Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Genggaman Tangan


__ADS_3

Semenjak kejadian malam kemarin, Nina dan Ken menjadi dekat. Mereka duduk berdampingan saat menonton pertandingan lari Mike. Sementara Ghea? Dia datang ke ruang tunggu dan memberikan semangat untuk Mike. Angel yang tidak sengaja melihat kebersamaan mereka berdua hanya bisa tersenyum kecil kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


“Ngel, mau ke mana?” tanya Sisi saat melihat Angel pergi setelah melihat Mike dengan Ghea berdua.


“Gue gak mau ganggu mereka berdua, jadi gue ikut gabung dengan keluarga Mike saja. Oh iya, tolong berikan gelang ini untuk Mike, yah? Dan, tolong berikan pakaian ini untuk Mia juga.”


“Kenapa nggak elo berikan sendiri saja?”


Angel hanya tersenyum tipis kemudian memberikan gelang bertuliskan nama Mike juga pakaian yang dibuatkan Angel khusus untuk Mia kepada Sisi.


“Semangat yah, Mike!” ucap Ghea memberikan semangat.


“Iya, makasih banyak, yah.”


“Kalau begitu aku pergi dulu.”


Sepeninggalnya Ghea, Sisi menghampiri Mike dan memberikan gelang juga pakaian yang dibuat Angel kepadanya.


“Apa ini?”


“Dari Angel buat lo dan juga Mia. Angel mendesain dan membuatnya sendiri. Semalaman Angel begadang hanya untuk memberikan ini untuk kalian.”


“Untuk gue dan Mia?” seru Mike tampak terkejut.


“Ada satu hal yang harus elo tahu, Mike. Saat Angel tahu elo belum berhasil mewujudkan impian Mia, Angel tidak pernah bisa tenang. Dia meminta gue untuk menemaninya mencarikan tempat pertandingan lomba lari untuk Mia. Bahkan Angel sampai rela hujan-hujannan, tidak istirahat, tidak makan dan minum hanya untuk elo dan mia.


“Dan, yang perlu elo tahu, Angel rela berlutut di depan panitia pelaksana hanya untuk meminta izin agar Mia bisa mengikuti lomba ini. Tanpa Angel, elo dan Mia tidak akan berdiri di sini. Dia sudah rela berkorban banyak demi keluarga lo, demi lo dan juga Mia. Jadi, lo harus berterimakasih kepadanya," cerita Sisi panjang lebar.


Setelah menceritakan semuanya, Mike begitu terharu dan tersentuh dengan pengorbanan Angel selama ini. Mike tidak menyangka, Angel rela berkorban demi Mia, demi keluarganya dan tidak memperdulikan dirinya sendiri.


Tak terasa butiran air mata Mike keluar begitu saja, Mike segera menghapusya dan memandangi gelang bertuliskan nama Mike yang dibuat Angel untuknya. Sambil tersenyum lebar, Mike memakainya dan segera memberikan pakaian yang dibuat Angel untuk Mia.


Beberapa saat lagi pertandingan akan di mulai, Angel terlihat sedang berdoa dan tampak begitu cemas. Semua orang melihat ke arah Mike dan juga Mia dengan terheran-heran. Bahkan ada dari mereka yang menertawakan Mike dan juga Mia. Melihat orang-orang menertawakan Mia, Angel dan keluarga Mike tampak sangat kesal.


Ketika suara tembakan sudah terdengar, para peserta mulai berlari. Angel dan keluarga Mike memberikan semangat bahkan sahabat-sahabat Mike pun memberikan dukungan penuh. Mike mulai mendorong kursi roda Mia, Mia tertawa lepas dan ia terlihat tampak sangat bahagia sekali.


“Kak Mike, semangat, yah! Terima kasih sudah mewujudkan impianku,” ucap Mia dengan mata berkaca-kaca.


“Ini semua untuk kamu, demi kamu dan hanya untuk kamu,” jawab Mike pelan.


Semua orang yang awalnya menertawakan Mike dan Mia langsung terdiam. Mereka semua tidak menyangka, ternyata Mike menggunakan cara ini hanya untuk membahagiakan adiknya. Orang-orang begitu tersentuh melihat pengorbanan Mike, bahkan beberapa dari mereka ada yang menangis karena terharu.


Mike juga terlihat tampak meneteskan air matanya, namun ia cepat-cepat menghapusnya agar tidak terlihat oleh Mia. Keluarga Mike pun tampak meneteskan air mata mereka. Melihat semua orang menangis karena tersentuh, Angel malah ikut berlari dan memberikan semangat untuk Mike dan juga Mia.


“Ayo Mike, ayo Mia! Semangat!” teriak Angel menyemangati.


Mike bisa mendengar teriakan Angel, ia tidak menyangka Angel akan ikut berlari bersamanya di tepi lapangan. Mike begitu tersentuh, kenapa Angel rela melakukan ini semua demi dirinya?

__ADS_1


“Ayo Mike, semangat!” teriak Angel kembali.


Dengan diberikan semangatnya oleh Angel, Mike semakin bersemangat untuk berlari. Sebentar lagi ia akan mencapai garis finish dan akhirnya Mike dan Mia pun keluar sebagai pemenangnya. Semua orang bersorak-sorai gembira, akhirnya pengorbanan Mike tidak sia-sia.


Ia menjadi pemenang sehingga membuat Mike dan Mia menjadi juaranya. Melihat Mike dan Mia tertawa bahagia, Angel tersenyum lebar sambil menitikkan air matanya kebahagiaannya.


Terimakasih Tuhan. Batin Angel kemudian pergi.


Melihat Angel pergi, Mike langsung berlari ke arah Angel dan langsung menarik tangannya hingga Angel jatuh ke pelukannya.


“Terimakasih banyak, Ngel. Terimakasih banyak atas semua dukunganmu. Tanpa kamu, pertandingan ini tidak mungkin terjadi. Terimakasih banyak!”


Angel menangis bahagia, Mike pun semakin mempererat pelukannya. Angel dan Mike berpelukan begitu lama di tengah-tengah kerumunan orang banyak. Ghea yang melihat Mike dan Angel berpelukan, langsung mengalihkan pandangan matanya.


Sementara Bryan? Entahlah, namun ekspresi wajahnya terlihat sangat sedih. Apa mungkin, Bryan mulai menyukai Angel?


Setelah mendapatkan trophy kemenangan, Mike langsung memberikan trophy itu kepada Mia. Mia menerimanya dengan sangat bahagia. Semua keluarga Mike ikut bahagia atas kemenangan ini. Semenjak petandingan itu, semua majalah dan koran memuat berita tentang pengorbanan Mike untuk Mia. Bahkan Mia dan Mike sempat masuk kabar berita di beberapa stasiun Tv.


Mike dan Mia pun sempat menjadi trending topic dan mendadak terkenal setelah pertandingan lomba lari hari itu. Semua orang ikut tersentuh, terharu, bahagia, bahkan ikut menangis setelah melihat dengan mata kepala mereka sendiri, ternyata masih ada seorang kakak yang peduli dengan impian adiknya. Dengan berakhirnya pertandingan lomba lari itu, hubungan Mike dan Angel membaik dengan sendirinya.


“Kribo!” teriak Mike di dalam kamar mandi.


“Ada apa, sih?” sahut Angel kesal karena Mike mengganggu pekerjaannya.


“Handukku mana?” teriaknya kembali.


“Shincan, ini handuknya!” seru Angel dari balik pintu kamar mandi.


Mike membuka pintu kamar mandi dan mencoba untuk mencari handuknya dengan mata terpejam.


“Ini handuknya, ngapain pake nutup mata segala, sih? Mau akrobat kamu?”


“Aku lagi cuci rambut. Tapi, mataku perih banget ini terkena sabun!”


“Dasar norak! Pake dulu handuknya, aku bantu bersihin wajah kamu.”


Mike mengangguk dan memakai handuknya. Kemudian, Angel pun masuk ke dalam kamar mandi dengan membawakan gayung untuk membersihkan wajah Mike yang penuh dengan sabun. Sambil menyiram wajah Mike dan membersihkan wajahnya, Mike terus bersiul hingga membuat Angel menjambak rambutnya karena kesal.


“Aww, sakit tahu!” jeritnya meringis.


“Berisik, nggak usah sok bersiul-siul segala, deh!”


“Sirik aja sih, kamu!”


“Siapa juga yang sirik? Ini, aku sekaliin cuciin rambut kamu aja, yah?”


Mike mengangguk pelan, Angel pun langsung mencucikan rambut Mike dengan begitu telaten. Sesaat, Angel sudah seperti baby sitternya Mike. Akan tetapi, Angel malah tersenyum kecil dan menikmati hari-harinya bersama dengan Mike dengan gembira. Setelah Mike selesai mandi, karena bosan Mike mengganggu Angel yang sedang menjahit.

__ADS_1


“Kribo!” panggil Mike pelan sambil memain-mainkan rambut Angel yang keriting.


“Apaan? Jangan ganggu dulu, deh!”


“Jangan buat baju terus kenapa sih, aku laper, nih!”


“Itu ada makanan di meja makan, kenapa malah minta makan sama aku, sih? Udah sana, aku lagi sibuk!”


“Ikh, aku gak mau makan itu, aku maunya makan mie goreng.”


“Aduh, makan yang ada aja kenapa, sih? Banyak nawar banget!”


“Tapi, aku mau mie goreng!” seru Mike tetap keukeuh.


“Masak aja sendiri!” perintah Angel galak.


“Gak mau, pokoknya aku mau kamu yang masak. Aku mau kamu yang buatin aku mie goreng titik gak pake koma, cepetan!” teriak Mike memaksa.


“Kamu kaya anak kecil banget, sih! Bentar kenapa, aku lagi sibuk tahu!”


“Kribo!” teriak Mike kembali hingga membuat tangan Angel tertusuk jarum karena terkejut dengan teriakan Mike.


“Aww!” jerit Angel meringis.


“Kenapa?” tanya Mike tampak khawatir.


Mike langsung menarik tangan Angel dengan cepat, melihat tangan Angel yang mengeluarkan darah membuat Mike menjadi panik sendiri dan tampak khawatir.


“Tangan kamu berdarah, Ngel."


“Gara-gara kamu sih gak bisa diem!”


Mike langsung mengemut telunjuk Angel yang berdarah, Angel tersenyum kecil melihat Mike yang sebegitu perhatian dan sebegitu khawatirnya dengan telunjuk Angel yang tertusuk jarum.


Dengan lembut dan penuh perhatian, Mike mencium telunjuk Angel dan membalutnya dengan plester.


“Jangan berdarah lagi, yah?” katanya pelan.


“Lebay banget sih kamu!"


“Aku bukan lebay, tangan kamu itu sangat berharga. Kalau tangan kamu terluka, kamu nggak akan bisa membuat dan mendesain pakaian lagi. Maka dari itu, aku akan menjaga tangan kamu ini dengan baik,” ucapnya penuh perhatian hingga membuat Angel begitu terharu saat mendengarnya.


“Mike . . . ”


“Ngel, tolong jaga tangan kamu ini baik-baik, yah. Tangan kamu itu seperti sepasang tanganku juga. Dan, jangan pernah menempatkan hati kamu kepada tangan seseorang sebelum kamu yakin dia mampu menggenggamnya dengan erat.”


Angel tersenyum kecil dan menitikkan air matanya, melihat Angel menangis Mike menghapus air matanya dengan menggunakan kedua tangannya. Dengan kejadian ini Angel mengerti akan satu hal, kalau sebenarnya Angel sudah menempatkan hati Mike di genggaman tangannya.

__ADS_1


__ADS_2