
Di kamar nya, Esy memikir kan satu hal. Tak lain ada lah tentang masalah nya dan Lia. Mengapa harus semua orang suka hanya sama Lia saja. Kenapa bukan dia yang jadi orang yang paling banyak dapat perhatian dari orang lain.
Ia membaring kan badan nya di atas ranjang empuk milik nya. Membenam kan wajah nya di atas guling kesayangan nya. Dalam pikiran terbesit satu hal, jika Lia di sukai orang. Itu kan bukan salah Lia, orang yang suka sama Lia kan. Bukan Lia yang mencari perhatian dari orang itu.
Esy berusaha berpikir positif terhadap teman baik nya ini. Ia tidak ingin bermasalah dengan teman nya hanya karna hal yang tidak jelas.
....
Di rumah Arka, Intan datang bertamu. Setelah pulang dari kuliah nya. Intan langsung datang kerumah Arka, ia ingin melihat bagai mana keadaan Arka sekarang.
Saat masuk depan pintu, mama Arka menyambut nya dengan hangat.
"Intan, kamu datang lagi nak. Udah selesai kuliah nya ya." kata mama Arka.
"Udah tante, baru aja pulang langsung aja kesini." kata Intan.
"Arka nya gimana tante, udah mendingan belum." kata Intan lagi.
"Arka udah baikan kok nak, Arka baru aja masuk kekamar nya." kata mama.
"Oh... Boleh Intan melihat nya tante?" kata Intan.
__ADS_1
"Boleh... Pergi aja kamu kekamar nya." kata mama.
Intan pun langsung menuju kamar Arka, kamar Arka letak nya di atas. Intan naik tangga dengan cepat untuk menuju kamar Arka.
Sampai di depan pintu kamar, Intan mengetuk pintu kamar Arka.
"Masuk aja ma, kan gak Arka kunci pintu nya." kata Arka dari dalam kamar. Arka menyangka mama nya yang mengetuk pintu kamar nya.
"Ini aku Arka, bukan tante." kata Intan.
"Oh... Aku kira mama, masuk aja. Pintu nya gak aku kunci kok." kata Arka.
Intan masuk kedalam kamar Arka, di sana Arka duduk di atas sofa nya sambil melihat lukisan yang di buat oleh Lia.
"Kamu gak suka aku datang kerumah mu Ka, kamu gak suka aku perhatian sama kamu." kata Intan.
"Bukan gak suka Intan, aku itu kasihan lho sama kamu. Kamu gak capek udah kuliah langsung kerumah ku." kata Arka.
"Aku gak capek kok Arka, aku itu ingin tahu setiap perkembangan kamu." kata Intan sambil duduk di samping Arka.
"Aku baik-baik saja, kamu juga tahu kondisi aku itu bagai mana dan seperti apa Intan. Jangan terlalu cemas pada ku, aku sudah biasa melewati hidup ku dengan sakit ini kan." kata Arka.
__ADS_1
Intan terdiam, dalam hati nya terasa sedih melihat Arka. Apa lagi jika sakit nya datang, itu lebih kasihan lagi melihat nya.
"Kamu kuliah kan tadi Intan?" kata Arka.
"Iya aku kuliah, kamu kan tahu aku baru pulang dari kuliah. Masa harus nanya lagi masalah aku kuliah sih." kata Intan.
"Bagai mana keadaan Lia, apa dia baik-baik saja." kata Arka penuh semangat.
Intan diam, dalam hati nya berkata. Apa kah gadis itu sangat berarti bagi mu Arka. Sampai kamu harus sebegitu semangat nya hanya karna menyebut nama gadis itu.
"Hey,,, kok diam sih, aku kan tanya masalah Lia pada mu. Apa kah ia datang kekampus tadi." kata Arka membuat lamunan Intan buyar.
"Iya... Dia datang, bahkan gadis itu menanya kan kamu di mana pada ku saat aku ada di kelas tadi." kata Intan dengan nada kesal.
"Benar kah,,, Lia ternyata perhatian juga pada ku." kata Arka senang.
"Apa kah itu bisa di sebut kan dengan perhatian Arka. Hanya menanya kan kamu di mana, bisa kah di arti kan dengan perhatian dari gadis itu." kata Intan.
"Ya,, aku angap itu adalah perhatian dari Lia, karna dia mencari aku saat aku tidak ada." kata Arka bahagia.
"Itu tidak bisa di kata kan perhatian, mungkin saja karna gadis itu butuh kamu traktir makan geratis, maka nya ia mencari kamu." kata Intan.
__ADS_1
"Terserah saja apa yang kamu mau arti kan dari Lia. Tapi aku anggap sebagai tanda perhatian nya pada ku." kata Arka.
"Oh ya, kamu bilang apa pada Lia tadi. Jangan bilang bahwa aku lagi sakit Intan. Aku tak ingin ada yang tahu tentang sakit ku, selai kamu dan keluarga ku." kata Arka.