
Berbeda dengan Angel, ia tampak begitu menikmati sarapan paginya dengan semangat 45. Seluruh menu makanan yang sudah dihidangkan, ia habiskan dengan secepat kilat bagaikan orang yang sudah 3 hari tidak makan.
Dengan cepatnya, ia menghabiskan sarapannya itu tanpa ada sisa sedikit pun. Setelah menyelesaikan sarapannya, Angel segera menuju tempat syuting untuk mulai bekerja. Karena Angel adalah seorang perancang busana dan asisten make up artis, sebagai perkerjaan awalnya, ia harus membantu para artis dan aktor untuk menggunakan busana yang cocok. Dan, tempat awal yang Angel kunjungi adalah kota Cologne.
Angel banyak melakukan beberapa eksperimen dengan mencocokkan pakaian yang ia pilih dengan struktur tubuh para artisnya. Sang produser pun cukup puas dengan hasil kerja Angel. Ia tersenyum lebar dan memberikan semangat kepada pegawai barunya itu.
Sementara itu, selama di Cologne, Mike banyak melakukan pemotretan dan beberapa syuting untuk produk iklan sepatu produk perusahaan Ken di beberapa tempat bersejarah. Karena Mike adalah seorang pelari nasional yang hendak merambah dunia internasional, namanya sudah cukup terkenal dan sudah menghasilkan uang yang berkecukupan.
Selama tidak ada pertandingan, kesibukan Mike adalah membantu sahabatnya Ken untuk menjadi bintang iklan dengan produk-produk iklan milik perusahaannya. Mike pun mendadak menjadi bintang iklan dan bahkan sudah merambah menjadi seorang aktor. Iklannya saja sudah begitu banyak, penghasilan yang ia dapat satu bulan saja bisa belasan juta bahkan puluhan juta.
Setelah melakukan sesi pemotretan dan berkali-kali mengganti pakaiannya, Mike melakukan beberapa sesi interview dengan beberapa majalah ternama di Jerman. Berhubung Mike fasih dalam berbahasa asing,i ia bisa dengan lancar dan juga mudah berkomunikasi dengan beberapa pihak wartawan asing.
“Mike, ada telepon dari Bryan!” seru Sisi setelah Mike selesai melakukan interview.
Mike mengangguk dan meminta Sisi untuk memberikan handphonenya kepadanya.
“Iya, ada apa?” tanya Mike setelah menerima telepon.
“Gimana, enak di Jerman?” tanya Bryan di sebrang telepon sana.
“Lumayan, kenapa elo gak ke sini aja?”
“Gue harus mengerjakan kerjaan gue di sini, selama gue ke Inggris banyak kerjaan gue yang belum selesai. Oh ya, elo udah ketemu dengan orang-orang JJ. Entertaiment? Mereka juga ada di sana untuk menyelesaikan syuting terakhir,” cerita Bryan.
“Belum, gue juga masih banyak kerjaan di sini. Nanti, kalau sempet gue bakalan bertemu dengan mereka."
“Oke, good luck, Mike!” ucap Bryan memberi semangat.
Mike tersenyum dan menutup teleponnya. Setelah selesai melakukan interview, Mike beristirahat sebentar sambil memandangi sebuah gereja tua raksasa yang tampak megah itu. Sementara Angel, ia masih tidak percaya jika sekarang ia berada di Jerman. Ia masih terperangah dan banyak memotret tempat-tempat kuno di sana.
“Angel, tolong carikan busana yang cocok untuk pemeran utamanya, yah?” perintah produser hingga membuat Angel yang sedang memotret beberapa bangunan, langsung bergegas menuju lokasi syuting kembali.
“Oke!”
Hari pertama selesai begitu saja. Dengan aktivitas yang begitu padat, Angel langsung membuka pintu kamarnya dengan mata menutup karena saking lelahnya hingga membuatnya tidak sadar kalo Mike berdiri di sampingnya selama berada di dalam lift. Sesampainya di dalam kamar, Angel langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.
“Ternyata, capek juga jadi salah satu bagian team produksi. Semangat Angel, masih ada 4 hari lagi!” teriaknya sambil mengacungkan kedua tangannya dengan mata terpejam sambil menyanyikan lagu Potong Bebek Angsa dengan suara cemprengnya.
Esok harinya, Mike mulai mengunjungi kota Dresden untuk melakukan sesi pemotretan selanjutnya.
Dresden merupakan kota baroque terindah di negeri ini. Di sana banyak terdapat istana-istana megah, gedung-gedung tua yang terlihat sangat terawat. Kota Dresden tidak sepadat di Berlin, di kota tersebut sangat nyaman untuk berjalan-jalan. Karena tempatnya sangat indah, Mike banyak sekali melakukan sesi pemotretan di sini.
“Sekarang kita ke mana lagi?” tanya Mike setelah selesai menyelesaikan sesi pemotretannya.
“Kita akan menuju istana Neuschwanstein," jawab Bayu yang terlihat sibuk membawa beberapa dokumen dan mengangkat telepon dari seseorang.
Setelah melakukan pemotretan di Dresden, Mike segera menuju istana Neuschwanstein.
__ADS_1
Neuschwanstein merupakan sebuah istana bagaikan negeri dongeng. Tempatnya berada di dekat kota Fussen di kaki pegunungan Alpen. Di sana terdapat sebuah bukit dengan sebuah sungai dan danau di bawahnya. Keindahannya tak tergambarkan dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, benar-benar surganya dunia.
“Hello, Mike,” sapa seseorang saat Mike tengah berdiri di sebuah bukit.
“Hello, who are you?” tanya Mike tampak bingung.
“My name is Sandra, i was a radio announcer here. If you understand German language?”
“Hm, a little.”
“Kann ich einige interviews mit ihnen?”
“Oh, naturlich hahaha,” tawa Mike.
Penyiar radio itu ikut tertawa. Pada akhirnya, Sandra langsung melakukan beberapa sesi interview dengan Mike seputar hobbi, makanan favorit dan kesehariannya dengan menggunakan bahasa Jerman.
“Vielen dank fur ihre Zeit. Ist heute so viel spab gemacht. Ich, hoffe dass wir uns wiedersehen konnen.”
“Oh, naturlich werden wir auf jeden fall wieder.”
“Wir sehen uns, Mike,” pamit Sandra.
“Wir sehen uns, Sandra.”
Setelah berpamitan kepada Mike, Sisi dan Bayu mengantar Sandra menuju mobilnya. Sementara Angel, ia masih berkutat dengan semua pekerjaannya. Karena hari ini ia begitu sibuk membantu semua artis yang sedang sibuk syuting terakhir untuk film mereka.
“Angel,” panggil produser ketika melihat Angel tengah sibuk merapihkan beberapa pakaian.
“Besok kamu boleh istirahat, selama dua hari ini kamu sudah sangat kelelahan bekerja.”
“Benarkah? Saya besok boleh beristirahat?”
“Tentu, besok kamu boleh jalan-jalan mengelilingi Jerman. Kamu mendapatkan dispensasi satu hari."
“Terimakasih banyak, Mbak!” serunya yang tampak gembira sekali itu.
Saking bahagianya, Angel sampai melompat-lompat bahagia karena bisa mendapatkan dispensasi. Melihat sikap dan tingkah laku Angel, sang produser hanya bisa tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Setelah proses syuting hari ini selesai, mereka semua pun pergi makan malam bersama.
Keesokan harinya, karena mendapat jatah libur Angel langsung bergegas pergi berjalan-jalan menuju kota Hamburg. Di sana terdapat sabuah mall, butik-butik terkenal dan toko-toko mewah. Tidak lupa dengan gedung balai kotanya yang begitu megah. Angel juga tak lupa untuk pergi berbelanja di sana dengan mencari barang-barang yang menurutnya unik.
Saat Angel bersinggah di sebuah toko perhiasan, ia tidak sengaja melihat sebuah cincin berbentuk meteor. Cincin itu sangat indah, tapi sayang cincinnya tersebut harus dibeli sepasang. Karena tidak bisa dibeli dengan harga satuan, dengan berat hati Angel tidak jadi membelinya dan hanya bisa melihat cincin itu dengan ekspresi wajah yang tampak sangat kecewa.
Ketika Angel pergi, Mike datang ke tempat di mana Angel berdiri. Mike juga begitu menyukai cincin meteor itu, sama halnya seperti Angel. Sambil memegang cincin itu, Mike kemudian pergi tanpa membelinya.
Tempat selanjutnya yang Mike kunjungi adalah Heidelberg. Kota Heidelberg merupakan kota paling romantis di Jerman. Yang paling terkenal di tempat tersebut adalah sisa bangunan tua istana dan jembatan kuno di atas sungai Neckar.
Ini merupakan hari ketiga Mike di Jerman, ia masih saja merasa kesepian dan juga patah hati dengan rencana Ghea yang akan mengutarakan perasaannya kepada Bryan akibat saran bodohnya. Sambil menyusuri jembatan kuno yang berada di atas sungai Neckar, Mike menghela nafas panjang dengan ekspresi wajah yang tampak sangat kesepian. Meski hari ini ia diberi kesempatan berlibur, tapi liburan kali ini terasa berat untuknya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja handphone Mike berdering, saat Mike melihat layar handphonenya ternyata itu merupakan panggilan dari Ghea. Tanpa banyak berfikir, Mike pun langsung mengangkat teleponnya.
“Hay, Ghe!”
“Mike!! Kapan pulang ke Indonesia? Aku kangen banget sama kamu! Selama 3 hari tanpa kehadiranmu, aku sangat kehilanganmu!” ungkapnya yang tampak sedih di sebrang telepon sana.
“Lusa aku pulang, aku juga kangen banget sama kamu.”
“Kamu lagi di mana? Di Indonesia, sekarang tepat jam 12 malam. Apa kamu bahagia di sana?”
“Aku sedang jalan-jalan dan aku sangat bahagia. Tapi, aku tidak terlalu bahagia karena tidak ada kamu di sini," katanya pelan hingga membuat Ghea sangat tersentuh mendengar pernyataan sahabatnya itu.
“Mike, belikan aku oleh-oleh, yah?” pintanya manja.
“Pasti!”
“I miss you so much, Mike!”
“Miss you to, Ghea!”
Ghea tersenyum dan menutup percakapannya dengan Mike di telepon. Setelah menerima telepon dari Ghea, Mike langsung berteriak keras dan tampak sangat gembira sekali.
Saat Mike sedang berjalan-jalan di sekitar jembatan, tepat beberapa meter di hadapan Mike, Angel tengah sibuk memotret seluruh pemandangan Heidelberg. Tiba-tiba saja ada seseorang yang berlari ke arah Mike. Angel yang jaraknya tak jauh dari Mike tak sengaja menabraknya hingga membuat kacamata hitam Mike terlepas dan membuat Angel terjatuh ke pelukannya.
Kota Dresden
Kota Cologne
Gereja Tua di Cologne
Istana Neuschwanstein
Kota Hamburg
Kota Heidelberg
__ADS_1
Jembatan Sungai Neckar