Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
51


__ADS_3

Eza tidak bisa mengata kan apa pun lagi saat ini. Karna, apa yang ia lihat saat ini adalah sebuah rasa bersalah pada wajah mama Arka. Eza tidak mungkin menambah rasa bersalah itu dengan mengata kan bahwa mama Windi sedang dalam kondisi yang tidak baik saat ini.


Karna Eza tidak menjawab, mama Arka langsung pergi sambil menagis. Ia keluar dari rumah sakit itu dengan rasa bersalah.


Mama menaiki mobil nya, meminta pasa sopir untuk menjalan kan mobil menuju kantor papa. Mama ingin papa tahu apa yang telah terjadi pada Intan. Dan donor jantung untuk Arka anak mereka adalah Intan, teman anak nya sendiri.


Sedang kan mereka yang tinggal di rumah sakit, masih dalam keadaan yang diam seribu bahasa. Lia yang sudah duduk di kursi tunggu depan kamar Arka, juga tidak mampu bicara sepatah kata pun.


Sampai akhir nya, Eza yang bicara duluan. Memecah kan kesunyian antara mereka bertiga.


"Ini yang aku tidak ingin kan, ini juga yang tidak Intan ingin kan. Intan ingin bersama Arka, untuk selama hidup Arka." kata Eza.


"Apa kah kamu tahu Lia, Intan sangat mencintai Arka selama ini. Tapi, Arka tidak mencintai nya." kata Eza lagi.

__ADS_1


"Iya, aku tahu semua itu. Tapi, apa yang Intan laku kan itu sangat tidak masuk akal." kata Lia.


"Itu lah bukti cinta nya untuk Arka Lia, tidak bisa bersama saling memiliki. Ia laku kan dengan menyerah kan hidup nya sebagai ganti kata saling memiliki." kata Eza.


"Itu bukan cinta nama nya, itu bodoh tahu gak." kata Esy.


"Itu lah arti dari cinta yang Intan miliki Esy. Intan memilih mati untuk menyelamat kan nyawa orang yang ia cintai. Jika Intan bunuh diri tanpa ada hasil apa-apa karna di tolak cinta nya, itu baru cinta bodoh." kata Eza.


"Apa beda nya semua itu Eza, kamu lihat Intan tiada juga kan." kata Esy.


"Iya... Kamu benar Eza." kata Esy yang baru bisa menaggapi apa yang Eza kata kan.


"Ternyata, cinta Intan pada Arka lebih besar dari cinta ku pada Arka." kata Lia.

__ADS_1


"Tidak juga Lia, hanya saja kalian berdua memiliki cinta yang berbeda. Intan ingin Arka mewujud kan cita-cita nya." kata Eza.


"Dari mana kamu tahu Eza, dari mana kamu tahu Intan mengata kan seperti itu." kata Lia.


"Aku sudah tahu semua nya Lia, Intan menulis semua dalam buku diary kesanyang Intan." kata Arka.


"Di dalam sana, Intan punya harapan besar. Aku yakin kamu tahu apa yang Intan harap kan dari kamu kan Lia. Aku harap kamu bisa menjalan kan apa yang menjadi keinginan Intan." kata Eza.


"Ya, aku akan berusaha memenuhi janji ku pada Intan. Aku tidak akan melukai dan menyakiti Arka. Intan ingin aku mencintai Arka selama hidup ku." kata Lia.


Lia masih ingat bagai mana Intan bicara pada nya di taman rumah sakit saat itu. Intan benar-benar terlihat sangat sedih ketika melihat bagai mana Arka sedang sakit, rasa sedih nya melebihi rasa sedih saat Intan bilang Arka menolak cinta nya


Ternyata, cinta Intan sangat besar pada Arka. Intan korban kan nyawa nya demi hidup Arka. Sangat tidak masuk akal, jika kita hanya berpikir dengan pikiran yang kita miliki.

__ADS_1


Mengorban kan nyawa, hanya demi orang yang kita cintai bahagai bersama orang lain. Tapi, bagi Intan. Ini adalah pilihan yang terbaik untuk dia dan orang yang ia cintai.


__ADS_2