
Intan tidak tahu harus berkata apa lagi pada teman nya ini. Dalam hati Intan sangat merasa sedih sekali. Karna, walau bagai mana pun dia berusaha mencoba mendekati Arka. Tetap saja, Arka tidak menganggap nya lebih dari teman.
'Kurang apa aku Arka, hingga kamu tidak anggap aku ada. Apa kurang nya perhatian dari ku, kurang cantik apa aku dari Lia itu. Aku rasa tidak ada kurang nya aku di banding kan dengan Lia'. kata Intan dalam hati nya.
"Ka, apa sih istimewa nya Lia di mata mu. Sampai kamu terlihat begitu suka pada nya." kata Intan.
Arka senyum mendapat kan pertanyaan itu dari Intan. Pertanyaan yang mengandung nada cemburu dari Intan sahabat nya.
"Aku tidak tahu apa istimewa dari Lia, hanya saja hati ku sangat nyaman dekat dengan Lia." kata Arka.
"Aku mau pulang dulu Ka, hari hampir senja. Nanti mama cemas sama aku yang gak pulang-pulang." kata Intan.
Intan pun pamit pulang pada mama Arka, setelah pamit pada Arka tadi. Mama mengantar Intan sampai depan pintu rumah nya.
....
Hari ini, Arka sudah mulai kuliah seperti biasa. Sebenar nya mama melarang Arka untuk kuliah dulu, hanya saja Arka bersikeras untuk masuk kuliah hari ini.
Kata nya, dia sudah sembuh dan gak sakit lagi. Untuk apa di rumah, jika terus di rumah akan bikin tambah suntuk saja. Mau tidak mau, mama terpaksa melepas kan nya pergi kuliah dengan kondisi nya yang masih belum bisa di kata kan sembuh.
__ADS_1
....
Saat ini, Arka sudah sampai di kampus. Seperti biasa, ia akan melaku kan ritual pagi nya. Yaitu, menunggu Lia datang di parkiran bersama satpam penjaga gerbang kampus.
"Mas Arka kemana tiga hari ini, kok gak kelihatan batang hidung nya." kata satpam kampus yang bernama Udin.
"Ada yang di kerja kan mas Udin, maka nya gak datang kekampus deh." kata Arka berbohong.
"Oh gitu, ada kerjaan kok gak di kabari sama pacar nya sih mas. Kan kasihan sama pacar nya bertanya mas nya kemana." kata Udin.
"Pacar saya mas Udin, siapa ya." kata Arka lupa.
"Oh... Lia maksud mas Udin. Apa iya Lia nanyain saja mas." kata Arka terlihat sekali bahagia nya.
"iya mas, gadis cantik itu bertanya di mana mas Arka."kata Udin.
"Mas Arka, itu pacar mas Arka."kata Udin saat melihat mobil Esy.
Arka terlihat bahagia, saat Lia sampai di parkiran. Arka pun berjalan mendekati mobil Esy.
__ADS_1
"Lia pangeran mu datang hari ini." kata Esy saat melihat Arka mendekat.
Lia tidak menjawab apa yang Esy kata kan. Dalam hati nya ada rasa bahagia saat melihat Arka datang hari ini.
"Lia,,,, apa kabar kamu, makin cantik aja deh. Padahal kan baru beberapa hari aku gak ketemu sama kamu." kata Arka.
"jangan banyak bicara kamu Ka, gombalan mu gak mempan sama aku." kata Lia.
"Aku gak gombal lho Lia, kamu memang makin cantik deh." kata Arka.
"Udah deh, jangan banyak bicara. Dan aku ingat kan jangan gombal sama aku." kata Lia.
Lia berjalan meninggal kan Arka, dalam hati nya terasa bahagia saat Arka menyapa nya.
"Lia... Mau kemana sih kamu, aku belum selesai bicara sama kamu lho Lia." kata Arka sambil mengejar Lia.
"Mau bilang apa lagi sih kamu Arka, mau gombal lagi kamu nya. Udah aku bilang kan gak mempan gombal sama aku." kata Lia.
Mereka terus ngobrol sampai di depan kelas Lia, sementara Esy hanya jadi penonton di belakang mereka berdua.
__ADS_1
Esy senyum melihat Arka dan teman nya tertawa bahagia. Karna, ada yang berbeda dalam pandangan Esy ketika melihat Lia memandang Arka. Lia terlihat bahagia saat bersama Arka.