
Angel terlihat sedang menunggu Mike datang menjemputnya. Sambil menunggu Mike datang, Angel merapihkan pakaiannya dan terlihat sangat gembira sekali. Namun, sepertinya Bryan datang menghampirinya yang sedang menunggu kedatangan Mike.
“Angel?” panggil Bryan dengan langkah perlahan dan datang menghampirinya.
“Bryan? Ada apa?” tanyanya saat melihat Bryan menghampirinya.
“Sudah mau pulang?” tanyanya yang melihat Angel tengah bersiap-siap dan menunggu seseorang di depan kantor
“Iya nih, aku mau pulang,” jawab Angel sambil tersenyum ramah.
“Mau pulang bareng lagi nggak?” katanya menawarkan diri.
“Oh, tidak. Aku sedang menunggu Mike menjemputku.”
“Oh, begitu, yah?” tutur Bryan yang tampak kecewa.
“Maaf yah, mungkin lain kali bisa?”
Bryan tersenyum dan mengangguk pelan. Saat Angel dan Bryan tengah berbincang-bincang, mobil Mike sepertinya sudah datang. Mike membunyikan klakson mobilnya pertanda dia sudah datang. Mendengar klakson mobil, Angel langsung mencari sumber suara tersebut.
“Oh, itu Mike sudah datang. Aku pulang duluan ya, bye Bryan!” pamit Angel kemudian pergi.
“Oke, bye Angel!”
Angel berlari-lari kecil menghampiri mobil Mike. Setelah masuk ke dalam mobil, Angel kembali melambaikan tangannya ke arah Bryan. Mike membunyikan kembali klaksonnya dan Bryan membalasnya dengan melambaikan tangannya.
“Gue hampir lupa kalau Angel itu istri Mike sekarang. Sudahlah, lupakan saja!” gumam Bryan sambil melihat ke arah mobil Mike yang sudah berlalu.
“Kayanya kamu mulai akrab sama Bryan, yah?” ucap Mike membuka suara.
“Kenapa memangnya?” tanya Angel penasaran.
“Nggak apa-apa, aneh aja.”
“Aneh gimana maksud kamu? Kita langsung pulang, Mike?” tanya Angel sambil melihat ke arah Mike yang tengah mengemudikan mobilnya.
“Nggak, kita mampir ke rumahku dulu.”
“Oh, oke deh kalau begitu.”
“Kita beli makanan kesukaan Mia dulu, yah?”
Angel mengangguk pelan pertanda setuju, Mike langsung bergegas menuju sebuah tempat kue. Di sana, Mike tengah memilih-milih kue yang akan ia beli dan diberikan kepada adiknya. Setelah mendapati kuenya, Mike langsung membeli cheese cake kesukaan adiknya. Setelah membelikan cheese cake, Mike dan Angel segera menuju tempat tujuan.
“Nek, Kek, Mike dan Angel datang!” teriaknya saat ia baru saja tiba di rumahnya.
__ADS_1
“Mike, kamu datang?” tutur sang nenek melihat cucunya datang bersama dengan istrinya.
“Nek, apa kabar?” sapa Angel dan Mike sambil memeluk erat neneknya.
“Baik, bagaimana kabar kalian?”
Mike dan Angel tersenyum lebar dan memeluk neneknya semakin erat.
“Orang rumah belum pada pulang yah, Nek?” tanya Mike.
“Mungkin sebentar lagi. Kakek ada di dapur sedang membuatkan nenek makanan.”
“Wah, ternyata kakek bisa memasak juga yah, biar Angel bantu, deh. Kakek, Angel bantu, yah?” teriak Angel yang langsung menuju dapur.
“Oke, kemarilah!” sahut sang kakek yang tengah sibuk di dapur.
“Mia mana, Nek?” tanya Mike sambil celingak-celinguk.
“Di halaman belakang rumah, ke sanalah.”
Mike mengangguk pelan dan segera menghampiri adiknya yang sedang mendengarkan lagu di halaman belakang rumah.
“Mia, kakak datang membawakan makanan!” teriak Mike sambil menghampiri adiknya.
“Kak Mike, kakak membawa apa?” seru Mia tampak riang ketika melihat kakaknya datang.
“Asyiik, ayo kita makan bersama!”
Mike mengangguk pelan sambil membelai-belai kepala adiknya dengan lembut. Mike dan Mia pun langsung memakan cheese cake pemberian dari Mike bersama dengan nenek, kakek dan juga Angel.
“Kak Mike, aku ingin melakukan sesuatu hal,” katanya pelan sambil memakan kuenya.
“Apa itu?” tanya Mike penasaran.
“Aku ingin berlari,” jawabnya yang membuat semuanya terdiam dan saling beradu pandang silih berganti.
“Bagaimana caranya sayang, kamu kan tidak bisa berlari?” tanya kakek membuka suara.
“Tapi, aku ingin sekali berlari, Kek,” katanya yang tampak bersungguh-sungguh.
Melihat ekspresi wajah Mia, Mike jadi tidak tega untuk menolak permintaan adiknya. Mike pun mencoba tersenyum dan menggenggam erat kedua tangan adiknya.
“Oke, kakak akan mengabulkan permintaan kamu. Kalau begitu ayo kita berlari!”
“Ajak kak Angel juga, yah?”
__ADS_1
Mike menatap wajah Angel. Angel tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Pada akhirnya, Mike mengajak Mia menuju sebuah lapangan yang luas. Sebelum mereka pergi, kakek dan nenek mengajak Mike berbicara.
“Mike, kamu serius?” tanya nenek.
“Iya, Mike serius. Mike tidak mungkin menolak permintaan Mia, Nek."
“Tapi, untuk berjalan saja Mia tidak bisa, Apalagi berlari? Mia dalam kondisi lemah, Mike," tutur kakek menyambung.
“Mike akan membantu Mia berlari, Kek. Walau harus kaki Mike yang menjadi kaki Mia."
“Kalau memang begitu, hati-hati di jalan,” nasehat kakek.
Mike mengangguk pelan dan segera bergegas pergi setelah berpamitan. Selama di perjalanan, Mia tampak sangat tidak sabar untuk berlari. Melihat Mia yang begitu gembira, Angel tersenyum kecil dan menggenggam kedua tangan Mia dengan erat.
"Kenapa sih Mia ingin sekali berlari?” tanya Angel membuka suara.
“Entahlah, sejak dulu Mia selalu senang melihat orang-orang berlari. Mungkin dengan berlari, semua orang bisa melupakan masalah berat mereka. Mungkin dengan berlari juga kita bisa merasakan detak jantung kita yang begitu cepat. Dan, dengan berlari, kita bisa merasakan hembusan angin dan terbang bebas bersama dengan angin.”
“Mia begitu menyukai berlari, yah?” tanya Angel kembali.
Mia mengangguk pelan sambil tersenyum, “Tentu, berlari itu sangat menyenangkan!”
Jawaban Mia membuat mata Mike berkaca-kaca dan sempat meneteskan air matanya. Melihat Mike yang sempat meneteskan air matanya, Angel tampak terlihat sedih.
Sesampainya di lapangan, Mia begitu menikmati suasana lapangan dengan angin malam yang berhembus begitu kencang dan menusuk tulangnya.
“Bagaimana caranya kamu mengajak Mia berlari, Mike?”
“Aku tidak akan membiarkan Mia berlari, tapi aku akan membuatnya merasakan bagaimana itu berlari.”
“Caranya?” tanya Angel yang tampak bingung.
“Mia, come on! Saatnya kita berlari!”
Mike terlihat sudah mengambil aba-aba, Angel terlihat sangat khawatir. Sebenarnya apa yang akan dilakukan Mike?
Tiba-tiba saja, Mike mendorong kursi roda Mia dengan membiarkan dirinya sendiri berlari. Ternyata, inilah cara Mike membiarkan Mia merasakan rasanya berlari.
Mike ingin membuat adiknya merasakan dunia seorang pelari. Melihat Mike yang begitu peduli dan ingin mewujudkan semua impian adiknya, Angel begitu terharu dan tersentuh. Ia sempat menitikkan air matanya dan mencoba untuk mengabadikannya dengan memfoto dan membuat video mereka berdua. Sambil membuat video Mike dan Mia, Angel akhirnya ikut berlari juga di lapangan.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Mike saat melihat Angel mengikuti Mike dan Mia yang tengah berlari.
“Menemani kalian berlari!”
“Itu bukan menemani, tapi mengabadikan moment kita berdua,” tutur Mike pelan sambil tertawa kecil begitu melihat Angel yang sejak tadi mengabadikan moment di mana Mike sedang bersama dengan Mia.
__ADS_1
“Sama aja, udah jangan berisik. Kalian lanjutkan saja aktifitas kalian untuk berlari. Abaikan saja patung berjalan ini,” katanya yang menjawab asal hingga membuat Mike juga Mia langsung terkekeh mendengarnya.