Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
24


__ADS_3

Arka melihat dengan malas, tapi setelah melihat siapa yang ada di sana. Hati Arka sangat bahagia ketika tahu itu adalah Lia.


"Lia.... " kata Arka sambil tersenyum.


Lia membalas senyum Arka, Lia berjalan kearah Arka yang mematung tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


"Selamat ulang tahun Arka, aku tidak punya hadiah yang spesial untuk mu. Hanya sebuah lukisan yang aku bikin." kata Lia sambil menyerah kan lukisan yang sedari tadi di pegang nya.


Lukisan itu tergulung rapi dan di ikat dengan pita merah. Arka menerima hadiah spesial dari orang yang spesial bagi Arka.


"Kehadiran mu adalah hadiah spesial bagi aku Lia." kata Arka.


"Terima kasih Intan, kamu adalah teman terbaik bagi ku." kata Arka.


"Bukan hanya aku yang mengundang Lia, Arka. Itu juga dengan izin dari mama dan papa mu." kata Intan.


Arka melihat kearah mama dan papa nya berdiri. Mama dan papa tersenyum pada nya. Arka dengan cepat menghampiri mama dan papa nya, lalu memeluk kedua orang tua nya itu.


"Maksih mama papa, kalian adalah orang yang paling tahu Arka." kata Arka.


"Kami juga tidak bisa menghadir kan orang yang kamu sayang Arka, jika tidak dengan bantuan Intan teman mu." kata papa.

__ADS_1


"Iya... Semua ini juga berkat Intan." kata mama.


Malam itu adalah malam yang paling bahagia bagi Arka. Karna ulang tahun nya kali ini, mama dan papa nya menghadir kan Lia di tengah mereka semua.


Lia adalah orang yang paling Arka cintai, hadir nya Lia bagai kan kado terindah dari mama dan papa nya. Walau pun ia tahu, mama sangat ingin Intan yang jadi menantu nya. Tapi, Arka tidak mau dengan sahabat nya. Maka, mama tidak bisa memaksa anak kesayangan nya untuk melaku kan apa yang tidak Arka sukai.


Selesai nya acara ulang tahun Arka, Lia di antar oleh supir pribadi Arka. Sebenar nya Arka yang ingin mengantar kan Lia. Tapi mama melarang nya, karna Arka sudah seharian ini berada di luar rumah.


Mama takut kondisi Arka tidak baik, maka nya mama meminta supir nya saja yang mengantar kan. Arka setuju dengan usulan mama, karna ia juga takut jantung nya tiba-tiba sakit di depan Lia.


Sekarang, Arka sudah ada di kamar nya. Dengan banyak kado dari teman-teman yang hadir di acara ulang tahun tadi.


Arka membuka pita merah yang mengikat lukisan yang Lia berikan. Perlahan Arka membuka gulungan lukisan itu. Saat lukisan terbuka, terpampang wajah cantik Lia sambil tersenyum.


"Lia.... Ini cantik sekali, sangat indah." kata Arka.


Mama masuk kedalam kamar Arka, mendengar anak nya masih bersuara. Mungkin Arka sedang membuka kado nya.


Mama mengetuk pintu kamar anak nya, terdengan suara menyuruh masuk saja dari dalam kamar.


"Masuk aja ma, gak di kunci kok pintu nya." kata Arka.

__ADS_1


Mama masuk, berjalan menghampiri anak nya yang sedang tersenyum bahagia.


"Bahagia banget kayak nya ya, dapat kado apa sih kamu." kata mama sambil mendekat.


"Ini kado terindah tahun ini ma, kado yang sangat spesial." kata Arka.


Mama pun melihat lukisan yang ada di tangan anak nya. Ternyata lukisan gadis yang bernama Lia ini yang bikin Arka bahagia.


"Lukisan ini dari gadis yang bernama Lia ya Arka." kata mama.


"Iya ma, cantik kan anak nya." kata Arka.


"Iya... Cantik, manis dan sopan lagi."kata mama.


"Arka ingin bersama nya ma, hanya saja Arka tidak yakin bisa." kata Arka.


"Arka, jangan bicara begitu. Kamu harus berjuang, agar kamu tidak membuat orang yang kamu cintai sedih." kata mama.


"Mama benar, Arka akan berjuang melawan sakit ini. Agar Arka tidak membuat orang yang mencintai Arka menjadi sedih ma." kata Arka penuh semangat.


Ternyata gadis yang bernama Lia ini mampu membuat anak ku bersemangat untuk hidup. Kata mama dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2