Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
44


__ADS_3

Setelah pemakaman Intan selesai, Eza dan yang lain nya kembali kerumah mama tiri nya. Mama tiri nya terlihat terpukul sekali atas apa yang menimpa anak satu-satu nya itu.


Mama tiri nya terus saja menangis, dari awal hingga selesai pemakaman Intan. Bahkan mama Intan pingsan tadi, saat pemakaman anak nya berlangsung.


Tapi sekarang, mama Intan sudah tenang karna di beri dokter obat. Agar mama Intan tidak semakin memburuk karna memikir kan anak nya.


Eza sekarang sudah berada di rumah mama tiri nya, dia lupa di mana ponsel nya berada. Sampai-sampai tidak tahu bagai mana cemas nya Esy pada nya.


Esy dari tadi sibuk dengan hp nya. Saat srmua orang bahagia dengan operasi Arka yang telah berhasil.


Iya operasi Arka sudah selesai, dan berjalan sepertu yang di ingin kan. Hanya saja saat ini Arka masih dalam keadaan belum sadar kan diri alias koma.


Tapi, operasi nya sukses dan tidak ada hambatan. Arka hanya butuh waktu untuk menyesuai kan diri dengan organ tubuh nya yang baru. Maka nya ia masih dalam keadaan koma nya.


Arka sudah di pindah kan di ruang rawat nya kembali. Karna, koma nya mungkin agak lama baru sadar. Kata nya bisa mencapai dua minggu atau bahkan satu bulan untuk Arka sadar dari koma. Hanya saat sadar ia sudah sembuh total, dan tidak ada masalah lagi dengan sakit nya itu.


Walau Arka butuh waktu lama untuk sadar, mereka semua tetap bahagia. Karna Arka sudah tidak menderita sakit lagi saar sadar nanti.

__ADS_1


Mereka baru ingat untuk menanya kan pada dokter, siapa kah yang telah mendonor kan jantung untuk Arka. Dan bagai mana bisa ada orang yang sangat baik mendonor kan jantung untuk Arka.


"Bisa kah kami tahu siapa orang yang telah mendonor kan jantung untuk Arka dok?" kata papa Arka.


"Maaf kan saya, tapi hanya dokter Arif lah yang tahu siapa orang yang telah mendonor kan jantung pada Arka." kata dokter yang biasa merawat Arka.


"Di mana dokter Arif sekarang dok, kami sangat ingin tahu siapa orang yang telah menyelamat kan Arka." kata mama.


Pada saat itu, dokter Arif lewat tak jauh dari mereka.


Dokter Arif pun berjalan mendekati mereka. Karna, penasaran siapa yang ingin bertemu dengan diri nya.


"Doktet Alif, ini adalah keluarga dari pasien yang bernama Arka. Yang dapat donor jantung itu." kata dokter.


"Kami adalah keluarga Arka dok, bisa kah kami tahu siapa yang telah mendonor kan jantung nya untuk Arka." kata papa.


"Maaf kan saya, orang itu telah berpesan pada saya. Jangan bicara kan siapa diri dia yang telah mendonor kan jantung nya. Yang jelas, ia ingin Arka selamat dari sakit nya." kata dokter Arif.

__ADS_1


"Apa kah kami tidak bisa berterima kasih pada kelurga nya dok, kenapa dia tidak mahu di sebut kan nama nya." kata mama.


"Saya hanya menjalan kan amanat dari orang yang telah berjasa pada kalian. Maaf kan saya jika tidak bisa mengata kan apa pun pada kalian." kata dokter Arif.


"Baik lah dokter, kami mengerti apa yang dokter kata kan." kata papa.


Doktet itu pun pamit, dan meninggal kan mereka di sana. Dengan masih di liputi tanda tanya, siapa yang telah mendonor kan jantung nya yang cocok untuk Arka.


Sedang kan Esy, masih sibuk dengan ponsel nya. Ia masih tetap mencoba menghubungi Eza. Di mana kah Eza berada sekarang, apa kah yang terjadi pada Eza.


"Bagai mana sy, apa kah Eza masih tidak bisa di hubungi." kata Lia ikut cemas saat melihat Esy yang tidak tenang.


"Masih sama Lia, Eza tidak menjawab telfon nya. Tapi, telfon nya masih aktif terus sampai saat ini." kata Esy.


"Mungkin ponsel Eza jatuh atau Eza sedang mencari ponsel nya yang hilang barang kali." kata Lia.


"Aku juga tidak mengerti Lia, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Eza." kata Esy.

__ADS_1


__ADS_2