
Esok harinya, Mike dan Angel kembali bekerja dengan pergi ke kantor bersama-sama. Karena syuting hanya tinggal beberapa hari lagi, Angel menemani hari-hari terakhir Mike untuk syuting terakhirnya itu.
“Bay, menurut lo apa Mike dan Angel sudah saling jatuh cinta?” tanya Sisi saat melihat Angel sedang membantu Mike memilihkan pakaian.
“Iya, sepertinya begitu, kali ini Mike tampak lebih menikmati kebersamaannya dengan Angel. Sepertinya, Angel dan Mike sudah melupakan pernikahan kontrak itu," tutur Bayu yang tidak sengaja terdengar oleh Ghea.
Ghea yang mendengar kata pernikahan kontrak sontak begitu terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
“Pernikahan kontrak?” ulang Ghea tampak syock begitu mendengarnya.
“Gue tidak mengira sama sekali hubungan Mike dengan Angel jadi tampak seperti pasangan suami istri yang sesungguhnya. Kita sebenarnya tahu, kalau mereka itu menikah kontrak tanpa didasari cinta akibat terjadinya kesalah pahaman yang menjadi sebuah skandal besar.
"Pernikahan mereka sudah hampir 6 bulan lamanya, dalam kontrak mereka akan tinggal bersama selama 1 tahun. Apa mereka siap menghadapi perceraian nanti?” tutur Bayu hingga membuat Ghea tampak tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Ghea kemudian pergi setelah mendengar semuanya dengan begitu jelas dan ternyata tidak hanya Ghea yang sudah mendengar dan mengetahui soal pernikahan kontrak itu. Bryan juga tampaknya mendengar dengan jelas percakapan antara Bayu dan juga sisi.
Setelah syuting berakhir, Angel membantu Mike merapihkan pakaiannya. Ghea yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua, akhirnya menghampiri Mike dan juga Angel.
“Mike!” panggil Ghea.
“Ghea?” seru Mike saat melihatnya.
“Bisa kita bicara sebentar?”
Mike mengangguk. Ia pun mengikuti Ghea dari belakang. Sementara Angel terlihat tampak cemburu melihat Mike dan Ghea kembali bersama. Setelah cukup jauh dari kerumunan banyak orang, Ghea langsung menatap wajah Mike dengan sorotan mata tajamnya.
“Ada apa?” tanya Mike.
“Sebenarnya ada hubungan apa kamu dengan Angel? Kamu dan Angel menikah kontrak?” ungkap Ghea yang membuat Mike sangat terkejut begitu mendengar ucapannya.
“Dari mana kamu tahu soal itu?”
“Aku tidak sengaja mendengar percakapan Bayu dengan Sisi tadi, jadi selama ini kamu membohongi kami semua? Membohongi seluruh dunia tentang pernikahan kontrak ini? Iya kan, Mike?”
“Ghea, aku mohon jangan katakan masalah ini kepada siapa-siapa lagi. Aku mohon!” pinta Mike dengan wajah memelas.
“Aku tidak bisa, aku harus mengatakan masalah ini kepada keluarga kamu. Aku tidak apa-apa dibohongi olehmu, tapi keluargamu tidak. Dengar Mike, aku tidak tahu asal mula kalian melakukan pernikahan kontrak ini, tapi apa boleh kamu membohongi semua keluargamu seperti ini?”
“Ghea, dengarkan aku dulu. Aku bisa menjelaskannya!”
__ADS_1
“Aku tanya, apa kamu benar-benar mencintai Angel?” tanya Ghea hingga nembuat Mike terdiam dan tidak berani mejawab. “Mike? Jawab pertanyaanku, apa kamu benar-benar mencintai Angel?” tanya Ghea kembali sambil menatap wajah Mike dengan tajam.
“Aku tidak tahu tentang perasaanku saat ini, aku masih belum mengerti.”
“Apa kamu masih mencintaiku?” tanya Ghea kembali hingga membuat Mike menatap wajahnya. “Kalau kamu ingin masalah ini cepat berakhir, aku bisa membantumu. Ceraikan Angel dan datanglah ke sisiku!” ujarnya yang membuat Mike terdiam dan terpaku di tempatnya.
“Apa? Bercerai dengan Angel?”
“Mau sampai kapan kamu menyakiti Angel? Mike, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?”
“Ghea, hentikan percakapan ini!”
“Kalau begitu, mulai hari ini aku tidak akan mengalah lagi. Aku akan berubah menjadi Ghea yang lebih kejam, aku akan mengatakan semua ini kepada ayah dan ibumu.”
Ghea langsung pergi meninggalkan Mike, namun Mike langsung menghalanginya dan memegang tangannya.
“Jangan pergi! Aku mohon jangan katakan soal masalah ini kepada keluargaku.”
“Kalau begitu, apa bisa kamu tetap berada di sampingku jika aku tidak mengatakan masalah ini?”
Setelah pembicaraan Mike dan Ghea hari itu, Angel terlihat sedang memandang langit malam yang gelap tanpa ada bintang maupun bulan. Sambil memandangi langit malam, Angel kembali mengenang semua kenangan dirinya bersama dengan Mike. Dari awal pertemuan yang tidak diinginkan sampai pernikahan dan hari ini.
Semua kenangan itu masih teringat sangat jelas olehnya, hingga pembicaraannya dengan Bryan yang masih saja terngiang-ngiang olehnya. Setelah kepergian Mike untuk berbicara dengan Ghea tadi, Bryan datang menghampiri Angel dan mengajaknya berbicara.
“Bisa kita bicara sebentar?” katanya pelan.
Angel mengangguk pelan, Bryan langsung mengajak Angel ke balkon. Angel pun mengikutinya dari belakang. Sesampainya di balkon, Angel menatap wajah Bryan yang tampak sangat aneh sekali. Ia masih terdiam dan tidak membuka suara. Melihat Bryan yang seperti ini, Angel tampak bingung dan entah harus melakukan apa.
“Aku sudah tahu semuanya,” ucap Bryan membuka suara.
“Maksudnya?” tanya Angel tidak mengerti.
“Soal pernikahan kontrakmu dengan Mike,” jawab Bryan yang membuat Angel tampak terkejut dan memalingkan wajahnya.
“Kenapa, kenapa kamu dan Mike membohongi semua orang dengan status pernikahan kalian? Pernikahan itu bukan untuk main-main, Ngel. Tapi, kenapa kamu dan Mike mempermainkan status pernikahan kalian.”
Angel terdiam, ia menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap wajah Bryan. Kali ini tamat sudah status pernikahannya dengan Mike. Pihak lain sudah mengetahui soal status pernikahannya, apa ini sudah saatnya Angel dan Mike harus berpisah?
“Kamu tidak akan mengerti dan tidak akan pernah tahu kenapa aku dan Mike melakukan semua ini,” jawab Angel membuka suara.
__ADS_1
“Aku tidak akan pernah mengerti, kalau kamu tidak menceritakan semuanya!” katanya setengah berteriak.
“Aku tidak bisa menceritakannya dan aku tidak mau mengatakannya!” teriak Angel sambil menangis.
Bryan terdiam, melihat Angel yang tiba-tiba menangis membuatnya tidak berani bertanya lagi. Bryan memang paling tidak tega melihat perempuan menangis, apalagi perempuan yang ia cintai saat ini.
“Aku dan Mike melakukan sebuah kesalahan yang sangat besar, tapi kesalahan itu biarlah menjadi kenangan termanis untukku. Karena aku . . . karena aku jatuh cinta padanya. Aku mencintai Mike,” jawab Angel sambil menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya kembali.
“Kamu mencintai Mike?” tanya Bryan kembali.
Angel mengangguk pelan dan masih terus menundukkan kepalanya tanpa menjawab.
“Lalu, bagaimana denganku?” tanya Bryan yang membuat Angel menatap wajahnya. “Aku juga mencintaimu, Ngel.”
“Apa?”
“Aku menyukaimu dan aku juga mencintaimu. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku yakin kalau kamu memang wanita yang berbeda. Sampai aku tahu kamu menikah dengan sahabatku sendiri, aku semakin sadar kalau aku memang mencintaimu. Aku mencintai istri sahabatku sendiri, apa itu salah?”
“Bryan?”
“Angel, aku pernah mengatakan kepadamu kan kalau aku mencintai seseorang yang sudah memiliki pasangan? Dan, aku pasti akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. Jadi, aku memutuskan untuk tidak melepaskanmu lagi, Ngel."
“Bryan, kamu tidak bisa melakukan itu!”
“Kenapa? Kenapa tidak bisa?” teriak Bryan sambil memegang kedua bahu Angel dengan paksa dan mendorongnya ke dinding. “Pernikahanmu itu palsu! Dan, kau pasti akan bercerai dengannya!”
“Walau aku akan bercerai dengannya, tapi hatiku hanya untuk Mike. Walau pernikahan kami palsu, tapi cintaku tidak palsu. Walaupun pernikahan kami pernikahan kontrak, tapi cintaku untuk Mike tidak terikat kontrak. Cintaku untuk Mike tulus dan aku tidak bisa mencintai orang lain selain Mike,” jawab Angel sambil menatap wajah Bryan lirih.
“Cintaku juga tulus untukmu, apa tidak ada lagi kesempatan untukku?”
Angel menggelengkan kepalanya pelan sambil menundukkan kepalanya.
“Maafkan aku, hatiku sudah tidak bisa menerima orang lain lagi.”
“Tapi, Mike tidak mencintaimu. Aku tahu Mike hanya mencintai Ghea sejak dulu dan itu tidak akan pernah berubah."
Angel melepaskan tangan Bryan dari bahunya. Sambil melangkahkan kakinya pelan, ia menatap langit yang tampak biru itu dengan tatapan mata lirihnya.
“Aku tahu tentang itu. Asalkan orang yang aku cintai bahagia dengan orang pilihannya, aku rela melepaskannya dan membiarkan ia bahagia dengan pilihannya. Aku tidak akan memaksakan Mike untuk tetap bersamaku, karena aku sudah cukup bahagia bersamanya selama ini.
__ADS_1
“Dan, aku pun sudah tahu, kehidupanku dengan Mike sudah mencapai batas waktu maksimal. Perceraian itu akan tiba. Sebelum perceraian itu tiba, aku akan tetap mempertahankan Mike dan berada di sampingnya.”
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Angel kemudian pergi tanpa memandangi wajah Bryan lagi. Bryan tampak putus asa dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Semenjak pembicaraannya dengan Bryan dan ia sudah mengetahui semuanya, Angel hanya tinggal menunggu waktu. Menunggu hari perceraiannya yang semakin dekat.