
Sesampainya di rumah, Mike dan Angel masih terlihat tidak membuka suara sama sekali dan sibuk dengan fikiran masing-masing.
“Mari kita bercerai,” ucap Angel pelan seraya meneteskan air matanya kembali.
Mike yang mendengarnya terlihat begitu terkejut. Namun, yang bisa dilakukan Mike saat ini hanyalah mengangguk pelan dan menyetujui permintaan dari istrinya itu.
“Baiklah, mari kita bercerai,” jawab Mike yang menyetujui permintaan Angel.
“Aku akan segera pergi dari rumah ini, kamu tenang saja. Masalah rumah ini, kamu bisa menempatinya. Rumah ini sudah menjadi hakmu.”
“Oke, kalau itu yang terbaik aku setuju," jawab Mike sambil menundukkan kepalanya.
“Masalah keluargamu . . . aku . . . .”
“Biar aku yang yang selesaikan masalah ini dengan keluargaku,” potong Mike cepat.
“Baiklah, kalau begitu sampaikan permintaan maafku kepada keluargamu.”
“Oke, akan aku sampaikan.”
Beberapa menit suasana kembali hening. Di saat suasana hening seperti ini, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah mereka berdua. Mike pun memutuskan untuk membuka pintu rumahnya hingga membuat Angel kembali meneteskan air matanya.
“Ghea?” seru Mike saat membuka pintu ternyata sudah ada Ghea yang menyambut Mike dengan senyumannya.
“Mike, apa kamu sibuk hari ini?”
“Tidak, kenapa memangnya?”
“Aku mau mengajakmu pergi, apa kamu bisa?”
“Tentu, tunggu . . . aku ambil kunci mobilku dulu."
Ghea mengangguk pelan dan menunggu Mike untuk mengambil kunci mobilnya. Sambil mengambil kunci mobilnya, Mike sama sekali tidak memandang wajah Angel dan pergi begitu saja. Ghea tersenyum riang dan menggandeng tangan Mike di depan mata Angel.
__ADS_1
Tanpa rasa bersalah sedikit pun, Mike meninggalkan Angel tanpa pamit padanya. Melihat Mike pergi begitu saja, Angel masih tidak rela. Ia langsung mengejar mobil Mike yang sudah pergi. Tanpa alas kaki, Angel masih terus mengejar mobil Mike dan meneriaki namanya berulang-ulang kali.
“Mike! Mike!” teriak Angel sambil menangis.
Mike sama sekali tidak mendengar teriakan Angel yang memanggil-manggil namanya. Tak terasa butiran air mata Mike kembali keluar. Melihat Mike yang meneteskan air matanya, Ghea menggenggam tangan Mike begitu erat.
“Kamu pasti bisa, Mike,” tutur Ghea pelan sambil menatap wajah Mike.
Mike hanya bisa diam membisu dan memalingkan wajahnya dari Ghea. Sementara itu, Angel masih belum menyerah dan terus mengejar mobil Mike yang sudah semakin menjauh. Melihat Angel yang berlari mengejar mobil Mike tanpa beralaskan kaki, membuat Ken yang tadinya hendak berkunjung ke rumah Mike langsung ke luar dari mobilnya dan menghampiri Angel begitu melihatnya.
“Angel, kenapa lo nggak pake sepatu?” tanya Ken yang tampak bingung dengan penampilan Angel yang tampak berantakan.
“Mike . . . Mike!” teriak Angel yang berusaha mengejar Mike dan melepaskan tangan Ken.
“Angel!” teriak Ken yang berusaha menenangkannya.
“Mike!!” teriak Angel sambil menangis histeris.
Melihat Angel yang terus menangis seperti ini, membuat Ken memapahnya dan membawanya masuk ke dalam rumahnya. Nina yang kebetulan ikut bersama dengan Ken, terlihat tampak bingung dengan keadaan Angel yang sangat mengkhawatirkan. Sejak mengejar mobil Mike tadi, Angel terlihat tampak kacau dan tidak bersuara sama sekali.
“Elo berantem lagi dengan Mike? Cerita sama kita, Ngel,” tutur Ken yang masih membuat Angel terdiam.
Selama 2 jam lebih Angel tidak bersuara dan tidak menangis sama sekali. Ken dan Nina masih tetap sabar menunggu ceritanya. Nina dan Ken terlihat sangat khawatir sekali dengan keadaan Angel sekarang ini. Berusaha untuk menghubungi Mike, tapi handphonenya Mike mati. Kini, Ken dan Nina tidak bisa membantu banyak.
“Gue dan Mike akan bercerai,” ucap Angel yang akhirnya membuka suara hingga membuat Nina juga Ken sangat terkejut begitu mendengar kabar tersebut.
“Apa? Kenapa? Bukannya, kemarin kalian baru saja merayakan hari ulang tahun lo?” tanya Nina tidak mengerti.
Perlahan Angel mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Mulai dari skandal di Jerman, permasalahan rumah mereka, hingga pernikahan kontrak.
Angel menceritakan semuanya secara mendetail hingga membuat Ken juga Nina benar-benar terkejut dan tidak menyangka sama sekali kejadiannya akan seperti itu.
“Kejadiannya sudah seperti ini, apa yang akan elo lakukan selanjutnya, Ngel?” tanya Nina setelah mendengar semua cerita sahabatnya.
__ADS_1
“Kami akan bercerai,” jawab Angel sambil menangis.
“Tapi, elo mencintai Mike! Bagaimana mungkin, elo bercerai dengan Mike?” seru Nina yang tampak mulai sangat kesal.
“Cinta gue bertepuk sebelah tangan, Nina. Sekarang, gue tidak bisa melarang Mike untuk kembali ke sisi Ghea!” tangis Angel kembali.
“Masalah ini menjadi sangat rumit, sekarang Bryan ada menyimpan rasa untuk lo. Apa yang akan kalian jelaskan ke publik dan keluarga Mike kelak?” tanya Ken yang tampak sangat tidak mengerti dengan sikap yang diambil Mike dan juga Angel.
“Gue nggak tahu, gue tidak bisa berfikir jernih saat ini, Ken.”
Ketika Angel terlihat sangat kebingungan, tiba-tiba handphonenya berdering. Angel melihat layar handphonenya tertera nama Bryan yang sedang menghubunginya. Angel melirik ke arah Ken dan juga Nina, Ken meminta Angel untuk mengangkat teleponnya. Setelah selesai menerima telepon dari Bryan, Angel kembali menutup teleponnya dengan tampak letih.
“Apa katanya?” tanya Nina terlihat penasaran.
“Bryan mengajakku untuk makan malam bersama, dia memintaku untuk datang dan bersiap-siap. Ada hal yang harus kami selesaikan juga.”
“Pergilah, selesaikan semua masalah lo agar jelas. Apapun keputusan lo, gue dan Nina akan tetap mendukung lo," tutur Ken yang diberi anggukan Nina.
Setelah bersiap-siap, Bryan datang menjemput Angel ke rumahnya. Kemudian Angel dan Bryan pun pergi menuju sebuah restoran untuk makan malam bersama.
“Kenapa? Kamu sakit?” tanya Bryan yang melihat wajah Angel tampak pucat.
“Tidak, aku baik-baik saja," jawab Angel pelan.
“Masalah yang terjadi di balkon tempo lalu, aku minta maaf,” ucap Bryan yang tampak menyesal.
“Tidak apa-apa, aku bisa mengerti.”
“Sekarang, bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan Mike?” tanya Bryan hingga membuat Angel menyimpan kembali sendok dan garpu makannya.
“Aku dan Mike akan bercerai,” jawab Angel yang membuat Bryan terkejut.
“Apa? Bercerai?” Angel mengangguk pelan dan terlihat menundukkan kepalanya. “Apa kalian sudah sepakat dengan perceraian ini?”
__ADS_1
“Iya, aku dan Mike sudah sepakat soal perceraian ini.”
“Kalau memang kalian akan bercerai, apa aku masih ada kesempatan untuk berdiri di sampingmu?” tanya Bryan hingga membuat Angel menatap wajah Bryan begitu lekat dan memegang tangan Angel begitu erat.