Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
27


__ADS_3

Intan rasa nya sangat berat hati untuk melaku kan apa yang Arka minta. Tapi Intan tak ingin Arka kecewa pada nya. Maka nya ia ikuti apa yang Arka minta.


Mereka pun berpura-pura mesra saat mobil masuk kedalam kampus. Ternyata benar saja, Lia ada di depan gerbang kampus menanti Arka sampai.


"Arka, kamu kok sama Intan hari ini. Tumben banget kalian berdua." kata Lia.


"Lia, mulai sekarang kamu dan aku tidak ada hubungan lagi ya. Dan mulai sekarang kita putus." kata Arka di depan semua orang.


"Lho, kamu bercanda kan Ka. Jangan bercanda dong ini masih pagi lagi." kata Lia tak percaya.


"Lia, apa yang Arka kata kan itu benar. Arka dan aku sudah tunagan semalam. Dan kamu jangan dekatin Arka lagi ya." kata Intan.


"Kalian ini apaan sih, aku gak ngerti deh." kata Lia.


"Ada apa ini Lia, kenapa ribut-ribut pagi begini sih." kata Esy yang datang kesana ketika melihat ribut-ribut.


"Lia, aku dan Intan telah di tunang kan mama dan papa kami. Karna aku dan Intan gak sengaja tidur berdua saat aku mabuk di vila kemarin." kata Arka.

__ADS_1


"Apa??" Lia sangat kaget ketika mendengar kan apa yang Arka kata kan. Jadi, ponsel Arka yang tidak aktif itu karna Arka sedang bersama Intan di vila. Mereka bahkan sudah tidur bersama.


Plak.... Sebuah tamparan mendarat di pipi Arka. Tanpa ada aba-aba lagi, tamparan itu begitu saja meluncur dari tangan tangan Esy yang mendengar kan apa yang Arka kata kan.


"Arka.... " kata Intan.


"Lho gila ya, main tampar aja." kata Intan pada Esy.


"Itu gak sebanding sama apa yang kalian berdua laku kan pada Lia. Kalian sangat murahan ya." kata Esy.


Arka tidak berkata apa pun, ia hanya melihat Lia yang sangat sedih dan terpukul. Esy membawa Lia pergi dari sana. Pergi menjauhi, Intan dan Arka. Juga semua yang melihat mereka.


"Agggggggg..... "Kata Arka. Ia mengerang kesakitan. Jantung nya kembali nyeri, bahkan rasa nya seperti di tusuk-tusuk jarum yang banyak.


"Sabar Ka, sudah dekat kok. Kita akan sampai di rumah sakit sebentar lagi." kata Intan.


Arka tidak menjawab apa yang Intan kata kan. Ia hanya merintih kesakitan terus dan terus.

__ADS_1


....


Sedang kan di kampus, Lia menangis di kamar mandi. Esy menemani nya, di dalam kamar mandi untuk menenang kan sahabat nya.


"Sabar Lia, lebih baik kamu tahu siapa dia sekarang. Dari pada kamu tahu nya setelah kalian menikah kan." kata Esy.


"Aku gak percaya dengan apa yang terjadi Esy. Intan dan Arka bisa seperti itu, nenjijik kan sekali mereka." kata Lia.


Esy memeluk Lia, ia terus mengucap kan kata-kata semangat pada Lia. Agar Lia merasa tidak sedih dan sakit hati lagi.


"Kamu beruntung Lia tahu nya sekarang kan." kata Esy.


"Pantas saja akhir-akhir ini Arka jarang bersana ku. Ternyata Arka bersama Intan." kata Lia.


"Aku gak habis pikir, bukan kah Intan dan Arka berteman baik. Bahkan saat ulang tahu Arka, Intan membantu ku agar datang keacara nya Arka." kata Lia.


"Nama kan juga manusia Lia, bisa berubah sesuka hati nya saja. Hari ini baik besok nya lagi jahat. Hati manusia kan gak ada yang tahu Lia." kata Esy.

__ADS_1


"Sudah lah Lia, jangan menagis lagi. Kamu bisa melewati ini. Kamu harus kuat Lia." kata Esy lagi.


Lia mengangguk kan kepala nya, Esy memeluk sahabat nya untuk beberapa saat lama nya. Sampai Lia benar-benar tenang untuk hari ini.


__ADS_2