Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Tidur Bersama


__ADS_3

Mendengar semua ungkapan dan keluh kesah Mike selama ini, membuat Angel menitikkan air matanya. Tiba-tiba saja Angel mendekati Mike dan mencium bibirnya pelan.


Mike begitu terkejut karena Angel tiba-tiba saja menciumnya. Setelah mencium bibir Mike, Angel tersenyum kecil dan memeluk Mike dengan pelukan hangat dan penuh kasih sayang.


“Terimakasih karena kamu sudah menungguku dan mencintaiku sebesar itu, terimakasih kamu sudah mengungkapkan perasaan kamu yang sebenarnya kepadaku. Aku sangat bahagia dan sangat menantikan hari-hari ini akan terjadi, terimakasih banyak Mike.”


Mendengar pernyataan Angel, Mike membalas pelukan Angel dengan memeluknya begitu erat. Sambil memeluk Angel begitu erat, Mike mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi seraya berputar-putar bahagia. Hari ini akan menjadi hari yang paling bahagia untuk mereka berdua. Berkat sepatu itu, Angel dan Mike kembali bersatu.


Setelah bersatunya mereka berdua, Angel dan Mike memutuskan untuk pergi ke pantai dan pergi bersenang-senang untuk melepaskan kerinduan mereka. Selama berada di pantai, Angel dan Mike menghabiskan banyak waktu bersama. Mereka terlihat bahagia dan tampak sangat mesra. Selama di pantai, Angel dan Mike terus bergandengan tangan dan saling bercanda satu sama lainnya.


Bahkan, Mike menggendong Angel di atas punggungnya dan pergi berlari-lari kecil menikmati pemandangan sore hari. Mike memeluk Angel dari belakang sambil menunggu matahari terbenam dan mencium rambut Angel dengan penuh kasih sayang.


“Kamu mau kan menikah denganku dan kembali menjadi istriku?” tanya Mike saat matahari sudah mulai terbenam.


“Iya, aku mau menikah denganmu dan kembali menjadi istrimu,” jawab Angel sambil memegang tangan Mike begitu erat.


Mike tersenyum kecil dan melepaskan pelukannya. Tiba-tiba saja Mike melepaskan sesuatu dari lehernya, Mike tampak setengah berlutut dan memegang pergelangan tangan Angel sambil menatap wajah Angel begitu lembut.


“Angel, aku selalu mengalungkan cincin pernikahan kita ini dan selalu membawanya kemana pun setiap aku pergi. Sedetik pun aku tidak pernah melepaskan kalung cincin pernikahan kita, aku selalu menunggu kehadiranmu setiap harinya dengan sabar. Aku tahu, dulu aku pernah menjadi suamimu yang egois, pemarah, keras kepala dan selalu membuatmu menangis.


“Tapi, mulai hari ini aku berjanji aku akan menjadi suami yang baik untukmu, aku akan menjadikan keluarga kecil kita bahagia selamanya. Dan, aku akan belajar untuk mencintaimu seumur hidupku, bukan hanya untuk cinta sesaat.


"Tapi, cinta yang akan melebur di dalam perasaan kita. Aku akan selalu mencintaimu dalam keadaan apa pun dan selamanya akan mencintamu sampai aku tidak bisa mendengar suaramu lagi, tidak bisa mengingatmu lagi, tidak bisa memegang tanganmu lagi, tidak bisa melihatmu lagi, tidak bisa berbicara padamu lagi dan tidak bisa berlari bersamamu lagi.


“Tapi, aku akan selalu mencintaimu dan menyimpan semua memori tentangmu di fikiranku dan di hatiku. Agar aku tidak pernah lupa setiap moment yang pernah kita lewati bersama. Angel, saranghae.”


Angel begitu tersentuh dan terharu mendengar semua kata demi kata yang Mike ucapkan padanya. Bahkan, ia sampai meneteskan air matanya dan sudah tidak bisa menahan air mata kebahagiaannya yang terus berjatuhan sejak tadi.


“Saranghae, Mike.”


Mike tersenyum dan memasangkan cincin pernikahan miliknya di jari tengah Angel. Angel sangat terharu, ia segera memeluk Mike dengan begitu erat setelah Mike memasangkan cincin miliknya sendiri ke jari tengahnya.


“Aku juga selalu membawa cincin pernikahan kita kemana pun aku pergi, bahkan aku juga memasangkan cincin pernikahan kita dulu di dalam kalung ini.”


Mike melepaskan pelukan Angel dan menatap wajah Angel dengan seksama. Angel melepaskan kalung sepatunya yang menjadi hadiah pertama dari Mike saat ia ulang tahun dulu.


Ternyata cincin pernikahannya dulu dengan Mike, ia jadikan sebagai kalung yang selalu menempel dan berdekatan dengan kalung sepatu miliknya.

__ADS_1


“Kamu masih menyimpannya?” tanya Mike tidak percaya.


“Tentu!”


Angel memegang tangan Mike dan memasangkan cincin pernikahan miliknya ke dalam kelingking Mike.


"Kata orang, kalau cincin milik seorang perempuan pas di kelingking si pria. Berarti mereka berjodoh dan di takdirkan untuk bersama selamanya,” ucap Angel pelan sambil tersenyum.


“Kamu memang di takdirkan untukku, Angel,” tutur Mike yang langsung mencium bibir Angel kembali dengan suasana pantai dan sunset yang terlihat begitu indah dan juga romantis.


Biarlah matahari terbenam menjadi saksi bisu cinta Mike dan Angel yang kini bersatu kembali. Dengan begitu, kisah yang pernah mereka akhiri di pantai saat 3 tahun yang lalu, akan menjadi langkah awal untuk mereka berdua ke depannya.


“I love you, Angel,” bisik Mike.


“Love you to, Mike!”


Setelah mengikat kembali janji suci mereka di pantai, Mike kembali mengajak Angel pulang ke rumah mereka. Angel sangat terkejut, karena Mike masih tetap tinggal di rumah itu. Suasananya masih sama seperti dulu, bahkan mesin jahit yang pernah diberikan oleh Mike untuknya masih tersimpan dengan rapih di tempatnya.


“Mesin jahit itu masih ada?” tanya Angel tampak tidak percaya.


“Bahkan, foto pernikahan itu masih kamu pajang di tempatnya?” tanya Angel yang tidak percaya dengan foto pernikahan mereka yang masih terpajang di tempatnya.


Mike mengangguk pelan dan membuat Angel menatap lirih ke arah Mike.


“Mike, aku tidak menyangka cintamu sebesar itu padaku?”


“Sudahlah, yang penting sekarang kita sudah bersama-sama lagi. Istirahatlah, kamarmu masih sama seperti dulu. Kamarmu sering aku rapihkan, aku selalu berjaga-jaga jika suatu hari nanti kamu pulang. Kamar mu masih tampak sama seperti dulu,” tutur Mike kemudian pergi.


“Mike?” panggil Angel sambil memegang tangan Mike saat Mike hendak pergi hingga membuatnya menghentikan langkahnya dan menatap wajah Angel dengan seksama. “Hari ini kita tidur bersama, yah?”


Mike tersenyum dan mengangguk pelan. Sambil menggendong Angel, Mike membawa Angel ke dalam kamarnya dengan mata yang masih terus menatap wajahnya.


Sambil mendorong pintu kamarnya dengan kakinya, Mike menidurkan Angel di atas ranjangnya. Angel dan Mike masih saling beradu pandang dengan sangat lama. Karena sudah tidak sabar, Mike langsung menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya dengan tubuh Angel dengan selimut.


“Tunggu!” teriak Mike tiba-tiba yang langsung membuka selimutnya.


“Ada apa?”

__ADS_1


Mike tampak teringat sesuatu dan langsung mengeluarkan sesuatu dari lemari pakaiannya. Mike membawa sebuah amplop berwarna coklat dan memberikannya kepada Angel.


“Ini apa?” tanya Angel bingung.


“Bukalah!” pinta Mike.


Angel membukanya dan begitu terkejutnya Angel saat mendapati dua lembar surat kontrak pernikahan mereka dulu dan surat perceraian mereka yang masih belum di tandatangani oleh Mike sampai hari ini.


“Kamu masih menyimpannya?”


“Iya, aku masih menyimpannya.”


“Dan, kamu sampai saat ini masih belum menandatangani surat perceraian kita? Itu artinya kita?”


“Itu artinya kita belum bercerai, kita masih resmi menjadi suami istri,” jawab Mike hingga membuat Angel tertawa lebar.


“Kamu ini, aku kira kamu sudah menandatanganinya. Dasar Shincan!” teriaknya kesal dan memukul-mukul tubuh Mike dengan menggunakan bantal.


“Jadi, kita tidak perlu menikah lagi, kita kan masih resmi menjadi suami istri. Ya, anggap saja selama 3 tahun ini kamu sedang berlibur ke Korea. Iya nggak?”


“Dasar bodoh!”


Ruangan Tv



Kamar Angel



Kamar Mike



Balkon Rumah Angel dan Mike


__ADS_1


__ADS_2