
Hari ini Intan datang kekampus seperti biasa nya. Ia tidak menanggapi apa yang orang kata kan tentang dia. Intan seakan menutup mata dan telinga nya pada apa yang semua orang bicara kan.
Ia mencari Lia lagi hari ini, Intan berharap sekali Lia ada di kampus. Sehingga Intan bisa membawa nya.
Beberapa saat lama nya, Intan mencari di tempat biasa Lia berada. Akhir nya, Intan melihat Lia sedang duduk sendiri di taman biasa nya.
Lia terlihat sangat tidak ceria, Lia melukis sesuatu di atas kertas putih dengan sebatang pensil lukis di tangan nya.
Intan menghampiri Lia, ia tidak langsung menegur gadis itu. Intan malah ingin melihat apa yang sedang Lia lukis kan. Ternaya gambar wajah Arka, terlihat di atas kertas putih. Sayang nya lukisan itu masih belum selesai, tapi sudah terlihat bentuk wajah dari Arka di sana.
"Lia.... " kata Intan.
Lia kaget, tiba-tiba ada suara Intan di belakang nya. Lia langsung menutup lukisan itu dengan tas nya.
"Mau apa kamu di belakang ku Intan, sejak kapan kamu ada di sana." kata Lia.
__ADS_1
"Aku baru saja datang kesini. Dan melihat kamu melukis wajah Arka. Aku ingin kamu ikut dengan ku Lia. Ada yang mau aku tunjuj kan pada mu." kata Intan langsung saja, ia takut Lia tidak akan mendengar kan apa yang ia kata kan jika bertele-tele.
"Aku tidak ada waktu untuk ikut kamu Intan. Aku ada kelas sebentar lagi." kata Lia berusaha menolak.
"Aku minta tolong pada mu untuk sekali ini saja Lia, kamu harus ikut aku." kata Intan terlihat memaksa.
"Maaf kan aku Intan, aku tidak bisa ikut kamu." kata Lia sambil bangun dari duduk nya.
Lia ingin pergi dari taman itu, tapi sebelum itu terjadi. Intan menahan Lia dengan cara memegang tangan Lia.
"Tunggu Lia, aku mohon dengar kan aku untuk kali ini saja. Anggap saja ini permintaan yang terakhir kali nya dari aku untu mu. Aku mohon Lia, demi sahabat ku." kata Intan.
"Baik lah, aku akan ikut dengan mu Intan. Tapi, ini untuk yang terakhir kali nya aku menuruti permintaan mu." kata Lia.
"Terima kasih banyak Lia, ayo ikut dengan ku kemobil." kata Intan sambil berjalan.
__ADS_1
Lia mengikuti Intan dari belakang, ia tidak tahu mau kemana kah Intan sebenar nya. Intan mempersilakan Lia masuk kemobil nya.
Mobil itu pun berjalan meninggal kan kampus, Lia tidak bertanya apa pun pada Intan. Ia hanya duduk diam saja dalam mobil Intan. Intan juga sama, tidak ada yang mereka bicara kan selama mobil berjalan.
Sampai mobil berhenti di depan rumah sakit, Lia tidak mengerti apa yang ingin Intan tunjuk kan pada nya.
"Kita sudah sampai Lia, ayo ikut aku." kata Intan turun dari mobil.
"Kenapa kamu bawa aku kerumah sakit Intan." kata Lia tak mengerti.
"Kamu akan tahu nanti nya, ikuti saja aku." kata Intan.
Lia pun tidak bertanya apa-apa lagi, ia hanya turun dari mobil dan mengikuti kemana Intan melangkah. Sampai Intan berhenti di sebuah kamar rawat.
Kamar rawat itu pintu nya sedikit tembus padang. Jika melihat dari luar akan nampak orang yang di dalam nya.
__ADS_1
"Lihat lah di pintu itu Lia, kamu akan tahu apa yang sebenar nya ingin aku tunjuk kan pada mu." kata Intan.
Lia mengikuti apa yang Intan kata kan. Saat mata nya melihat kedalam kamar itu, Lia sangat di kaget kan pada apa yang ia lihat. Di sana terbaring Arka dengan selang infus di tangan nya.