Pair Of Shoes

Pair Of Shoes
Undangan Pernikahan


__ADS_3

Mike yang emosi langsung membanting stirnya karena kesal. Padahal, hari pernikahannya hanya tinggal menghitung hari, tapi ia malah bertengkar kembali dengan Angel. Karena merasa bersalah sudah meninggalkan Angel di tepi jalan, Mike memutuskan untuk kembali mencari Angel dan segera memutar balik mobilnya. Namun, sepertinya Angel sudah tidak ada di tempat ia menurunkannya tadi.


“Shitt!” teriak Mike emosi sambil menendang ban mobilnya.


3 jam berlalu dengan cepat, Mike tampak sedang menunggu Angel di dalam rumahnya. Saat Mike tengah menunggu Angel pulang, Angel datang dengan ekspresi wajah yang tampak terlihat sangat kelelahan.


Sesampainya di rumah, Angel sudah di sambut oleh Mike yang berdiri di depan pintu sambil melipat kedua tangannya dan melotot tajam.


“Kenapa baru pulang jam segini?” tanya Mike dingin.


“Menurut lo?” jawab Angel sinis.


“Gue nanya elo baik-baik, yah? Jangan pancing emosi gue lagi, deh!”


“Gue jalan kaki dari tempat elo tinggalin gue! Puas!!" jawab Angel dingin.


“Kenapa nggak naik taksi?”


“Terserah gue dong, suka-suka gue!” jawab Angel yang kemudian pergi.


“Tunggu!” perintah Mike hingga membuat langkah Angel terhenti.


"Apa lagi?" teriak Angel kesal.


“Diem di situ!” katanya kembali yang kali ini membuat Angel terdiam sejenak.


Tiba-tiba saja Mike menggendong Angel hingga membuat Angel sangat terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba.


"Hey, elo mau ngapain? Turunin gue!” teriak Angel sambil memukul-mukul punggung Mike.


Mike langsung menurunkan Angel di sofa. Angel yang sejak tadi memberontak langsung mendorong bahu Mike dengan kasar.


“Apa sih mau lo sebenernya? Jangan suka memperlakukan orang dengan sesuka hati lo. Gue nggak suka! Gue bukan boneka yang bisa diperintah sesuka hati lo. Gue itu manusia!”


“Bisa gak sih lo diem? Gak usah berisik kaya beo!” Mike kembali berteriak hingga membuat Angel semakin terlihat geram.


Angel terdiam karena sudah lelah meladeni perdebatan yang tak akan ada ujungnya ini. Mike pun pergi hingga membuat Angel hanya bisa mendengus kesal. Lima menit kemudian, Mike membawa sebuah ember yang berisi air hangat. Mike meminta Angel untuk memasukkan kakinya ke dalam ember itu.


Dengan ekspresi wajah yang masih terlihat kesal, Angel menolak perintah Mike. Tapi, secara paksa Mike menarik kaki Angel dan memasukkannya ke dalam ember yang berisi air hangat itu.

__ADS_1


“Elo ngapain?”


“Jangan berisik, elo bilang tadi elo jalan kaki, kan? Biar gak sakit dan gak pegel-pegel, elo rendem kaki lo di air hangat ini biar kaki lo gak bengkak. Jadi, mendingan elo nurut aja! Gue nggak mau kaki lo membengkak seperti gajah saat pernikahan kita nanti!"


Angel terdiam, niat Mike sebenarnya baik. Namun, terkadang caranya itu selalu seenaknya dan selalu memerintahnya dengan sesuka hatinya. Bahkan harus sesuai dengan kehendaknya.


Mungkin, inilah cara Mike berbuat kebaikan. Meski harus dengan cara kasar, namun sebenarnya Mike begitu memperdulikan keadaan Angel saat ini.


"Makasih,” ucap Angel pelan dan masih terlihat kesal.


“Sama-sama,” jawabnya pendek.


“Sorry ya, gara-gara gue tadi ngajak lo berantem, kita nggak jadi fitting baju.”


“Hm,” jawabnya pendek.


“Elo masih marah?” tanya Angel kembali.


“Menurut lo?” jawab Mike yang mengikuti gaya Angel tadi berbicara.


“Mau gue nyanyikan sesuatu?”


“Terserah!”


Masih belum menyerah, karena ingin membuat Mike tertawa, Angel kembali bernyanyi dan menyanyikan lagu potong bebek dengan huruf vokalnya diganti dengan O dan dengan gayanya yang terlihat sangat aneh sekali.


Melihat usaha Angel, akhirnya Mike menyerah dan tertawa juga. Suasana pun mulai mencair. Angel memang paling senang jika ia melihat Mike tertawa. Dengan melihat Mike kembali tertawa, berakhirlah sudah pertengkaran hebat mereka hari ini.


“Dasar gila!” ucap Mike pelan. “Gaya yang paling aneh yang pernah gue lihat seumur hidup gue, ya cuma punya elo doang kayanya!”


“Hahaha, Angel gitu, loh!” tawanya riang.


“Ckck, mulai lagi narsisnya!”


Setelah hubungan Angel dan Mike membaik, Angel dan Mike pergi tidur karena sudah waktunya mereka beristirahat.


Esok harinya, Mike berkunjung ke kantor Ken. Ken yang mendapat tamu special yang sebentar lagi akan menikah, langsung menyambutnya dengan riang gembira.


“Congrast Mike, akhirnya elo juga yang duluan married dari kita semua!” seru Ken saat Mike berkunjung ke kantornya.

__ADS_1


“Thanks, Ken. Jangan lupa datang ke pernikahan gue, yah?”


“Iya, nanti gue pasti bakalan datang, elo juga sih pake acara nikah di luar pulau segala. Ribet banget, sih!”


“Yee, suka-suka gue, dong. Gue ini yang nikah, bukan lo!” tawa Mike.


“Sialan lo, yang mentang-mentang mau nikah sebentar lagi jadi blagu banget. Elo benar-benar penuh misteri, kenapa elo gak pernah cerita soal pernikahan ini semua sama kita? Tahu-tahu elo ada di majalah, mengadakan konferensi pers dan sekarang sibuk mempersiapkan pernikahan. Elo bukan sahabat yang baik!”


“Sorry Ken, gue gak bermaksud untuk menyembunyikan ini semua dari kalian. Gue belum siap aja memperkenalkan Angel kepada kalian.”


“Tapi, setidaknya elo cerita gitu sama kita. Masa sahabat sendiri tahunya dari media bukan dari orangnya langsung?”


"Oke, gue minta maaf. Sebagai penebus dosa gue ini, nanti gue traktir kalian semua makan sepuasnya, deh.”


“Really?” tanya Ken untuk memastikan.


“Ya, tentu saja!”


“Oke, gue tunggu traktiran lo!”


Setelah cukup puas berbincang-bincang dengan Ken, Mike berpamitan pulang. Baru saja Mike hendak masuk ke dalam mobil, Ghea sudah memanggil nama Mike. Karena sudah memanggil namanya, akhirnya Mike dan Ghea duduk bersama di bangku taman dengan suasana keheningan dan tampak canggung.


“Kamu kenapa bisa ada di kantor, Ken?” tanya Mike membuka suara.


“Aku ada urusan di kantornya. Tidak sengaja melihatmu ada di sini, aku memutuskan untuk menghampirimu,” jawab Ghea sambil menundukkan kepalanya. “Selamat ya atas pernikahan kamu.”


“Makasih,” jawab Mike pendek.


“Kenapa kamu gak pernah cerita soal pernikahan ini? Kamu masih hutang penjelasan sama aku, Mike."


“Maaf."


“Lalu, apa maksud kamu mengatakan kalau kamu cinta sama aku dan mengajakku menikah? Kamu pasti bercanda, kan?” tanya Ghea kembali.


“Aku tidak bercanda Ghea, aku serius. Aku memang mencintaimu."


“Lantas? Kenapa sekarang kamu malah menikah dengan orang lain?”


“Aku lebih memilih untuk menyerah. Aku tidak ingin menyakiti Angel lagi, mulai sekarang aku akan melupakanmu. Kamu hanya masa laluku dan masa depanku sekarang hanyalah Angel. Jadi, aku akan berusaha menghapus rasa cintaku terhadapmu dan aku sudah tidak ada keraguan lagi untuk menikah dengan Angel.”

__ADS_1


“Mike?”


“Jangan lupa datang ke pernikahanku, Ghe. Dan, maafkan aku telah mencintai kamu selama 17 tahun ini,” ucap Mike kemudian pergi.


__ADS_2