Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Lampu Hijau


__ADS_3

Perempuan itu juga tak kalah terkejutnya dengan Mike, ia bahkan sangat terkejut sampai membuatnya berdiri mematung dan saling beradu pandang dengan Mike begitu lamanya.


Dengan perlahan, ketika lampu hijau untuk orang-orang yang menyebrang menyala, Mike melangkahkan kakinya dengan langkah yang sangat pelan. Dan, sampai akhirnya, jarak Mike dengan perempuan itu hanya tinggal beberapa centi lagi.


Mike terus memandangi wajah perempuan itu dengan mata berkaca-kaca, sedangkan perempuan itu mulai meneteskan air matanya.


“Apa yang sedang kamu dengarkan?” tanya Mike dengan suara terbata-bata.


“Aku sedang mendengarkan lagu ciptaan seseorang,” jawabnya dengan terisak.


“Bagaimana dengan lagunya?” tanya Mike kembali.


“Bagus, sangat bagus sekali.”


“Apa kamu menyukai lagu tersebut?”


Perempuan itu mengangguk pelan dengan air mata yang terus berjatuhan dan membasahi pipinya.


"Sangat menyukainya.”


“Apa kabar, Kribo?” tanya Mike yang mulai meneteskan air matanya.


“Baik, kau bagaimana Shincan?” tanya perempuan itu yang ternyata adalah Angel.


“Sangat baik, sekarang kau tampak beda. Rambutmu terlihat lebih rapih dan lebih lurus dari sebelumnya. Kau meluruskan rambutmu?”


Angel tertawa kecil dengan air mata yang berjatuhan dan terus membasahi pipinya.


"Alismu juga semakin tebal seperti Shincan. Kau sekarang lebih tampan!” tawanya yang terdengar renyah.


“Aku lebih menyukai rambut keritingmu, aku merindukan rambutmu yang kribo!” tawa Mike sambil meneteskan air matanya.


“Dasar bodoh!”


“Kau makin pesek!” cibir Mike kembali yang membuat Angel tertawa lebar dalam tangisannya.

__ADS_1


“Kau ini, seharusnya kau memuji mantan istrimu itu. Kau malah mengejeknya setelah 3 tahun tidak bertemu. Apa itu tidak berlebihan?”


“Aku sangat bangga dengan mantan istriku itu, kelak aku akan banyak menceritakan soal mantan istriku itu kepada istriku nanti.”


“Mike, bagaimana kabar istrimu?” tanya Angel hingga membuat air matanya kembali membanjiri pipinya.


“Dasar bodoh!”


Tiba-tiba saja Mike langsung menarik tangan Angel dan memeluknya begitu erat. Angel yang langsung di tarik tangannya begitu saja oleh Mike, hanya bisa pasrah. Tangisannya semakin pecah, Angel membalas pelukan Mike dengan memeluknya begitu erat.


Semua orang yang melihat Angel dan Mike terlihat begitu terkejut dan mulai kasak-kusuk tidak jelas. Bahkan beberapa orang yang sadar kalau itu adalah Mike, mereka langsung mengabadikannya dalam bentuk foto dan video.


Karena sadar orang-orang mulai mengerumuni dirinya juga Angel, Mike langsung menarik tangan Angel dan mengajaknya pergi sambil berlari-lari kecil, hingga membuat Angel dan Mike berhenti di sebuah taman.


Mereka berdua duduk bersama di sebuah bangku taman dan menghapus air mata mereka yang sejak tadi terus keluar dan membasahi pipi mereka.


“Kau jahat, pergi tanpa pamit dan tanpa kabar. Tiba-tiba menghilang selama 3 tahun dan sekarang kau kembali tanpa kata maaf.”


“Maafkan aku Mike, bukan maksudku untuk pergi tanpa pamit. Aku hanya ingin melupakan semua kenangan yang pernah terjadi diantara kita. Aku belum siap untuk bertemu lagi denganmu, aku ingin bertemu denganmu di saat aku sudah mewujudkan semua impianku.”


Angel tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Mike, “Selamat, kamu berhasil menjadi seorang musisi. Lagumu sangat bagus.”


“Terimakasih. Oh iya, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu?”


“Apa itu?”


“Ngel, apa kamu sudah menikah lagi?” tanya Mike beharap-harap cemas.


Angel sesaat terdiam, ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Mike hingga membuat Mike begitu gugup untuk menunggu jawaban Angel.


"Aku? Aku mana mungkin menikah kembali, selama ini aku sibuk bekerja. Aku tidak ada waktu untuk memikirkan pernikahan, kamu sendiri? Apa kamu sudah menikah?”


“Aku? Aku akan segera menikah, tidak lama lagi aku akan menikah. Karena aku sudah menemukan calon istri yang sangat aku cintai itu,” jawab Mike tersenyum riang hingga membuat Angel tampak kecewa dengan jawaban Mike.


“Benarkah? Syukurlah kalau begitu, selamat, yah!” ucap Angel memberi selamat dan berusaha untuk tetap tersenyum.

__ADS_1


“Apa kamu mau aku kenalkan dengan calon istriku?”


“Hah? Kamu mau memperkenalkan aku dengan calon istrimu?”


Mike mengangguk pelan dan tersenyum jahil, “Iya, tapi kamu harus sabar menghadapi calon istriku ini. Karena dia sangat bodoh, hidungnya pesek, rambutnya kribo dan dia seorang desainer terkenal di Seoul,” jawab Mike yang membuat Angel terlihat semakin bingung.


“Hah? Hey, itu kan aku! Orang yang kamu maksud dan kamu bicarakan itu aku, kan? Tu . . . tu . . . tunggu dulu, maksudmu calon istrimu itu aku?” teriak Angel tampak bodoh sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Dasar bodoh, aku kira sudah lama tidak bertemu kamu akan semakin pintar. Tapi, aku salah, kau malah semakin bodoh!”


“Hey, kamu sangat menyebalkan! Lebih baik aku pergi!” serunya yang langsung pergi.


Melihat Angel yang langsung pergi begitu saja, membuat Mike langsung mengejar Angel dan menarik tangannya seraya mencium bibir Angel dan membuatnya begitu terkejut karena Mike tiba-tiba saja mencium bibirnya.


“Mike!” teriak Angel yang langsung melepaskan Mike dari pelukannya. “Kau! Kenapa tiba-tiba menciumku seperti itu?”


“Kau kan istriku, jadi wajar kalau aku menciummu.”


“Sejak kapan aku jadi istrimu?” teriak Angel ketus.


“Sejak hari ini,” jawab Mike enteng.


“Apa? Memangnya kamu fikir aku mau jadi istrimu lagi?”


“Apa? Jadi kamu menolakku?” tanya Mike tampak kecewa.


Angel mengangguk pelan, melihat ekspresi wajah Mike yang tampak sedih membuat Angel tertawa begitu puas dan bahagia.


“Dasar bodoh!” ejeknya sambil mengacak-ngacak rambut Mike.


“Aku sangat menantikan hari ini terjadi, aku sangat bahagia karena kamu belum menikah lagi. Aku selama ini menjadi gila karena sangat merindukan dirimu. Setiap langkahku, setiap harinya sangatlah berat.


"Untuk sesukses ini pun, aku harus menempuh hari-hari yang berat tanpa kehadiranmu di sisiku. Untuk apa aku menikah lagi jika itu bukan dengan dirimu, ternyata aku begitu bodoh. Aku begitu bodoh sampai aku begitu mencintaimu sebesar ini.”


Mike mengutarakan semua perasaannya di depan Angel dengan menggebu-gebu hingga membuat Angel menatap wajah Mike dengan tatapan lirihnya.

__ADS_1


__ADS_2