Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
35


__ADS_3

Akhir nya, Intan melihat mama Arka yang sedang menikmati makanan nya. Mama tidak melihat Intan berada di sana. Karna asik meniknati makanan, terlihat mama sangat lelah dan juga mungkin sangat lapar.


Intan pun menghampiri mama Arka yang sedang makan itu.


"Asik banget makan nya tante, sampai gak ngajak aku." kata Intan.


"Eh, Intan. Bikin tante kaget aja kamu ini. Ia tante lapar banget soal nya nak." kata mama.


"Kamu mau makan gak, tante pesan kan ya. Mau makan apa kamu." kata mama lagi.


"Gak usah tante, aku bercanda aja kok. Aku udah makan tadi, jadi nya gak lapar deh." kata Intan.


"Yakin kamu gak mau makan Intan, makanan di sini enak-enak lho nak." kata mama.


"Makanan nya yang enak-enak apa tante nya yang sangat lapar sih." kata Intan.


"Dua-dua nya sih kayak nya." kata mama.


"Oh ya, kamu kok tahu tante lagi makan di sini. Kamu udah dari kamar Arka ya." kata mama.

__ADS_1


"Iya tante, aku baru dari kamar Arka." kata Intan.


"Kok kamu malah nyusul tante sih Intan. Kenapa gak teman kan Arka aja di kamar nya." kata mama.


"Di sana udah ada Lia tante, biar kan aja Lia yang gantian menemani Arka." kata Intan.


"Lia???" kata mama tak percaya.


"Iya, Lia nya Arka. Orang yang sangat Arka harap kan ada di samping nya." kata Intan.


"Kok bisa Lia tahu di mana Arka, dan bukan nya kalian merahasai kan kondisi Arka pada Lia kan Intan." kata mama.


"Bagai mana tangapan Lia saat tahu kondisi Arka." kata mama.


"Lia itu anak nya baik kok tante, gak sama dengan apa yang Arka bayang kan. Lia tidak pernah menyesal kenal sama Arka." kata Intan.


"Tante juga tahu bahwa Lia anak baik. Tapi bagai mana dengan hati mu saat ini Intan. Kamu bersusah payah membuat Arka bahagia. Tapi kamu malah korban kan hati mu." kata mama.


"Tante tahu betul bagai mana hati mu nak, kamu membuat anak tante bahagia. Tapi kamu melukai hati mu sendiri untuk membuat Arka bahagia." kata mam lagi.

__ADS_1


"Tante jangan perduli kan aku, aku bahagia saat melihat Arka bahagia tante." kata Intan.


Mama hanya diam saja, mama tidak bisa bicara apa pun saat mendengar jawaban Intan. Entah cinta yang seperti apa yang Intan miliki, demi membuat Arka bahagia. Intan rela terluka, Intan rela menderita demi cinta nya pada Arka.


.....


Arka terlihat bahagia, saat bersama dengan Lia. Semangat untuk bertahan hidup terlihat jelas di wajah Arka.


Saat ini, mama dan Intan sedang berada di luar kamar rawat Arka. Melihat dari luar, bagai mana Arka saat bersama dengan Lia.


"Tante lihat kan, bagai mana bahagia nya Arka saat ada Lia di samping nya." kata Intan pada mama Arka.


"Iya, kamu benar Intan. Arka memang butuh Lia untuk semangat hidup nya." kata mama.


"Tante gak nyangka Intan, kamu lebih peka terhadap Arka di banding kan tante sebagai mama dari Arka." kata mama.


"Bukan masalah peka atau tidak tante, hanya saja aku sedikit tahu apa yang Arka ingin kan. Karna Arka kan lebih banyak cerita pada ku kan." kata Intan.


Mereka berdua tidak masuk kedalam. Hanya jadi penonton kemesraan Arka dan Lia di depan kamar. Arka tertawa dan bercanda ria bersama Lia.

__ADS_1


Saat bersama Lia, Arka seperti tidak ada sakit sama sekali. Mungkin karna bahagia membuat ia terlihat seperti orang sehat pada umum nya.


__ADS_2