Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
28


__ADS_3

Intan dan Arka baru saja sampai di rumah sakit. Intan membawa Arka kerumah sakut terdekat, agar Arka bisa di tangani sesegera mungkin.


Arka pun di bawa kedalam kamar di rumah sakit itu. Agar bisa segera di tangani oleh dokter. Karna Arka terus saja merintih kesakitan.


Intan menelfon mama Arka, memberi tahu kan kabar Arka yang berada di rumah sakit.


"Semoga kamu baik-baik saja Ka, sebentar lagi mama mu tiba." kata Intan bicara sendiri.


Benar saja, mama Arka tak lama sampai di rumah sakit itu. Mama segera menghampiri Intan yang munda mandir di depan pintu kamar tempat Arka di periksa.


"Bagai mana kabar Arka, Intan." kata mama.


"Belum tahu tante, dokter nya masih belum keluar." kata Intan.


Mama dan Intan menunggu dengan perasaan sangat cemas. Tak lama dokter pun keluar dari dalam kamar. Intan dan mama Arka segera menghampiri dokter itu.


"Bagai mana keadaan anak saya dok, apa dia baik-baik saja." kata mama cemas.


"Anak ibuk dalam kondisi yang sangat buruk. Jantung nya sangat tidak baik, saya saran kan agar anak ibuk tetap di rawat di rumah sakit." kata dokter itu.


"Baik lah, saya akan membujuk anak saya agar mau di rawat." kata mama.

__ADS_1


Yah, Arka tidak mau di rawat di rumah sakit. Karna, ia benci dengan aroma rumah sakit. Kata nya itu bau yang membuat diri nya semakin sakit saja.


"Apa kah kami sudah bisa melihat Arka sekarang dokter." kata Intan.


"Silakan, tapi harap tenang ya. Karna pasien sedang dalam kondisi yang tidak baik." kata dokter.


Mama dan Intan pun masuk kedalam kamar rawat Arka setelah dokter itu pergi. Di sana, Arka terbaring lemah tak berdaya.


Mama sangat sedih dengan kondisi Arka yang semakin memburuk. Apa yang bisa ia laku kan, tak ada apa pun selain berdoa saja.


Tak lama, Arka membuka mata nya. Mama terlihat sangat bahagia saat Arka sudah sadar.


"Ya, nak. Kamu mau apa, bilang sama mama." kata mama.


"Arka mau pulang aja, gak mau di sini lama-lama." kata Arka dengan nada lemah.


"Jangan pulang dulu Ka, kondisi kamu makin memburuk. Kamu harus di rawat di rumah sakit untuk sementara waktu." kata Intan.


"Gak perlu, di rawat atau ngak akan sama aja. Aku juga gak akan sembuh." kata Arka.


"Jangan gitu nak, mama yakin kamu akan sembuh." kata mama dengan air mata yang jatuh kepipi nya.

__ADS_1


"Jangan terlalu membohongi aku ma, mama kan tahu waktu ku tidak akan lama lagi kan. Tiga bulan itu waktu yang cukup singkat ma." kata Arka.


"Jangan bicara seperti itu Arka, baik lama atau pun sebentar. Kita harus berusaha, dokter aja bilang gitu kan." kata Intan.


"Baik lah, aku akan ikuti apa yang kalian mau. Tapi aku mau, mama bawa kan aku lukisan Lia yang ada di kamar ku." kata Arka mengalah.


"Baik Arka, mama akan bawa kan lukisan itu sekarang juga. Apa pun akan mama laku kan untuk mu nak." kata mama.


"Makasih ma, maaf kan Arka." kata Arka.


Mama pun keluar dari kamar Arka, ia berjalan menuju mobil nya. Mama akan pulang kerumah untuk menjemput lukisan Lia yang Arka pajang di kamar.


Sedang kan Intan masih tetap di dalam kamar Arka, menemani Arka saat mama pergi.


"Ka, apa kamu yakin tidak mau Lia sekalian yang datang menemani mu." kata Intan.


"Tidak, aku tidak ingin Lia yang datang. Cukup saja lukisan Lia yang menemani ku di saat-saat terakhir hidup ku." kata Arka.


"Ka, jangan bilang gitu. Aku yakin kamu pasti sembuh kok. Kamu jangan banyak mikir yang ngak-ngak ya." kata Intan.


Intan sangat sedih dengan kondisi teman nya ini. Apa lagi, saat seperti ini sebenar nya. Arka sangat butuh dukungan dari orang yang paling di sayangi nya. Tapi, Arka tidak berpikir seperti itu. Ia malah ingin orang di sayang nya membenci nya, agar saat ia tiada, orang itu tidak sedih karna kehilangan nya.

__ADS_1


__ADS_2