Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
49


__ADS_3

Akhir nya, Eza dan Esy harus putar balik karna rumah Esy yang sudah Eza lewat kan.


Di depan rumah Esy sudah ada mama Esy yang menanti anak nya pulang dengan perasaan cemas.


"Esy, kamu kemana aja nak. Kenapa baru pulang nya sekarang sih." kata mama.


"Maaf mah, aku ada sedikit halangan tadi nya."kata Esy.


"Ya udah kalo gitu, kamu masuk sekarang. Eza masuk sekalian nak." kata mama ramah.


Mama Esy sudah sangat kenal dengan Eza, karna Eza sudah sering datang kerumah. Baik bertamu atau hanya sekedar menjemput Esy saat Lia tidak kuliah.


"Gak usah tante, aku ada urusan yang harus di selesai kan. Lain kali aja ya tante, lagian udah malam banget juga nih." kata Eza menolak.


"Ya udah deh, kalo Eza nya ada urusan. Tapi, kalo masalah malam sih, ini kan belum terlalu malam Za. Kan baru jam sembilan atuh nak." kata mama Esy.


Eza tersenyum dengan apa yang mama Esy kata kan. Benar juga, aku kan biasa jalan sampai jam sepuluh, jika kerumah Esy. Kata Eza dalam hati, tapi ia tidak menjawab nya langsung.

__ADS_1


Eza pun memutus kan untuk pamit saja pada mama Esy. Sedang kan Esy sudah masuk duluan dari tadi.


......


Esok nya, Esy datang kerumah sakit untuk menemani Lia sekalian minta maaf secara langsung pada sahabat nya karna telah membuat Lia cemas dengan keadaan nya.


Setelah sampai di rumah sakit, Esy berjalan kearah kamar Arka. Saat Esy masuk kamar, Esy di kejut kan dengan Lia yang sedang bersedih.


Esy langsung menghampiri Lia, karna penasaran kenapa sahabat nya bisa sedih seperti itu.


"Lia, ada apa ini. Kenapa kamu nangis sih, Arka baik-baik aja kan saat ini." kata Esy cemas, ia melihat kearah Arka yang terbaring.


"Lho, apa hubungan nya dengan Eza sih Lia. Eza gak papa kan, kamy jangan bikin aku cemas dong Lia." kata Esy.


"Hubungi saja Eza sekarang, aku akan minta Eza menjelas kan sesuatu." kata Lia.


Karna rasa penasaran nya, Esy tidak bertanya lagi. Esy langsung menghubungi Eza secepat nya. Esy menyuruh Eza datang kerumah sakit sekarang juga, sebagai mana pesan dari Lia.

__ADS_1


"Lia, aku sudah kata kan pada Eza, sama dengan yang kamu mau. Kita tinggal tunggu Eza datang sebentar lagi." kata Esy sambil duduk di sofa kamar Arka.


"Iya." jawab Lia singkat.


"Lia, sebelum Eza datang. Bisa kah aku tahu, apa masalah yang bikin kamu nangis, dan kamu ingin Eza datang kesini." kata Esy.


Dasar Esy orang yang sangat suka penasaran, tidak bisa menunggu lama dan tidak tahan dengan rahasia.


Lia tidak menjawab, tapi tangan nya mengambil ponsel yang ada dalam tas nya. Ia mencari sesuatu dalam ponsel itu.


"Esy, kamu lihat berita ini. Kamu baca baik-baik apa yang ada di dalam berita itu." kata Lia sambil menyerah kan ponsel nya pada Esy.


Esy menerima ponsel yang Lia ulur kan pada tangan nya. Ia melihat sekilas sebuah berita kecelakaan, lalu Esy membaca tulisan besar di bawah gambar mobil yang hancur itu.


Di berita itu di kata kan. Seorang perempuan meninggal dunia saat kecelakaan mobil.


Berita itu lengkap dengan tanggal waktu kejadian. Juga di sana ada nama yang tertulis jelas. Intan Wirako, Esy tahu betul siapa nama ayah Eza, dan Eza dengan Intan jelas sama satu papa.

__ADS_1


"Lia, aku tidak percaya ini benar. Ini hoak kan Lia, agar banyak yang baca." kata Esy tak percaya.


"Aku juga ingin berita itu hanya hoak semata Esy, tapi rasa nya itu nyata. Karna Intan sampai saat ini masih belum ada kabar nya." kata Lia dengan air mata di pipi.


__ADS_2