Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Mesin Jahit


__ADS_3

“Apa ini cocok? Sepertinya gue membutuhkan mesin jahit supaya gue dengan mudah membuatnya. Tapi, uang dari mana? Untuk membeli rumah baru saja uangnya masih belum terkumpul banyak!” gerutu Angel yang tampak sedang kebingungan itu.


Melihat ekspresi wajah Angel yang seperti itu, Bayu dan Sisi menghampiri Angel yang tengah sibuk mendesain.


“Kenapa?” tanya Sisi sambil menghampiri Angel dan duduk di sampingnya.


“Nggak, gue cuma lagi coba-coba membuat desain pakaian yang lagi ngetrend aja. Cuma, gue bingung harus membuatnya seperti apa dan bagaimana?”


“Elo mesti banyak baca-baca buku dan observasi langsung, Ngel. Elo juga harus selalu update di internet, coba deh lihat di google,” saran Bayu yang diberi anggukan oleh Sisi.


“Iya sih, tapi gue lagi butuh banget uang banyak nih sepertinya.”


“Untuk apa?” tanya Bayu penasaran.


“Untuk membeli mesin jahit, biar gue lebih mudah aja gitu membuat pakaian sendiri,” jawab Angel hingga membuat Bayu dan Sisi saling beradu pandang.


Bayu dan Sisi tampak terlihat sedang berdiskusi. Entah apa yang membuat mereka berdua begitu bersemangat. Bayu dan Sisi langsung pergi begitu saja setelah berbicara dengan Angel hingga membuat Bryan yang tidak sengaja melihat manajer dan asisten Mike terlihat bersemangat sekali setelah keluar dari ruangan Angel.


“Eh, Bryan?” seru Angel saat ia baru saja keluar dari ruangannya dan melihat ada sosok Bryan.


“Mau kemana?” tanya Bryan terlihat penasaran.


“Mau cari inspirasi sekalian mau observasi.”


“Observasi kemana?”


“Gak tahu juga sih, aku juga masih bingung.”


“Mau aku temani?” katanya tiba-tiba.


“Tidak mengganggu?” tanya Angel.


“Sama sekali tidak," jawabnya pelan.


Karena merasa membutuhkan teman untuk menemaninya, Angel mengangguk pelan hingga membuat Bryan menemani Angel seharian ini. Angel dan Bryan terlihat sudah mulai akrab, mereka juga pergi makan siang bersama dan tampak sangat menikmati kebersamaan mereka.


Ghea yang baru saja selesai pemotretan dan pergi makan siang bersama temannya, tidak sengaja bertemu dengan Bryan dan Angel di tempat makan.


“Ghea?” seru Bryan saat melihatnya.


“Bryan? Sedang apa kamu di sini dan kenapa kamu bisa bersama dengan istrinya Mike?” tanya Ghea sinis dan masih terbayang-bayang kejadiaan saat percakapan Ken dan juga dengan Bryan tempo lalu.


“Kami sedang mendiskusikan soal pekerjaan kami,” jawab Bryan hingga membuat Angel menggaruk-garuk kepalanya dan tampak tidak begitu nyaman dengan kehadiran Ghea.


“Sampai harus makan siang bersama diluar?” sindir Ghea kembali.


Angel sepertinya memang sangat tidak menyukai Ghea, dia terlihat sangat sinis dan tidak bersahabat sama sekali


Kenapa Mike bisa jatuh cinta dengan cewe sinis seperti ini, sih? Cinta memang buta! Batin Angel tampak kesal.


“Berdiskusi tidak harus selalu di kantor, kan?” tutur Bryan hingga membuat Angel terkekeh hingga membuat Ghea semakin menatap sinis ke arah Angel.


“Oh, kalau begitu aku pergi duluan. Bye, Angel," pamit Ghea yang langsung pergi bersama temannya untuk mencari meja yang kosong.


“Oh, bye!” jawab Angel kemudian terlihat riang.


“Kenapa? Kayanya, kelihatan bahagia banget?” tanya Bryan tampak heran.


“Oh, nggak, ko!” jawab Angel yang masih terkekeh melihat ekspresi wajah Ghea yang tampak sudah terlihat kehabisan kata-kata itu.


Setelah selesai makan siang bersama, Angel dan Bryan kembali ke kantor dan kembali bekerja. Bryan yang kembali ke ruangannya, tampak sedang memikirkan sesuatu hal. Karena terlalu banyak berfikir, seseorang datang dan mengetuk pintu.

__ADS_1


“Masuk!” perintah Bryan.


“Jam 4 sore nanti, kita ada rapat penting, Pak. Dan, ada dokumen yang harus ditandatangani oleh bapak.”


“Oke, simpan saja dulu dokumennya di atas meja!”


“Baik, kalau begitu saya permisi.”


Setelah sekertarisnya pergi, Bryan kembali tersenyum-senyum sendiri mengingat kebersamaan singkatnya bersama dengan Angel.


“Dia gadis yang sangat unik,” ucapnya pelan.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Angel segera bergegas pulang dan merapihkan semua barang-barangnya di dalam ruangan. Namun, saat Angel tengah menunggu bis, Bryan yang hendak pulang juga tidak sengaja melihat Angel seorang diri di halte.


“Angel!” panggil Bryan seraya membuka kaca mobilnya.


Merasa namanya dipanggil, Angel menyipitkan matanya dan melihat dengan seksama ke arah mobil yang berhenti tepat di depannya.


“Bryan?”


“Ngapain di sini?” tanya Bryan.


“Lagi nungguin bis."


“Ini sudah malam, biar aku antar kamu pulang, yah?”


“Tidak usah repot-repot, aku bisa pulang sendiri, ko."


“Sudahlah, tidak usah menolak. Ayo, naiklah!”


Angel terlihat tampak menimbang-nimbang dan sedikit tampak ragu. Karena bis tak ada satu pun yang melewat, akhirnya Angel memutuskan untuk ikut pulang bersama dengan Bryan.


“Mike sedang sibuk, aku tidak ingin mengganggu kesibukannnya.”


“Kamu istri yang pengertian, yah?” katanya pelan hingga membuat Angel tersenyum kecil.


“Memang seharusnya aku harus menjadi istri yang baik bukan?”


“Apa kamu mencintai, Mike?” tanya Bryan tiba-tiba hingga membuat Angel terdiam beberapa saat. “Setahuku, Mike itu bukan type pria yang mudah jatuh cinta kepada orang lain. Kamu tahu kan orang yang dulu pernah Mike suka?”


“Aku tahu, tapi yang menjadi istrinya Mike sekarang adalah aku. Aku adalah masa depan Mike dan perempuan yang pernah di sukai Mike hanyalah masa lalunya. Kita pasti akan berjalan ke depan kan bukan ke belakang?”


Bryan terdiam hingga membuat suasana menjadi hening seketika.


Sementara itu, di dalam rumah Mike tampak terlihat tersenyum riang sambil menunggu kepulangan istrinya itu. Begitu mendengar suara mobil, Mike yang berada di dalam langsung mengintip dari balik jendela rumahnya.


“Angel? Ngapain dia pulang bareng sama Bryan?” serunya yang terlihat kesal itu.


Setelah sampai di rumahnya, Angel melambaikan tangannya kepada Bryan. Mobil Bryan berlalu, Angel pun segera masuk ke dalam rumahnya. Namun, begitu terkejutnya Angel yang baru saja membuka pintu, Mike sudah menyambutnya dengan tatapan mata sinis dan dengan kedua tangannya yang melipat.


“Astaga, kamu ngagetin aku, deh!” seru Angel sambil memegangi dadanya karena tampak begitu terkejut.


“Kenapa kamu bisa pulang sama Bryan? Kan, kamu bisa telepon aku untuk minta jemput. Kenapa harus pulang sama orang lain!” serunya sinis hingga membuat Angel hanya nyengir dan segera bergegas menuju dapur untuk mengambil air minum.


“Nggak sengaja kita ketemu di halte, udah malam kan bis jarang lewat juga. Bryan hanya menawarkan diri untuk pulang bersama, iya kenapa juga harus aku tolak kalau ada yang berbuat baik padaku. Lagian, kenapa harus marah gitu sih, Bryan kan sahabat kamu!”


“Siapa juga yang marah, orang aku cuma nanya doang!” ketus Mike.


“Terus, kalau gak marah namanya apa? Wajahnya pake acara ditekuk gitu, ketus lagi jawabnya!”


“Suka-suka aku, dong! Wajah juga wajah aku ini, mulut juga mulut aku ini. Ngapain protes?” teriaknya kemudian pergi.

__ADS_1


“Kebiasaan deh, teriak-teriak terus kalau ngomong sama aku. Dasar keong berhati iblis!”


Angel langsung menuju kamarnya untuk beristirahat. Namun, tiba-tiba saja Mike berteriak dari dalam kamarnya hingga membuat Angel terlihat sangat kesal.


“Pesek, cuci piring!” teriak Mike kembali.


“Iya, bawel!” sahut Angel setengah berteriak. “Penyakit galaknya kambuh lagi, orang seperti dia memang harus diabadikan. Di Seoul aja romantis dan baik banget, sampai di Indonesia busettt galak banget! Benar benar berhati iblis!" sewot Angel menggerutu sendiri sambil membuka pakaiannya.


“Pesek!” seru Mike yang langsung membuka pintu kamar hingga membuat Angel yang sedang membuka pakaiannya begitu terkejut karena Mike masuk ke dalam kamarnya dengan begitu tiba-tiba.


“Shincan!” teriak Angel yang langsung melempari Mike dengan bantal.


“Maaf-maaf!” serunya yang langsung keluar dan menutup pintu kamar Angel kembali.


“Bener-bener itu anak, gue gerek juga dia di tiang bendera!” sewot Angel emosi.


Setelah berganti pakaian, Angel kembali ke lantai dasar untuk mencuci piring dan menyelesaikan semua kerjaan rumah tangganya yang tertunda.


“Beresin sekalian yah ruang tvnya terus di sapu dan di pel juga!” perintah Mike dengan seenaknya.


“Ini kan udah malem!”


“Bodo amat!” jawabnya pendek hingga membuat Angel kesal.


Dengan terpaksa, Angel harus bekerja pada malam hari hanya untuk menuruti semua perintah Mike. Melihat Angel menggerutu, Mike hanya bisa terkekeh.


Angel tampak sangat kelelahan, tapi rumah masih belum selesai dibereskan. Melihat Angel yang sedang menyeka keringatnya dan sedang merapihkan rak buku, Mike datang menghampirinya.


“Ngapain kamu?” ketus Angel.


Mike sama sekali tidak menjawab, yang Mike lakukan hanya mengikat rambut Angel yang ikal dengan menggunakan sapu tangannya. Melihat Mike yang kembali bersikap baik padanya, Angel menjadi salah tingkah dan menjadi gugup seketika.


“Udah, lanjutkan besok aja. Sekarang sudah malam, besok kamu kerja, kan?”


Angel mengangguk pelan dan segera mengakhiri pekerjaan rumah tangganya.


“Besok kerja jam berapa?”


“Siang sih, kenapa?” tanya Angel penasaran.


“Berati kamu banyak waktu luang buat beresin rumah lebih lama,” tawanya hingga membuat Angel memonyongkan mulutnya.


“Aisshh, menyebalkan!”


Mike hanya bisa tertawa dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Esok harinya, pagi-pagi sekali Angel sudah mulai mengerjakan pekerjaan rumahnya. Namun, Angel begitu penasaran dengan sebuah kotak besar yang tersimpan di atas meja.


Karena penasaran, Angel membuka kotak itu dengan perlahan. Dan, begitu terkejutnya dirinya saat membuka kotak itu, ternyata isinya adalah sebuah mesin jahit.


“Mesin jahit?” seru Angel tampak riang.


Di dalam kotak itu, ada sebuah memo singkat. Angel pun segera mengambilnya dan membacanya.


“Untuk si kribo pesek, semoga bermanfaat dan ciptakan pakaian-pakaian yang bagus untuk di masa depan. Semangat, desainer handal!”


Setelah membaca memo tersebut, Angel terlihat sangat bahagia sekali. Matanya tampak berkaca-kaca begitu melihat isi memo dan mesin jahit tersebut.


“Dasar Shincan, paling tahu aja kalau gue lagi membutuhkan barang ini.”


__ADS_1


__ADS_2