
Akhir nya, hari bahagia yang Eza dan Esy tunggu-tunggu ternyata sampai juga. Ini bukan saat yang terlalu bahagia sih, mereka akan punya hari bahagia yang satu lagi. Yaitu, hari pernikahan bagi mereka berdua.
Acara demi acara telah mereka lalui, kini tinggal acara tungan yang di tandai dengan pasang cincin pada tangan mereka masing-masing.
Ternyata benar, Arka dan Lia yang membawa kan cincin tunang untuk mereka berdua. Lia membawa kan untuk Eza, yang akan di pasang kan di jari manis Esy. Sedang kan Arka sebalik nya.
Begitu lantang suara pembawa acara yang menghitung mundur agar cincin di pasang di jari masing-masing. Sampai selesai acara pasang cincin nya. Itu tanda mereka sudah resmi menjadi tunangan.
Lia dan Arka duluan yang mengucap kan selamat pada pasangan yang baru selesai tunagan itu.
Saat acara hampir selesai, Eza bicara lantang di depan para hadirin semua.
"Hadirin semua, saat ini acara tungan kami telah berakhir. Tapi tunggu dulu, aku ingin sahabat kami untuk bicara soal hubungan mereka pada kekasih nya." kata Eza.
Semua hadirin sibuk bertanya siapa dan apa yang akan pasangan itu kata kan.
"Orang itu adalah Arka, ia akan mengata kan sesuatu pada kekasih nya di sini." kata Eza.
Arka terlihat bingun dengan apa yang Eza kata kan. Karna sebelum nya, Eza tidak ada bilang apa pun pada Arka tadi nya.
"Arka, kata kan apa yang ingin kamu kata kan pada Lia. Kapan kalian akan mengada kan pertungan." kata Eza lantang.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada Arka dan Lia yang duduk di kursi. Lia juga teelihat tidak mengerti dengan apa yang Eza kata kan.
Arka terlihat tidak karuan, dalam kebingungan itu. Mama dan papa datang, menghampiri Arka dan Lia. Di susul, mama papa Lia juga mama Windi.
Arka makin bingung lagi melihat semua itu, apa yang di rencana kan mereka semua sangat di luar dugaan Arka.
"Arka, kamu kok diam saja nak. Lia menunggu lamaran dari kamu." kata mama.
"Tapi ini kan bukan acara aku dan Lia ma, ini acara Eza dan Esy. Bagai mana bisa aku mengacau kan acara orang." kata Arka tak mengerti.
"Arka, mama dan tante Windi sudah sepakat setuju dengan permintaan dari Eza, Eza mau kamu dan melamar Lia di sini." kata mama.
Arka melihat kearah Eza yang masih setia di atas pangung. Eza menagngguk kan kepala nya, mengisyarat kan pada Arka. Bahwa ia ingin Arka melamar Lia.
Semua yang ada di sana sangat kaget dengan apa yang Arka kata kan. Eza kaget dengan apa yang Arka kata kan dengan suara lantang.
Lia tidak percaya dengan apa yang Arka kata kan. Tapi, semua orang begitu terkejut.
"Arka, apa yang kamu kata kan." kata mama.
"Iya, aku tidak ingin melamar Lia. Tapi, aku ingin langsung menikahi Lia yang ada di samping ku ini. Tidak pakai acara lamaran dab tunangan lagi. Aku ingin langsung mengikat nya dengan ijab khobul." kata Arka.
__ADS_1
Semua orang seakan keluar dari zona yang menegang kan. Ternyata maksud dari Arka bukan lah tidak mau menikah dengan Lia. Melain kan tidak ingin melamar, karna langsung ingin mengada kan acara pernikahan.
"Lia, apa kah kamu mau menikah dengan ku. Tanpa ada lamaran dan tunagan sama sekali." kata Arka sambil tiba-tiba berlutut.
Semua merasa ikut dalam lamaran yang mendadak itu. Karna awal nya tadi, Arka membuat orang jantungan karna penolakan Arka pada lamaran.
Semua melihat Lia sekarang, berharap Lia menerima Arka. Karna Lia terlihat bingung untuk menjawab apa yang Arka kata kan.
"Terima saja nak, kamu dan Arka kan saling cinta." kata mama Lia saat Lia melihat mama.
"Tidak.... " kata Lia, apa yang Lia kata kan sukses buat orang yang ada kaget.
"Lia.... " kata mama Arka.
"Iya, aku tidak bisa menolak lamaran dadakan ini. Lamaran yang Arka bilang tidak ada lamaran dan tunagan." kata Lia.
Saat jawaban Lia itu terdengar, sama seperti yang lain rasa kan saat Arka bilang tidak mau melamar Lia. Maka Lia pun membalas dengan di awali kata tidak. Yaitu, tidak mungkin menolak lamaran Arka.
Arka pun bagun, kemudian memeluk Lia erat-erat. Semua nya ikut terharu di sana, Eza yang turun dari pangung langsung memeluk Esy.
Tapi bukan Esy yang ia peluk, melain kan papa Esy yang tiba-tiba menghadang di depan anak nya.
__ADS_1
Semua nya terasa sangat bahagia di sana. Mama dan papa Arka rupa nya telah melamar Lia sebelum acara lamaran Esy di ada kan. Hanya saja, lamaran itu bersifat tertutup. Karna mereka semua sepakat untuk mengumum kan di acara tungan Esy.