Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Sepasang tangan


__ADS_3

"1 tahun yang lalu, Angel dan juga Nina pernah mengalami kecelakaan parah di daerah sana. Angel sempat trauma dan tidak pernah mau lagi pergi lewat daerah situ. Kalau sampai Angel lewat daerah sana, dia pasti bakalan menjerit histeris dan lebih parahnya lagi dia bisa pingsan. Tadi, Angel pasti lupa karena terlalu gembira mau makan siang bareng lo.”


“Tunggu, dulu gue sama Angel juga pernah lewat sana. Tapi, Angel menolak dan kita pernah bertengkar hebat gara-gara gue yang mau tetep jalan lewat situ, sampai membuatnya turun dari mobil pula. Jadi, ini alasan yang sebenarnya?”


“Iya, lebih baik lo telepon Angel sekarang, deh!”


Mike mengangguk pelan dan segera menghubungi Angel. Tapi, sialnya Angel sama sekali tidak menjawab telepon darinya. Mike pun semakin cemas dibuatnya. Setelah mengetahui semua ceritanya, Mike langsung bergegas untuk segera mencari Angel dengan lari terburu-buru.


Sementara itu, Angel terlihat tersenyum riang sambil menunggu Mike di tepi jalan. Namun, tiba-tiba saja Angel tersadar akan sesuatu hal. Ia baru saja menyadari kalau tempat dirinya menunggu Mike adalah tempat di mana ia dan Nina pernah mengalami kecelakaan 1 tahun yang lalu.


Dengan wajah yang mulai tampak pucat pasi, Angel mulai memegangi seluruh tubuhnya dengan rasa ketakutan yang sangat luar biasa. Sesasat, Angel mulai terasa sesak nafas, ingin secepatnya pergi dari tempat ini tapi rasanya kaki ini sulit melangkah.


“Mi . . . Mike!” panggil Angel dengan rasa takut yang sangat luar biasa.


Angel mulai meneteskan air matanya, kakinya mendadak kaku tidak bisa digerakkan. Kejadian 1 tahun yang lalu terngiang kembali di dalam benaknya dengan begitu jelas. Bayangan ketika Angel meringis kesakitan mulai terbayang kembali hingga membuat matanya mulai terasa kabur.


Mike yang sejak tadi mencari Angel akhirnya menemukannya juga. Ia melihat Angel tampak pucat, melihat istrinya yang seperti itu Mike langsung menghentikan mobilnya dan segera menghampiri Angel dengan setengah berlari tampak memperdulikan mobil-mobil yang membunyikan klakson ketika Mike mulai menyebrangi jalanan tanpa aturan.


“Angel!” teriak Mike yang langsung berlari menghampirinya dan menarik tangannya hingga istrinya itu jatuh ke dalam pelukannya.


“Angel, maafkan aku . . . aku benar-benar minta maaf. Aku sungguh tidak tahu kalau kamu mempunyai kenangan yang pahit di tempat ini, maafkan aku!” seru Mike yang langsung memeluk Angel begitu erat.


“Mike . . . Mike!” tangis Angel yang mulai pecah di dalam pelukan Mike.


“Maafkan aku, aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi, maafkan aku!”


“Aku takut sekali Mike, aku takut!” ringisnya dengan kedua bola matanya yang terlihat ketakutan.


“Tenang, kamu tidak usah takut. Ada aku di samping kamu, aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian. Kamu jangan takut!” seru Mike sambil memeluk Angel dan mencium kepalanya dengan lembut.


Setelah kejadian itu, akhirnya Angel menceritakan semuanya kepada Mike saat mereka berada di sebuah taman. Dengan Angel yang duduk di sebuah ayunan, Mike setengah berlutut di depan ayunan Angel sambil menggenggam kedua tangannya begitu erat.


“Kenapa sebelumnya kamu gak cerita sama aku?”


“Maaf, aku tidak bermaksud untuk merahasiakan ini semua dari kamu.”


“Angel, mulai hari ini aku akan selalu menjaga kamu. Aku tidak akan membiarkan kamu ketakutan seorang diri dan aku akan selalu melindungi kedua tanganmu ini dengan tanganku. Karena aku akan menjaga tangan suci kamu ini, aku tidak akan membiarkan tanganmu terluka lagi. Ini janjiku padamu," katanya sambil menatap kedua bola Angel dengan hangat dan penuh arti.

__ADS_1


Angel tersenyum dan memeluk Mike. Mike pun membalas pelukan istrinya itu dengan begitu erat. Berkat kejadian ini, Mike berjanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaga Angel apapun yang terjadi nanti. Dengan mengetahui luka lama yang pernah di alami Angel, Mike menggandeng tangan istrinya begitu erat dan mencium tangan istrinya itu dengan lembut.


Terimakasih untuk selalu ada di sampingku, Mike. Walau cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi aku tidak akan pernah menyesal pernah merasakan rasanya menjadi istrimu. Batinnya seraya menatap wajah suaminya.


Aku akan selalu melindungimu, Angel. Biarkan kedua tanganku ini untuk selalu bisa menggenggam erat kedua tanganmu. Batin Mike dengan mempererat genggamannya.


Esok harinya, Angel dan Mike memutuskan untuk berkunjung ke rumah kedua orang tua Mike. Mike menemani kakek yang sedang bercocok tanam di kebun, sementara Angel membantu nenek yang sedang menyulam.


“Bagaimana?” tanya sang nenek.


“Bagaimana apanya, Nek?” tanya Angel tidak mengerti.


“Perkembangan hubungan kalian berdua?”


“Hubungan kami baik-baik saja.”


“Angel, usia pernikahan kalian kan sudah cukup lama. Nenek dan keluarga yang lain sudah tidak sabar menunggu kehadiran bayi. Nenek sudah tidak sabar menanti kehadiran cicit,” ungkapnya hingga membuat Angel sangat terkejut begitu mendengarnya.


“Apa? Nenek, aku dan juga Mike belum kefikiran soal itu!” jawab Angel membelalak dan terlihat tampak gugup.


“Bertempur? Nenek, kami kan bukan mau berperang!” ucap Angel semakin gugup.


“Ayolah, nenek sudah tidak sabar untuk menimbang bayi. Mau nenek ajarkan jurus rahasia keluarga kami?”


“Hah? Ada jurusnya?” teriak Angel sambil memukul keningnya dan dengan ekspresi yang terlihat sangat frustasi itu.


Sementara itu, Mike yang tengah sibuk membantu kakeknya berkebun. Membuat sang kakek menghampiri cucu kesayangannya itu sambil tersenyum kecil.


“Kenapa, Kek? Ada masalah?” tanya Mike yang melihat gerak-gerik kakeknya itu sangat mencurigakan.


“Hm, apa setiap malam Angel selalu bersikap baik padamu?” tanya sang kakek yang membuat Mike menatap wajah kakeknya itu bingung.


“Baik, kenapa memangnya?”


“Apa sudah ada tanda-tanda Angel hamil?” tanya kakek kembali hingga membuat Mike terbatuk.


“Kakek, aku dan Angel kan baru menikah. Lagi pula kami masih muda, kami masih ingin menikmati hari-hari kami berdua!”

__ADS_1


“Justru karena kalian masih muda, kalian harus gerak cepat. Kalau sulit, kau gunakan saja gaya terbaru. Biar malam kalian menjadi lebih aduhai!” ucap sang kakek yang kembali membuat Mike terkejut dan sangat gugup.


“Gaya terbaru? Aduhai? Aduh, kakek ini!”


“Lebih ganas sedikitlah kalau di malam hari, oke?”


“Kakek!” teriak Mike kesal dan terlihat sangat malu.


Semenjak pembicaraan Mike dan Angel dengan kakek dan juga neneknya, Angel dan Mike terlihat saling menghindar satu sama lain. Bahkan, kakek dan nenek juga memberikan sebuah obat untuk Angel dan juga Mike agar di minum di malam hari. Karena tidak ingin membuat kakek dan neneknya sedih dan juga kecewa, dengan terpaksa Mike dan juga Angel menerima semua obat dan resep yang diberikan oleh mereka berdua.


Karena esok adalah hari pertandingan, Mike dan juga Angel memutuskan untuk berziarah ke kuburan Mia terlebih dahulu sebelum mereka pulang. Di sana, Mike dan juga Angel berdoa untuk meminta dukungan Mia yang sudah berada di surga sana.


“Lihat pertandingan kakak yah, semoga kakak besok bisa membawa pulang trophy. Kakak akan selalu menyayangimu Mia, miss you."


Setelah selesai berziarah, Angel menemani Mike berlatih kembali. Karena pertandingan sudah semakin dekat, Angel pun menemani hari-hari terakhir Mike berlatih dengan semangat 45.


“Tadi, apa saja yang nenek bicarakan denganmu?” tanya Mike hingga ?membuat Angel mendadak gugup.


“Akh, tidak banyak. Kamu sendiri, apa yang kalian bicarakan di kebun tadi dengan kakek?”


“Akh, hanya tentang gaya terbaru,” jawab Mike tanpa sadar yang membuat Angel menatap ke arah Mike dengan ekspresi wajah yang tampak terkejut dan kebingungan.


“Gaya terbaru? Mmmmh . . . Mike, mmhh . . . sepertinya kita lupakan saja obrolan kita tadi dengan nenek dan juga kakek. Itu tidak akan baik pada hubungan kita.”


“Mmhh . . . iya kamu benar. Kita lupakan saja!” jawab Mike gelagapan hingga membuat keduanya menjadi salah tingkah. “Hari ini kamu gak kerja?” tanya Mike yang sedang melakukan pemanasan dan mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Hari ini aku izin, aku ingin menemani kamu latihan terakhir untuk besok.”


“Besok, tunggu aku di garis finish, yah?” pinta Mike tiba-tiba.


“Kenapa memangnya?”


“Tunggu saja besok!” jawab Mike yang semakin membuat Angel penasaran.


“Oh iya, aku ada sesuatu untuk kamu.”


“Apa itu?”

__ADS_1


__ADS_2