
Setelah pergi bermain bersama, Angel dan Mike menggandeng tangan mungil anaknya. Mereka bertiga tampak sangat bahagia, dengan baju couple yang dipakai oleh Angel, Mike juga Mika anak mereka.
Sepatu yang digunakan oleh keluarga kecil ini pun, sepatu couple yang dibuat dan di desain sendiri oleh Angel. Sambil menunggu senja, Angel, Mike dan Mika duduk bersama di sebuah bangku taman.
“Bunda, kalau besar nanti Mika ingin menjadi seperti ayah,” tutur Mika yang duduk di antara ayah dan bundanya.
“Mika, ingin seperti ayah?” tanya Angel kembali.
“Iya, Mika ingin menjadi mucici seperti ayah,” jawab Mika dengan lucunya hingga membuat Mike begitu gemas dan menggendong anaknya itu untuk duduk di pangkuannya.
“Baiklah, cepatlah besar, Nak. Apapun impianmu, ayah dan bunda akan selalu mendukungmu,” jawab Mike sambil mencium kening anaknya.
“Mika sayang ayah sama bunda,” tutur Mika yang membuat mata Angel dan Mike berkaca-kaca.
“Kami juga sangat menyangimu, Mika,” ucap Angel dan Mike bersamaan seraya memeluk erat anak mereka.
“Bunda, ayah, tali sepatu Mika lepas!” ucapnya tampak sedih.
“Biar bunda talikan, yah?”
“Ayah juga bantu.”
Angel dan Mike saling melempar senyum, mereka berdua juga menalikan tali sepatu anak mereka dengan penuh kasih sayang.
Masih ingat dibenak Mike, dulu ia sering menalikan sepatu Angel. Kali ini, ia harus menalikan tali sepatu anaknya sendiri. Dan, Mike sangat menyukai hal itu. Melihat sepatu istrinya yang terlepas juga, membuat Mike menalikan kembali tali sepatu istrinya.
“Makasih, Sayang,” tutur Angel lembut.
__ADS_1
“Sama-sama,” jawab Mike sambil membelai-belai lembut rambut istrinya.
Karena hari sudah malam, keluarga kecil Mike kembali pulang ke rumah mereka. Mika terlihat sudah tertidur, dengan penuh kasih sayang Mike menggendongnya dan menyelimutinya dengan menggunakan jaket miliknya.
“Anak kita saat tidur sangat lucu,” ucap Angel pelan sambil menggandeng tangan suaminya.
“Iya, kamu benar. Dia sangat tampan.”
“Apa kamu bahagia?” tanya Angel.
“Sangat bahagia. Aku beruntung memilikimu dan Mika di dalam kehidupanku.”
“Mike, kalau suatu hari nanti anak kita menjadi pelari, apa kamu akan menyetujuinya?” tanya Angel tiba-tiba hingga membuat Mike menatap wajah istrinya.
“Apapun impian anak kita, mau dia menjadi pelari, musisi, desainer, atau apapun itu aku akan setuju. Kita harus mendukung apapun impiannya kelak.”
“Terimakasih Mike, terimakasih karena kamu telah memberikan aku Mika dalam kehidupanku.”
Angel tersenyum hingga membuat Mike mencium bibir istrinya itu. Melihat kedua orang tuanya berciuman, membuat Mika yang sedang tertidur membuka matanya dan tersenyum kecil.
“Love you!”
“Love you to,” ucap Mike sambil mencium kening istrinya. “Besok apa yang akan kita lakukan?” tanya Mike sambil menggandeng tangan istrinya dan melangkahkan kaki mereka secara bersamaan.
“Besok, aku akan membuat desain sepatu, menjahit baju baru, membereskan rumah dan memberikan suami juga anakku cinta,” tawa Angel bahagia.
“Kalau begitu, aku minta sesuatu darimu.”
__ADS_1
“Apa itu?” tanya Angel penasaran.
“Cucikan sepatuku, Kribo," jawabnya sambil tersenyum jahil.
“Aihh, kamu menyebalkan. Rambutku kan sudah lurus, kenapa masih memanggilku kribo?”
“Aku sangat merindukan rambut keritingmu, aku kangen memanggilmu kribo!”
“Kamu sangat berisik sekali. Dasar Shincan!” cibir Angel manyun.
“Panggil aku shincan sekali lagi, sudah lama kamu tidak memanggilku dengan sebutan itu.”
“Shincan!” ucap Angel pelan.
“Sekali lagi!” pinta Mike manja.
“Shincan!” ucap Angel kembali dengan riangnya.
“Sekali lagi!” pinta Mike kembali.
“Sudahlah, kamu ini!”
Mike dan Angel tertawa bersama. Sepatu yang mereka gunakan akan membawa mereka menuju masa depan yang cerah dengan penuh kebahagiaan. Langkah kaki mereka pun akan membawa mereka menuju sebuah perubahan besar.
Tuhan menciptakan manusia untuk hidup berpasang-pasangan. Sepatu saja ada pasangannya, kenapa manusia tidak? Karena berkat sebuah sepatu, cinta Mike dan Angel dipersatukan.
Walau pertemuan pertama mereka dipertemukan karena suatu kesalahan, tapi kesalahan itu akan menjadi kesalahan terindah mereka dan tidak akan pernah terlupakan seumur hidup mereka. Karena cinta itu ibarat tali sepatu. Walau sering terlepas, tali itu akan menyatu kembali bila ia diikatkan kembali.
__ADS_1
~The End ~
Sampai jumpa lagi :) Terimakasih sudah setia membaca story pair of shoes :)