
Angel dan Mike sempat berdiri di sebuah jembatan yang di bawahnya terdapat sebuah sungai yang tampak sangat indah. Malam ini, di tempat ini banyak sekali dihiasi dengan lampu-lampu yang berkelap-kelip yang terlihat lebih romantis. Angel dan Mike sesaat terdiam dan menikmati malam ini dengan begitu santai.
“Ternyata Seoul keren juga,” tutur Mike membuka suara.
“Tuh kan, apa aku bilang, nggak nyesel kan ke sini?”
“Thank’s ya sudah mengajak aku ke sini.”
"Harusnya aku yang berterimakasih kepadamu. Aku bisa ke sini juga karena mu. Kamu kan kaya raya, jadi bisa mengajakku ke tempat yang indah seperti ini."
"Jadi, ceritanya kamu mau memeras uangku?"
Angel tertawa dan mengedipkan matanya sebelah hingga membuat Mike langsung menutup wajah Angel yang mungil dengan tangannya yang besar secara kasar.
“Mike,” panggil Angel pelan.
“Hmm?”
“Maaf, yah?”
“Maaf untuk apa?”
“Gara-gara skandal itu, kamu jadi harus menikah kontrak denganku dan tidak bisa menikah dengan gadis pilihanmu.” Angel menatap wajah Mike dengan perasaan bersalahnya.
“Harusnya yang bilang maaf itu aku, Ngel. Maaf, yah?”
Untuk pertama kalinya, Angel baru saja mendengar Mike meminta maaf padanya. Dan permintaan maafnya kali ini, terlihat sangatlah tulus. Angel pun dibuat kaget oleh pernyataan Mike yang secara tiba-tiba itu.
“Kenapa? Kaya yang terkejut gitu?”
“Selama aku kenal kamu, belum pernah aku denger kamu minta maaf. Ternyata keong berhati iblis bisa juga memiliki hati setulus malaikat."
“Perdana ini, jadi harus diabadikan. Keren, kan?” ucap Mike narsis.
“Ckck, dasar Sinchan! Sekarang jadi narsis, yah?” ejek Angel sambil mengacak-ngacak rambut Mike.
“Aku kan ketularan kamu. Angel, aku nggak suka yah rambut aku dipegang-pegang!” teriak Mike kesal.
“Emangnya penyakit aku menular, yah?”
“Iya, asal jangan sampai aja hidung pesek kamu juga menular ke hidung aku,” tawa Mike hingga membuat Angel kesal mendengarnya.
“Mike!” teriak Angel yang langsung melompat dengan tiba-tiba ke punggung Mike yang lebar.
"Hey, nenek sihir!! Turun dari punggungku!"
"Nggak mau!!" teriaknya hingga membuat mereka berdua kembali beradu mulut.
Setelah puas berjalan-jalan, mereka berdua kembali ke penginapan. Kali ini, permainan kertas batu gunting dimenangkan oleh Angel, dengan wajah penuh kemenangan Angel berhasil mendapatkan bantalnya. Kali ini, Mike mendapat giliran tidur tanpa bantal dan beralaskan selimut. Karena Mike seorang pria, jadi ia bisa sedikit mengalah untuk Angel.
Malam harinya, Angel tertidur begitu lelapnya. Mike yang masih belum bisa tidur, sempat melirik ke arah Angel yang sedang tidur. Mike kembali menatap gelang persahabatannya, ia teringat kembali kenangan masa kecilnya dengan ketiga sahabatnya. Kenangan itu adalah di mana kejadian 16 tahun yang lalu.
FLASH BACK
__ADS_1
“Apa ini?” tanya Ken bigung.
“Gelang persahabatan, kita kan sudah saling mengenal hampir 5 tahun lamanya. Aku ingin sekali memakai benda couple bersama kalian. Jadi, aku meminta ibuku untuk mengajariku membuat gelang ini,” papar Ghea menjelaskan.
“Kamu buat sendiri gelangnya?” tanya Bryan yang tampak terkejut.
Ghea mengangguk pelan sambil tersenyum dan memberikan gelang buatannya sendiri kepada ketiga sahabatnya.
“Kalian harus selalu memakai gelang ini yah, jangan pernah kalian lepaskan.”
“Aku janji tidak akan melepaskannya!” janji Mike sambil tersenyum dan memakai gelang pemberian Ghea.
“Janji selamanya bersama?” tanya Ghea sambil menatap ketiga sahabatnya silih berganti.
“Janji!” jawab mereka bertiga kompak.
Mengenang kembali semua kejadian itu, membuat Mike ingin sekali ke masa-masa di mana dirinya yang selalu bersama ketiga sahabatnya. Semua kenangan itu sangatlah indah untuk di kenang. Dan di tempat, negara dan waktu yang berbeda, Ken, Bryan dan Ghea sama-sama memegang gelang persahabatan mereka dan memandangi sebuah foto di mana foto itu adalah foto mereka 16 tahun yang lalu.
Esok paginya, setelah selesai sarapan pagi bersama, Angel dan Mike melanjutkan perjalanan mereka menuju Kimchi Museum. Di Korea, kimchi merupakan sebagai salah satu masakan tradisional kebanggaan Korea. Warga Korea mengenal kimchi dengan sebutan “banchan“.
Kuliner yang seperti bumbu ini disajikan berbarengan dengan nasi putih dan lauk utama. Fungsinya tergolong unik, yakni sebagai “teman masakan utama”.
Sebab Kimchi bisa menetralisir rasa makanan utama yang dominan atau justru memperkaya rasa menu utama yang tawar. Saat ini, kimchi merupakan menu harian penduduk Korea.
Makanan itu melengkapi cita rasa sajian utama Korea, seperti bibimbap dan bulgogi. Kimchi telah menjadi bagian budaya kuliner yang dinikmati oleh seluruh masyarakat Korea.
Kimchi adalah makanan sehari-hari yang disajikan di rumah, jadi anak muda Korea juga menikmati Kimchi sebagai makanan sehari-hari. Masyarakat Korea menikmati kimchi dalam beberapa jenis antara lain tongbaechu kimchi (kimchi kol putih), chonggak kimchi (kimchi lobak putih), kimchi daun wijen, dongchimi (kimchi buah bit), kimchi bawang, oisobagi kimchi (kimchi mentimun), dan nabak kimchi (kimchi kol dan buah bit).
Angel dan Mike sampai membuat pertandingan lomba memakan kimchi, siapa yang kalah harus mentraktir yang menang. Karena pemenangnya adalah Angel, dengan sangat terpaksa Mike membayar semua pesanan Angel yang cukup royal itu.
“Keren, kan?”
“Keren dari mana?”
“Hey, keong berhati iblis, ke mana lagi kita sekarang?” tanya Angel mengikuti gaya bicara Dora.
“Tanyakan pada peta,” jawab Mike asal.
“Ikh, aku serius, Mike!”
“Ikut aku!” ajak Mike yang langsung menarik tangan Angel.
Mike langsung membawa Angel menuju Lotte World. Lotte World merupakan sebuah kota kecil dengan sebuah taman hiburan, folk museum, pusat olahraga (termasuk arena skating dan kolam renang/taman air slide), pusat perbelanjaan, dan hotel.
Di sana Angel dan Mike bermain ice skatting dengan riangnya. Mike dan Angel yang bermain skatting seperti ini, merasa menjadi seperti Geum Jandi dan Goo jun pyo. Beberapa kali Angel terjatuh, Mike membantu Angel berdiri. Namun, dengan keisengannya, Mike menjatuhkan Angel kembali.
“Mike!”teriak Angel kesal.
“Hahaha, iya maaf!” tawa Mike yang membantu Angel berdiri.
“Sekarang, kamu jadi sering mengucapkan kata maaf, yah?” tutur Angel yang membuat Mike tersadar.
“Hah? Oh iya?”
__ADS_1
Angel menganggukkan kepalanya.
"Aku suka perubahanmu. Akhirnya, keong berhati iblis sudah menjadi berhati malaikat," katanya sambil tersenyum.
Mike tersenyum simpul mendengarnya. Angel dan Mike pun kembali bermain-main dengan gembira. Angel yang sudah merasa kedinginan mulai meniup-niup tangannya yang sudah membeku.
“Kenapa?” tanya Mike saat melihat Angel meniup-niup pergelangan tangannya.
“Dingin, nih!”
Mike membuka sarung tangannya dan memakaikannya untuk Angel. Mike juga memberikan syalnya untuk Angel dan dengan lembut Mike memakaikan syalnya itu ke arah leher Angel.
“Mike, nanti kamu kedinginan."
“Lebih baik, kamu yang pakai dari pada kamu nanti sakit, aku juga kan yang repot.”
Angel tidak menyangka, sering kali mereka bertengkar, ternyata Mike penuh perhatian padanya. Angel pun membuka beanie hat miliknya dan memakaikannya ke arah kepala Mike, Angel juga melepas sebelah sarung tangannya dan memberikannya kepada Mike sambil memakaikannya.
“Kenapa?” tanya Mike bingung.
“Aku juga nggak mau kalau kamu sakit karena aku, lebih baik sarung tangannya kita pakai sebelah,” ucap Angel sambil tersenyum. “So sweet, kan?”
Mike tertawa lebar dan mengacak-ngacak rambut Angel sambil menarik hidungnya karena gemas, “Dasar nenek sihir yang pesek!”
“Biarin pesek, yang penting tetep cantik ini!” ucapnya kembali narsis.
“Narsis terus sampai mampus!”
Angel tertawa lebar. Angel kembali meniup-niup tangannya dan memegang kedua pipi Mike dengan lembut dengan setengah berjingkrak, “Biar hangat,” ucap Angel pelan.
“Pendek, yah? Sampe jingkrak-jingkrak gitu?”
“Ikh, dasar jelek!”
Mike tertawa lebar, kali ini ia bisa melihat sisi kebaikan dan perhatiannya Angel terhadapnya. Mike memasukkan sebelah tangan Angel ke dalam kantong jaketnya. Angel tersenyum simpul, mereka pun bermain ice skatting bersama kembali. Setelah puas bermain, mereka berdua pun kembali pulang.
Angel memakaikan syal yang diberikan Mike kepadanya tadi, ke arah leher Mike. Kini, syal yang terbalut di leher Angel, terbalut juga di leher Mike karena mereka sama-sama memakai syal yang sama. Sambil saling menatap satu sama lainnya, mereka saling melempar senyum dan segera menuju penginapan karena malam sudah semakin larut.
Untuk malam ini, Mike dan Angel berbagi bantal bersama atas kesepakatan mereka bersama. Mereka pun tertidur dengan pulas setelah seharian puas bermain.
Melihat Angel yang sudah tertidur, Mike memutuskan untuk menyelimutinya dengan lembut dan penuh kasih sayangnya.
“Selamat tidur, Angel,” katanya pelan.
Penginapan
Lotte world Korea
__ADS_1
Kimchi Museum