
Hubungan Arka dan Lia makin harmonis saja. Tapi sampai saat ini pun, Lia tidak tahu jika Arka itu sakit.
Karna Arka tidak sedikit pun menunjuk kan rasa sakit nya pada Lia. Walau pun, akhir-akhir ini. Penyakit Arka lebih sering kambuh.
Saat ini Lia sedang duduk di taman sendirian, Esy sedang makan di kantin. Sedang kan Arka, hari ini Arka tidak masuk. Arka hanya memberitahu kan pada Lia lewat pesan singkat tadi pagi. Jika dia tidak bisa kekampus hari ini. Karna ada perjalanan bisnis untuk satu keluarga.
"Tumben kamu sendiri Lia, di mana Esy dan Arka." kata Eza yang tiba-tiba datang entah dari mana.
"Esy sedang makan di kantin, Arka tidak masuk hari ini." kata Lia.
"Kamu kok gak ikut makan di kantin Lia, apa aku beli kan jus saja untuk mu." kata Eza menawar kan.
"Gak usah Eza, aku sengaja gak makan. Soal nya udah sarapan di rumah, lagian gak selera kalau mau makan di kantin." kata Lia.
"Gak selera jika makan bareng Esy ya, selera nya itu jika makan sama Arka kan." kata Eza.
"Gak juga lah Za, memang lagi gak selera aja." kata Lia.
__ADS_1
Tak lama, Esy datang membawa kan minuman untuk Lia.
"Ini Lia, di minum ya. Aku akan selalu ingat pasa mu." kata Esy.
"Eh, mas Eza juga ada di sini." kata Esy lagi.
"Iya, kamu gak beli kan aku minuman juga Sy. Kamu tega banget." kata Eza.
Eza dan Esy sudah lebih akrab sekarang, Eza juga sering ngomong sama Esy. Tak ada batas atau apa lagi di atara mereka. Mereka sudah sangat dekat sebagai teman.
"Yah... Aku kan gak tahu jika mas Eza ada di sini. Mau aku beli kan lagi." kata Esy.
"Kok aku gak lihat ya, mas Eza ada di kantin." kata Esy.
"Yah mana aku tahu, emang kantin kampus itu kecil ya." kata Eza.
"Udah, kalian berdua ini ada aja modal untuk berdebat ya." kata Lia.
__ADS_1
Mereka terus bercanda, bertukar barang perdebatan dan pada akhir nya berakhir dengan tertawa bersama.
....
Sedang kan Arka, sebenar nya dia tidak pergi untuk bisnis keluarga. Melain kan, ia sekarang berada di rumah sakit. Karna sakit nya yang lebih sering kambuh, maka terpaksa harus di rawat di rumah sakit. Agar tahu penyebab dari sering nya kambuh dari penyakit yang Arka derita.
"Ka, apa kamu yakin mau bohong terus sama Lia." kata Intan.
Intan menemani Arka di rumah sakit, Intan selalu ada di mana Arka butuh teman.
"Iya, aku tidak ingin Lia tahu tentang penyakit yang aku derita. Aku tidak mau ada yang tahu Intan, selain kamu dan keluarga ku." kata Arka.
"Tapi, kamu akan menyiksa hati mu sendiri jika seperti ini Arka."kata Intan.
"Begini lebih baik Intan, aku gak ingin ia tahu aku ini sangat lemah." kata Arka.
Intan tidak bisa berkata apa-apa lagi, apa yang menjadi keputusan Arka, tidak mungkin ia rubah. Karna ia hanya lah seorang teman yang tidak mungkin bisa mengatur terlalu banyak dalam hidup teman nya.
__ADS_1
"Oh ya Ka, besok laporan kesehatan mu akan keluar. Kamu gak usah kuliah dulu deh besok, aku akan temani kamu di sini." kata Intan.
"Gak perlu Intan, kamu kuliah saja. Aku akan baik-baik saja di sini." kata Arka.