk di samping Mike yang tengah menangis.

__ADS_1


“Mike, kau baik-baik saja?” tanya Angel pelan sambil menggenggam tangan suaminya.


Mike menggeleng pelan, ia menundukkan kepalanya dan menekuk kedua lututnya dengan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya. Sambil memegang kedua kakinya, Mike terlarut dalam tangisan pilu. Melihat Mike yang menangis seperti ini, membuat Angel ikut menangis bersamanya dan memeluk Mike begitu erat.


“Kamu harus kuat Mike, kamu tidak boleh terlihat lemah. Kamu harus tetap tersenyum.”


“Aku tidak bisa, Ngel. Hatiku terlalu sakit. Aku tidak bisa kehilangan Mia, aku sangat menyayanginya.”


“Kami semua juga sangat menyayangi Mia, jadi kamu jangan terus bersedih seperti ini. Kasihan Mia, dia pasti sedih melihat kakaknya seperti ini.”


“Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan, Ngel?” tangis Mike kembali.


"Peluk aku dan menangislah sepuasmu."


Setelah di kabarkan meninggal, satu Indonesia yang mengetahui tentang Mia turut berduka cita atas meninggalnya Mia. Mereka mengenal Mia berkat pertandingan lomba lari itu. Semua stasiun Tv, majalah dan koran memuat tentang berita meninggalnya Mia. Bahkan, banyak sekali masyarakat sekitar yang datang untuk berziarah dan ikut menguburkan Mia.


Semua yang berada di kuburan Mia ikut merasakan sedih dan menangis bersama. Kini, hanya tinggal Mike dan Angel yang tidak menangis. Air mata mereka berdua sudah mengering dan sudah tidak bisa mengeluarkan air matanya kembali.


Setelah menguburkan Mia dan mendoakannya, Mike dan Angel pulang ke rumah keluarganya. Mike kini sudah lebih bisa mengikhlaskan Mia pergi, Mike membuka pintu kamar Mia dan duduk di atas tempat tidurnya sambil melihat ke setiap sudut kamar Mia yang penuh dengan kenangan. Semua kenangan kerbersamaan Mike dan Mia pun kembali bermunculan.


Mia, kamu anak yang hebat. Adik yang paling tegar dan kuat yang aku kenal. Terimakasih, terimakasih karena kamu sudah memberikan kenangan manis selama aku berada di tengah-tengah keluarga kalian. Aku akan selalu mengingatmu dan selalu mengukir nama indahmu di lubuk hatiku yang paling terdalam. Batin Angel sambil melihat sebuah foto dirinya bersama keluarga besar Mike dan memeluk erat pakaian Mia yang pernah dibuat olehnya sendiri.

__ADS_1


Setelah kepergian Mia, Mike jadi jarang sekali untuk tersenyum dan tidak terlalu banyak bicara juga. Ia terlalu menyibukkan dirinya dengan latihan dan juga syuting untuk film terbarunya.


Melihat Mike yang seperti kehilangan kehidupannya yang dulu, Angel sangat sedih dan berusaha untuk menghibur Mike semampunya. Namun, sepertinya semua cara Angel gagal membuat Mike untuk bisa kembali seperti dulu lagi.


“Angel kenapa?” tanya Ken yang sedang menemani Nina terapi berjalan dan melihat wajah Angel yang tampak murung.


“Angel sedang berusaha untuk membangkitkan semangat Mike dan menghiburnya lagi, tapi semua caranya itu gagal total.”


“Iya, semenjak adiknya meninggal, Mike memang sudah jarang tersenyum. Mike yang sekarang juga sudah jarang ikut berkumpul dengan kami. Sekarang, Mike malah menyibukkan dirinya dengan segudang aktivitasnya. Dan, Mike yang sekarang terlalu serius,” tutur Ken sambil menatap ke arah Angel yang sejak tadi hanya memandangi foto Mike di dalam handphonenya.


“Jadi, kita harus bagaimana, Ken?”


Ken mengangkat kedua bahunya sambil menggelengkan kepalanya pelan. Tiba-tiba saja muncul ide briliant Nina yang datang secara tiba-tiba. Nina pun meminta Ken untuk membawanya ke arah Angel. Sambil memapahnya, Nina tersenyum riang dan membuat Ken sangat penasaran dan terheran-heran dengan tingkah lakunya itu.


“Angel, gue ada ide bagus!” seru Nina tiba-tiba.


“Ide bagus?”


“Soal permasalahan lo sekarang!”


“Maksudnya?” tanya Angel tak mengerti.

__ADS_1


Nina langsung mengajak Ken bergabung dan memberitahukan ide briliantnya itu. Ken dan Angel tampak langsung bersemangat dan tertawa gembira mendengar ide Nina yang sangat briliant itu.


Sebenarnya apa yang direncanakan Nina, Angel dan Ken untuk Mike?


__ADS_2