
Hari ini, di kampus Lia datang lebih awal. Karna Esy izin tidak masuk kuliah untuk hari ini. Esy ada acara keluarga yang harus dia dan keluarga nya hadiri. Oleh sebab itu, Lia minta papa nya antar kan dia sebelum papa berangkat kerja.
Hasil nya, dia datang nya lumayan sangat pagi. Dia duduk di taman tempat ia duduk kemarin.
Ia mencoba melukis sesuatu dia atas kertas putih. Karna merasa hari masih pagi dan tidak ada yang bisa ia kerja kan selain membuat lukisan.
"Hey.... Boleh aku duduk di sini gak." kata Arka yang tiba-tiba muncul ntah dari mana.
"Duduk aja, ini kursi taman. Bukan kursi aku." kata Lia.
"Ya walau pun kursi taman, tapi kursi ini kan tidak kosong." kata Arka.
"Duduk aja, maka aku akan duduk di kursi yang lain. Karna masih banyak kursi lagi kan." kata Lia.
"Itu sama aja kamu gak izin kan aku duduk bersama. Aku mau nya duduk berteman." kata Arka.
"Kamu kan bisa cari teman yang lain selain aku." kata Lia.
__ADS_1
"Kamu marah soal lukisan mu. Aku minta maaf soal itu, dan sebagai ganti nya. Bagai mana jika aku yang teraktir kamu makan di kantin kampus selama sebulan." kata Arka.
Lia melihat kearah Arka yang memakai jaket hitan di padu dengan baju kaos merah di dalam nya. Terlihat sangat cool dan aura tampan nya keluar.
"Gimana, mau gak? Mau ya!" kata Arka.
"Gak usah, aku gak perlu kamu traktir hanya karna satu lukisan yang tidak berarti." kata Lia.
Ia bangun dari duduk nya, dan ingin pergi dari sana. Ia tak ingin berlama-lama dengan orang yang membuat nya marah kemarin.
"Aku rasa tidak ada yang mau di bicara kan lagi sekarang. Aku harus pergi karna ada mata kuliah pagi ini." kata Lia.
"Tunggu Lia, bisa kah kita berteman. Nama ku Arka." kata Arka sambil mengulur tangan nya.
Lia melihat tangan itu sejenak, tidak sopan bagi nya jika ia tidak menyambut uluran tangan dari orang yang berniat baik pada nya.
Ia pun menyambut uluran tangan Arka.
__ADS_1
"Nama ku Amelia, aku rasa kamu sudah kenal aku Arka." kata nya sambil melepas kan tangan nya.
"Baik lah, kita berteman sekarang ya. Aku mau sebagai tanda pertemanan kita. Kamu aku traktir makan di kantin kampus selama satu bulan. Dan kamu bikin aku lukisan untuk aku pajang di rumah, bagai mana?" tanya Arka.
"Itu terlalu berlebihan Arka, tidak perlu menawar kan aku makan di kantin kampus selama srbulan lagi. Kantin kampus itu sangat mahal tahu gak." kata Lia tak sengaja bicara masalah harga.
"Baik lah, bagai mana jika di cafe dekat sini saja. Aku harap kamu tidak nolak apa yang aku tawar kan kali ini ya." kata Arka.
"Aku tidak menawar kan nya secara geratis ljo Lia. Ada imbalan nya kan." kata Arka dengan cepat. Karna ia tahu, Lia mempertimbang kan hal itu.
"Baik lah, jika kamu memaksa kan itu. Lagian ini kan sama-sama menguntung kan. Aku dan kamu sama-sama tidak menceri keuntungan pada orang lain kan." kata Lia.
"Jelas, aku merasa kita ini impas kok Lia. Mana ada mencari keuntungan sendiri." kata Arka.
Akhir nya, Arka dan Lia sepakat makan di cafe ria selama sebulan dan Lia membuat lukisan untuk Arka sebagai bayaran atas makan di cafe itu.
Itu di anggap sebagai perayaan pertemanan antara Lia dan Arka.
__ADS_1