Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Perasaan yang Aneh


__ADS_3

“Ghea, ada apa kamu ke sini?” tanya Mike begitu melihat Ghea menghampirinya dengan ekpresi keterkejutannya.


“Aku mengganggu kamu, yah?”


“Tidak, kamu sekali tidak menggangguku," jawab Mike hingga membuat Angel yang mendengarnya terlihat kecewa.


“Jelas-jelas dia mengganggu, masih bilang tidak mengganggu lagi!” gerutu Angel pelan dengan kesal.


“Mike, apa kita bisa bicara sebentar?” tanya Ghea kembali.


Mike menatap wajah Angel seolah-olah ia meminta persetujuan Angel. Melihat ekspresi wajah Mike, Angel akhirnya mengangguk pelan dan mengizinkan mereka untuk berbicara.


“Angel, aku pinjam suami kamu dulu, yah? Mike, ayo!” ajak Ghea yang langsung menarik tangan Mike.


“Dia fikir Mike barang apa, pake acara dipinjem segala! Aishh, menyebalkan sekali!” cibir Angel kesal.


Mike mengikuti Ghea dari belakang. Melihat kepergian Mike dengan Ghea, Angel hanya bisa menatap mereka berdua dengan sorotan mata lirihnya.


“Ada apa?” tanya Mike.


“Mike, sekarang kamu sudah berubah. Kamu sekarang lebih dingin padaku, kamu sudah tidak pernah meluangkan waktumu untukku lagi, sekarang aku benar-benar kehilangan kamu. Aku sungguh tidak rela melihat Angel merebutmu dariku,” ucapnya tiba-tiba.


“Apa maksudmu, Ghe?”


“Aku benar-benar kehilangan kamu, aku ingin kamu yang dulu yang selalu ada untukku, selalu berada di sampingku dan selalu menyayangiku juga menjagaku dengan tulus.”


“Aku tidak mengerti maksudmu apa, lebih baik aku pergi!”


Mike melangkahkan kakinya untuk pergi, namun tiba-tiba saja Ghea memeluk Mike dari belakang hingga membuat langkah Mike terhenti.


“Jangan pergi, aku mohon tetaplah bersamaku. Tetap berada di sampingku dan tetaplah menyukaiku seperti dulu. Aku baru menyadari sesuatu setelah kepergian kamu. Aku . . . aku menyukaimu Mike,” ungkap Ghea secara tiba-tiba hingga membuat Mike begitu terkejut dan terdiam beberapa saat.


“Aku tidak masalah jika kamu sudah menikah, aku tidak akan cemburu dan tidak akan mengekangmu. Tapi aku mohon, jangan acuhkan aku lagi!” pinta Ghea dengan beruraian air mata.


“Aku sudah cukup lelah mengejar cinta tak pasti dari Bryan, hatiku hancur, Mike. Setelah beberapa hari berfikir, kini aku sadar kalau sebenarnya aku menyukaimu. Menyukai sahabatku yang selama ini menaruh perasaan terhadapku.”


Mike melepaskan pelukan Ghea dan menatap wajah Ghea dengan seksama.


”Ghea, apa kamu serius dengan apa yang kamu katakan?”


Ghea mengangguk pelan dan memeluk Mike kembali dengan erat.


“Aku akan melupakan Bryan dari kehidupanku dan aku mohon jadikan aku sebagai masa depanmu bukan masa lalumu," pinta Ghea kembali setengah memohon.


Mike terdiam dan entah harus menjawab apa. Yang bisa ia lakukan saat ini hanya membalas pelukan Ghea dengan pandangan kosongnya. Entah apa yang dirasakan Mike saat ini, entah harus bahagiakah atau bersedihkah?


Setelah kejadian di lapangan tadi, Angel sama sekali tidak berbicara kembali dengan Mike. Mereka terlalu sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.


Esok harinya, Angel sama sekali tidak membuatkan Mike sarapan, bahkan Angel pergi ke tempat kerjanya tanpa diantar oleh Mike hingga membuat Mike kebingungan sendiri melihatnya.


“Hey, Ngel,” sapa Bryan ketika melihat Angel sejak tadi hanya sibuk melamun


“Eh, Bryan ada apa?”


“Kenapa melamun? Emangnya sudah tidak ada pekerjaan lagi?” tanyanya.


“Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku, aku baru membuat desain pakaian baru.”


“Benarkah, boleh aku lihat?”


“Oh, tentu.”

__ADS_1


Angel memberikan buku yang berisi semua gambar desain miliknya. Bryan dengan sabar melihat satu persatu sketsa desain pakaian Angel dengan telaten.


“Ternyata kamu berbakat juga yah, desain kamu bagus.”


“Benarkah?”


“Iya, aku suka dengan semua desain buatanmu. Bagaimana kalau aku berikan kamu kerjaan baru?”


“Apa itu?” tanya Angel penasaran.


“Buatlah semua desain kamu menjadi pakaian jadi, aku akan memberikan modal dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan. Kalau kamu butuh tenaga kerja, aku bisa membantumu untuk mencarikannya. Bagaimana?”


“Kamu serius?” tanya Angel dengan mata membelalak.


“Aku serius, sekarang impian kamu menjadi seorang perancang busana akan segera terwujud!”


“Ya Tuhan, Bryan thank you so much, kamu benar-benar malaikat penolong yang di kirimkan Tuhan untukku. Terimakasih banyak, Bryan!” seru Angel yang tampak antusias seraya memeluk Bryan dengan erat karena saking senangnya.


“Iya, sama-sama. Aku hanya sedikit membantu impianmu itu, sisanya kamu yang menyelesaikannya sendiri.”


“Makasih banyak yah, Bryan.”


Bryan tersenyum dan memegang kepala Angel dengan lembut. Mike yang kebetulan akan bertemu dengan sutradara, tidak sengaja melihat kebersamaan Bryan dengan Angel.


Bayu dan Sisi yang sedang jalan bersama dengan Mike pun begitu terkejut melihat Angel dan Bryan yang terlihat sangat dekat sekali itu.


“Mike, are you okey?” tanya Bayu ketika melihat ekspresi wajah Mike yang sangat sulit diartikan.


“I’m oke, ” jawab Mike kemudian pergi dengan ekspresi wajah datarnya.


Angel tidak sengaja melihat kepergian Mike, Bayu dan Sisi hanya menatap kebersamaan Angel dan Bryan dengan sinis. Kemudian, mereka berdua pun pergi menyusul Mike.


“Mike . . .” ucap Angel pelan terdengar lirih.


“Bryan aku duluan, yah? Dah!”


Angel langsung pergi menyusul Mike dengan terburu-buru hingga membuat Bryan bingung. Sementara Mike, ia tiba-tiba saja menendang meja dengan sangat keras hingga membuat Bayu juga Sisi begitu terkejut melihat sikap tempramen Mike muncul kembali.


Entah apa yang di rasakan Mike saat ini, dia hanya bisa memukul dinding tembok dengan tangannya sendiri.


“Mike kenapa? Kenapa dia uring-uringan seperti ini? Apa karena melihat kebersamaan Angel dan Bryan?” tanya Sisi.


“Sudah lama gue tidak pernah melihat Mike seperti ini lagi, apa jangan-jangan?”


“Jangan-jangan apa, Bay?” potong Sisi penasaran.


Melihat Mike yang masih emosi, Bayu dan Sisi hanya bisa meninggalkan Mike sendirian. Bayu dan Sisi pun memutuskan untuk menemui sutradara tanpa kehadiran Mike.


Angel yang penasaran, masih mencari sosok Mike ke setiap ruangan. Dan ternyata, Mike sedang berada di ruang properti seorang diri. Angel pun memutuskan untuk menghampiri Mike dengan langkah kecil tanpa mengganggu kenyamanannya.


“Mike, kamu ada jadwal syuting?” tanya Angel membuka suara.


“Ngapain lo di sini?” tanya Mike galak.


“Mike, aku kan memang kerja di sini. Kenapa pertanyaan kamu seperti itu?”


“Gue lagi pengen sendiri, tinggalin gue!” usirnya kasar.


“Mike, kamu kenapa, sih?”


“Gue bilang tinggalin gue sendiri! Denger gak sih lo!” bentak Mike kasar.

__ADS_1


“Mike! Elo kenapa, sih? Elo aneh banget!!”


“Pergi!” usir Mike sambil melempar sebuah kursi ke arah Angel dengan sengaja hingga membuat Angel terkejut.


Angel tidak menyangka Mike sekasar ini padanya, sambil menitikkan air matanya Angel pun pergi meninggalkan Mike. Entah kenapa sifat buruk Mike keluar kembali, Mike pun tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


Angel begitu sedih melihat Mike yang seperti ini, ternyata Angel memang belum mengenal baik sosok suaminya itu seperti apa.


Kenapa dia sebegitu menakutkannya? Batin Angel.


Selama proses syuting, Mike tidak sama sekali melirik ke arah Angel. Dia tidak sama sekali berbicara padanya. Bahkan, sampai rumah pun Mike membanting pintu kamarnya begitu keras, sampai membuat Angel ketakutan sendiri melihatnya. Padahal, lusa adalah pertandingan lomba lari perdana Mia, tapi Angel dan Mike malah bertengkar dengan alasan yang tidak begitu jelas.


Angel bingung harus bagaimana. Karena fikirannya begitu banyak dan memusingkannya, ia memutuskan untuk membuat sebuah desain sepatu dan membuat sebuah gelang dari beberapa bahan yang ia punya.


Semalaman membuat desain sepatu dan gelang, Angel pun tertidur di meja mesin jahitnya sampai pagi hari.


Angel begitu terkejut karena jam sudah menunjukan pukul 8 pagi, hari ini dia terlambat datang ke kantor. Mike pun sudah tidak ada di rumah, dengan keterlambatannya hari ini Angel sangat terlihat terburu-buru bahkan ia sampai terjatuh di kamar mandi.


Dengan langkah yang begitu terburu-buru, Angel berlari menuju halte. Karena bis tak kunjung datang juga, akhirnya Angel memutuskan untuk jalan sampai kantornya walau jaraknya begitu jauh. Sesampainya di kantor, Angel langsung merebahkan badannya di sofa dan memijat-mijat kakinya. Bryan yang melihat Angel tampak kelelahan langsung menghampirinya.


“Kenapa? Habis maraton?” tawa Bryan mengejek.


“Eh, Bryan? Iya nih, aku habis maraton dari rumah sampai kantor!”


“Serius kamu?” tanya Bryan tidak percaya.


“Iya, aku tidur jam 5 pagi tahu-tahu udah jam 8 aja. Gara-gara telat, aku sampai ketinggalan bis, hari ini benar-benar melelahkan!” ceritanya dengan nafas terengah-engah.


“Kamu begadang lagi?”


“Iya, aku habis membuat sesuatu.”


“Sesuatu? Untuk siapa?” tanya Bryan penasaran.


“Mike,” jawab Angel yang membuat Bryan langsung terdiam.


“Kamu istirahat aja dulu. Kamu sudah sarapan?”


“Belum, aku lapar banget!” serunya sambil memegang perutnya pertanda lapar.


“Ya udah, aku temani kamu sarapan. Ayo?”


Angel dan Bryan langsung bergegas menuju cafe. Melihat Angel yang tampak kelaparan, Bryan hanya bisa tertawa kecil melihatnya.


Kamu memang gadis yang unik. Batin Bryan.


Sementara itu, setelah Mike selesai berlatih ia berkunjung ke tempat kerja Ghea. Ghea yang senang mihat Mike mengunjunginya, langsung tampak sumeringah.


“Hari ini sibuk nggak?” tanya Mike.


“Nggak, kenapa?”


“Aku mau ngajak kamu jalan."


“Benarkah? Kamu tidak ada latihan memangnya?”


“Hari ini aku latihan cuma sebentar, aku harus jaga stamina untuk pertandingan penting besok.”


“Pertandingan besok bener-bener penting banget ya, Mike?”


“Tentu, makanya besok sempatkan waktu kamu untuk menonton, yah?”

__ADS_1


“Pasti!”


Mike langsung menarik tangan Ghea dan mengajaknya jalan bersama. Seharian ini Mike mengajak Ghea nonton di bioskop, bermain ke Time Zone dan mengunjungi sekolah Sd tempat mereka sekolah dulu. Mike sangat menikmati kebersamaannya dengan Ghea. Sejak tadi pun, Mike dan Ghea terus bergandengan tangan hingga membuat Ghea semakin terasa bahagia.


__ADS_2