Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
9


__ADS_3

Pada akhir nya, Lia dan Arka pergi bersama. Arka membawa Lia kesuatu tempat yang sangat indah. Di sana ada jembatan yang mengalir air sungai yang jernih.


"Bagai mana Lia, apa tempat ini indah dan kamu punya inspirasi untuk membuat lukisan yang indah." kata Arka.


"Iya Ka, ini indah sekali. Suasana nya sangat indah dan nyaman banget. Kamu kok tahu tempat ini sih." kata Lia.


"Ini aku temu kan saat oma ku masih hidup Lia, dan karna aku suka tempat ini. Oma berusaha membeli tempat ini supaya tidak di rusak oleh orang lain." kata Arka.


"Baik banget oma mu Ka, pasti sangat mahal tempat ini kan." kata Lia.


"Eh... Lupa kan saja Lia, sekarang ayo kita mulai melukis." kata Arka mengalih kan apa yang ada dalam pikiran Lia.


Mereka pun duduk di bawah pohon, letak pohon rindang itu tak jauh dari tepi sungai. Angin yang berhembus perlahan membawa kan suara di sekitar pohon.


Sedang kan di rumah, Intan sedang kerumah Arka. Ia bertamu kerumah Arka, ketika melihat Arka tidak ada di kelas nya.


Mama Arka sangat sayang pada Intan, karna Intan dan Arka bisa di kata kan besar bersama. Dan juga, Intan anak orang yang sederajat dengan mereka.


"Tante senang banget kamu mau datang kerumah Intan. Karna kamu jarang main kerumah tante sekarang kan." kata mama.


"Iya tante, aku ada banyak tugas kuliah akhir-akhir ini." kata Intan.

__ADS_1


"Oh iya, bukan nya kamu dan Arka itu satu kelas kan nak, tapi kenapa kamu gak bareng sama Arka aja kesini nya. Dan di mana Arka nya ya." kata mama.


"Arka belum pulang tante, bukan nya Arka gak masuk tadi pada saat mata kulaih terakhir." kata Intan.


"Lho kok gak masuk sih, Arka gak pulang lho dari tadi Intan. Tante jadi sangat khawatir sekarang." kata mama dengan cemas.


Mama menelfon supir Arka, karna jika Arka terjadi apa-apa. Biasa nya supir Arka selalu memberi kan kabar pada mama.


"Hallo nyonya... " kata supir itu.


"Kalian di mana sih, di mana Arka Roni." kata mama.


"Mas Arka lagi di tepian sungai dara nyonya." kata Roni supir nya Arka.


"Mas Arka sama seorang gadis cantik nyonya. Mereka sedang berada di bawah pohon." kata Roni.


"Ya sudah, nanti bilang sama Arka jangan terlalu lama di sana. Cepat bawa dia pulang." kata mama.


"Baik nyonya." kata Roni.


Mama menutup telfon dengan wajah agak sedikit lega, mendengar Arka baik-baik saja.

__ADS_1


"Arka di mana tante, gak kenapa-napa kan." kata Intan.


"Arka di sungai dara Intan, apa kamu tahu siapa gadis yang akhir-akhir ini sedang dekat dengan Arka." tanya mama.


"Tahu tante." kata Intan dengan wajah tidak enak.


"Kamu tahu siapa gadis itu, bagai mana gadis nya." kata mama penasaran.


"Biasa aja tante, dan dia juga bukan dari kalagan orang berada." katq Intan.


"Apa kah nama Amelia Intan?" kata mama.


"Tante tahu dari mana nama gadis itu Amelia." kata Intan kaget.


"Tante tahu dari lukisan yang ada di dalam kamar Arka. Ada beberapa lukisan yang semua nya bertulis kan nama Amelia." kata mama.


"Jadi Arka benar-benar memajang lukisan gadis itu tante." kata Intan kaget.


"Iya, Arka memajang lukisan itu di kamar nya. Tante jadi penasaran Intan, bagai mana gadis itu sebenar nya." kata mama.


"Tante tidak marah, jika Arka mendekati gadis itu tante?" kata Intan.

__ADS_1


"Tante tidak bisa melarang, apa yang menjadi keinginan Arka Intan. Apa yang menjadi bahagia nya Arka." kata mama sedih.


__ADS_2