Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
18


__ADS_3

Lia merasa sangat malu, Esy sampai melihat nya berpelukan. Bukan hanya Esy sendiri yang melihat nya. Eza juga ada di sana, mereka mungkin berpikir yang macam-macam pada Lia dan Arka.


"Aku tadi bawa kan jus untuk mu Lia, jadi maaf kan aku ya." kata Esy.


"Maaf untuk apa sih Esy, kamu jangan bilang yang tidak-tidak deh." kata Lia serba salah.


"Gak masalah, minum nih jus nya. Nanti gak enak lagi jika lama-lama." kata Esy.


"Dan muka nya biasa aja, aku gak lihat apa-apa kok."kata Esy pada Lia yang terlihat malu.


"Ayo Esy, kelas nya mau mulai sebentar lagi." kata Eza.


"Oh ya ya... Kelas nya mulai sebentar lagi, Arka aku harus masuk kelas dulu ya, aku ada kelas soal nya." kata Lia.


"Baik lah, mungkin aku juga punya kelas sebentar lagi. Tapi, kamu nanti pulang bareng aku ya Lia." kata Arka.


"Okey.... " kata Lia sambil beranjak pergi meninggal kan Arka yang masih duduk di kursi.


Lia dan dua sahabat nya berjalan menjauh, hingga menghilang di balik gedung kampus yang banyak kelas nya. Sampai tak terlihat oleh Arka lagi.


Arka pun berjalan menuju kelas nya, dalam hati ia bertanya-tanya. Di mana kah Intan tidak ada di mana pun.

__ADS_1


Arka mencoba menghubungi Intan, tapi gadis itu tidak menjawab nya. Ia mencoba lagi dan lagi, tapi tetap saja tidak di angkat oleh Intan. Sampai dosen masuk kelas, baru lah Intan masuk mengikuti dosen dari belakang.


"Kamu kemana aja sih Tan, kok gak angkat telfon dari aku." kata Arka.


"Aku gak tahu kamu nelfon aku, ponsel nya dalam tas ku." kata Intan tidak melihat Arka sama sekali.


Arka agak merasa aneh dengan sahabat nya, tidak biasa Intan seperti itu. Tapi, mau bagai mana lagi. Arka mencoba untuk biasa saja, mungkin Intan ada masalah yang tidak Arka ketahui.


...


Sedang di kelas Lia, Esy sibuk menanya kan perihal Lia dan Arka saat pelukan tadi.


"Lia kata kan pada ku, kenapa tadi kamu dan Arka sampai pelukan di tempan umum." kata Esy.


"Ye... Kata nya gak ngeliat apa-apa, tapi sampai di sini di ungkit-ungkit. Gimana sih kamu Esy, gak wow banget." kata Lia.


"Iya... Niat nya sih mau bilang gitu, tapu bagai mana pun hati ku sangat penasaran tahu gak. Gak bisa aku tutupi rasa penasaran itu." kata Esy.


"Gitu aja penasaran, apa sih yang kamu pikir kan." kata Lia.


"Lia, jangan sembunyi kan apa pun dari aku. Jika kamu gak mau aku ngambek, dan jika kamu anggap aku adalah teman mu jawab aja apa yang aku kata kan." kata Esy memaksa.

__ADS_1


"Baik lah, aku akan kata kan nanti Esy. Sekarang lebih baij belajar dulu deh, kamu gak lihat dosen nya ada di depan." kata Lia.


Ya, saat ini mereka memang sedang belajar. Dosen sibuk menjelas kan di depan, sedang kan Esy sibuk bertanya pada Lia di belakang.


"Kata kan sekarang Lia, jika kamu gak ingin aku terus bicara. Kamu kan tahu aku bagai mana." kata Esy terus memaksa.


"Iya, aku dan Arka jadian tadi. Puas kamu, sudah aku kata kan." kata Lia.


"Apa? Kalian jadian." kata Esy sekencang-kencang nya. Sampai semua yang ada di dalam kelas melihat kearah Esy dan Lia. Termasuk dosen yang sedang menjelas kan pelajaran di depan kelas itu pun melihat.


"Siapa yang jadian Esy?" tanya dosen itu.


"Gak ada pak, hanya salah sebut saja." kata Esy sambil menunduk kan wajah nya.


"Kamu tidak berniat belajar ya Esy, jika tidak ingin belajar keluar saja kamu." kata dosen itu.


"Jangan pak, maaf kan saya." kata Esy.


"Baik lah semua nya, ayo mulai belajar lagi. Dan untuk kamu Esy, jangan bikin ribut lagi kamu." kata dosen.


"Baik pak." kata Esy.

__ADS_1


__ADS_2