
Eza menjalan kan mobil nya menuju sebuah taman. Di sana, ia mencari tempat yang lebih tenang. Karna, kata-kata yang Intan ucap kan terus saja bermain-main di benak nya. Laksana sebuah rekaman yang terus saja memutar di benak nya.
Ia berpikir keras, berpikir untuk mengurai inti dari perkataan yang Intan kata kan pada nya. Hingga beberapa saat lama nya, ia masih duduk sendiri di kursi taman.
"Iya.... Apa yang Intan kata kan memang benar. Aku tidak boleh menjadi orang yang egois hanya karna aku cinta pada Lia. Intan benar, cinta yang tulus akan merela kan apa yang menjadi kebahagian orang yang kita cintai." kata Eza bicara sendiri.
Setelah hati nya tenang, ia pun memutus kan untuk pulang kerumah nya. Saat itu sore sudah semakin mendekati kesenja.
....
Tidak ada yang terjadi setelah pertemuan Eza dan Intan. Hubungan antara Arka dan Lia semakin harmonis saja. Tak jarang pulang dan pergi bersama sekarang.
Hari ulang tahun Arka juga tinggal benerapa hari lagi. Untuk meraya kan nya, keluarga Arka sudah bersiap-siap dengan kejutan yang di rahasia kan oleh semua yang terlibat.
Saat Lia sendiri duduk di kursi taman. Intan menghampiri nya. Intan sudah lama mencari waktu itu. Waktu Lia berada sendiri saja.
"Lia, bisa kah aku bicara pada mu sebentar saja." kata Intan.
"Ada apa Intan, bicara saja lah." kata Lia.
__ADS_1
"Di mana Arka, tumben dia tidak ada bersama mu." kata Intan.
"Arka ketoilet, aku sendiri di sini menunggu nya." kata Intan.
"Oh, bagus deh jika Arka tidak ada. Aku bisa bicara pada mu." kata Intan.
"Ingin bicara apa sih Intan, kata kan saja." kata Lia.
"Ini menyangkut Arka, tapi ini rahasia antara kita Lia. Tidak boleh sampai bocor pada Arka." kata Intan.
"Baik lah, aku tidak akan mengata kan pada Arka apa pun yang kamu kata kan." kata Lia.
"Baik lah, aku akan datang jika memang aku di undang." kata Lia.
"Aku adalah wakil dari keluarga Arka, jadi jangan bilang kamu tidak di undang. Karna Arka juga tidak akan mengundang siapa pun. Karna dia tidak tahu kalau mama dan papa nya mengada kan acara untuk ulang tahun nya." kata Intan menjelas kan.
"Baik lah, aku paham dengan apa yang kamu kata kan Intan." kata Lia.
"Kamu tinggal datang saja Lia, semua nya akan aku atur untuk mu. Jangan cemas masalah apa pun." kata Intan.
__ADS_1
"Itu Arka, ingat jangan bilang apa pun. Aku harus pergi." kata Intan sambil beranjak pergi dari kursi Lia.
Arka mendekat, dia tidak melihat Intan bersama Lia. Karna, Intan dengan secepat mungkin menghindar dari pandangan Arka.
"Maaf ya Lia, kamu jadi nunggu aku agak lama di sini." kata Arka.
"Gak papa Ka, kamu gak terlalu lama kok." kata Lia.
"Bagus deh kalau kamu gak merasa aku lama pergi nya." kata Arka.
Sebenar nya, Arka ketoilet tadi hanya untuk menghindar dari Lia. Karna rasa nya, jantung Arka tiba-tiba terasa nyeri. Maka nya, cepat-cepat Arka ketoilet untuk minum obat. Setelah rasa sakit nya agak hilang, baru lah ia keluar dan menemui Lia lagi.
Arka tidak ingin terlihat lemah di mata siapa pun. Apa lagi di hadapan Lia, orang yang sangat ia cintai.
🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧
Hai teman ku semua, aku sudah lama tidak menyapa kalian. Aku ingin ucap kan terima kasih banyak pada kalian yang telah sudi mampir apa lagi yang selalu kasih semangat pada aku. Semangat kalian adalah kekuatan bagi aku...
Cie.... Aku kebanyakan drama ya. Tapi itu benar lho teman. Selalu lah kasih semangat ya.
__ADS_1