Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
55


__ADS_3

Saat ini, Arka sedang berada di sebuah makam yang bertulis kan nama seorang sahabat, yang selama ini selalu ada menemani nya.


Saat bahagia bersama, bagai mana tidak. Arka dan Intan besar bersama, sama-sama duduk di sekolah yang sama sejak smp sampai kuliah.


Tapi sahabat itu telah tiada, tiada nya juga karna ingin menyelamat kan nyawa Arka. Hal itu yang lebih tidak enak di kenang lagi oleh Arka.


"Jangan terlalu di kenang yang telah tiada, karna hidup itu tak seperti yang kita ingin kan." kata Eza sambil menepuk pundak Arka.


Arka di buat kaget oleh Eza yang datang secara tiba-tiba. Ntah dari mana Eza datang, alih-alih sudah ada di samping Arka.


"Kapan kamu datang sih Za, aku kok gak sadar." kata Arka.


"Aku baru saja kesini, bagai mana mau sadar aku ada di samping mu. Kamu aja fokus banget doa nya tadi." kata Eza.


"Kamu datang kesini sendiri aja ya Ka?" kata Eza.


"Iya, aku datang sendiri. Kemarin sama mama juga Lia. Tapi hari ini aku sendiri aja datang nya." kata Arka.


"Jangan sering merasa bersalah Arka, karna itu tidak baik bagi hidup mu nanti nya. Kamu pikir kan Lia juga sama berkorban kemarin kan. Hanya saja beda cara nya." kata Eza.

__ADS_1


"Iya aku tahu itu, hanya saja aku tidak bisa tenang sekarang." kata Arka.


"Arka, jangan terlalu memikir kan orang yang telah tiada. Bukan aku marah kamu memikir kan orang yang telah tiada lho ya. Aku hanya bilang jangan terlalu kamu pikir kan." kata Eza.


"Aku tahu maksud mu." kata Arka singkat.


"Bagus deh, jika kamu tahu apa yang aku maksud kan. Oh ya, apa kah Lia sudah bilang pada mu. Jika aku akan tunagan sama Esy besok." kata Eza.


"Ya, aku sudah tahu acara tunagan mu besok. Acara nya akan di akan kan di rumah Esy bukan?" kata Arka.


"Ya, acara nya akan di ada kan di rumah Esy. Aku harap kamu dan Lia bisa jadi pembawa cincin nya." kata Eza berharap.


"Arka, keluarga kami tidak pernah menyalah kan kamu atas apa yang terjadi pada Intan. Mereka tahu ini bukan kehendak manusia. Karna ini adalah takdir dari yang maha kuasa kan." kata Eza.


"Aku tahu ini takdir, hanya saja aku masih belum siap untuk bertemu dengan tante Windi." kata Arka.


"Apa kamu tega melihat Lia datang sendirian. Dan mungkin kamu ingin lihat Lia bersama orang lain yang akan menjadi pengantar cincin tunagan pada kami nanti." kata Eza.


"Aku tidak keberatan jika Lia mau bersama orang lain untuk mengantar cincin pada kalian berdua. Itu hanya mengantar cincin kan. Bukan masalah besar, apa lagi hanya sebentar." kata Arka.

__ADS_1


"Bagai mana perasaan Lia Arak, jika kamu tidak datang keacara aku dan Esy. Padahal kan kalian adalah pasangan, apa kamu mau nanti nya kehilangan Lia hanya karna masalah kamu belum siap untuk ketemu mama tiri ku." kata Eza.


"Apa yang kamu maksud kan, kenapa jadi bicara kehilangan Lia segala." kata Arka.


"Yah,,,,, kata nya kan, siapa yang membawa cincin untuk mereka yang tunagan. Maka akan menjadi pasangan, jika itu masih gadis dan pejaka. Dan jika itu sudah ada pasangan, jika bukan sama pasangan nya. Maka akan meninggal kan pasangan nya." kata Eza.


"Mitos daru mana yang kamu bawa kan pada ku ini Eza. Kamu orang kuno ya, yang percaya sama mitos gak jelas seperti ini." kata Arka.


"Baik nya percaya dahulu kan, dari pada percaya belakangan dan menyesal. Itu gak akan ada guna nya lagi." kata Eza.


"Apa kamu mau kehilangan Lia." kata Eza lagi.


"Jangan bicara yang macam-macam Eza. Aku tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kali Eza. Aku akan mempertahan kan Lia, sama seperti Intan mempertahan kan aku." kata Arka.


"Jika begitu, kamu tidak akan membiar kan Lia datang sendirian kan di acara tunagan aku dan Esy. Dan kamu gak akan biar kan Lia bersama orang lain buka, untuk mengantar kan cincin tunagan kami." kata Eza.


"Iya, aku akan datang bersama Lia besok. Dan aku akan penuhi permintaan kamu." kata Arka.


Eza tersenyum bahagia, apa yang ia ingin kan ternyata ia dapat kan. Rupa nya, tipuan tentang mitos itu ternyata berhasil juga sama Arka. Ternyata, Arka sangat takut kehilangan Lia.

__ADS_1


Kata nya, saat kita merasa kehilangan orang yang penting bagi kita. Itu akan menimbul kan rasa takut akan kehilangan yang terpenting dalam hidup kita untuk yang kedua kali nya.


__ADS_2