
Saat Esy sudah keluar dan berjalan menjauh, Intan baru keluar dari tempat ia bersembunyi. Entah apa yang ada dalam fikiran Intan saat ini. Tapi yang pasti, ia tidak ingin mengganggu waktu Lia dan Arka.
Intan memutus kan untuk pulang saja, karna bagi nya. Sudah cukup hanya melihat dari jauh. Tidak ikut bersama menjaga Arka adalah pilihan terbaik bagi nya.
Karna, di sana Lia sudah ada menjaga Arka. Dan Arka juga sangat bahagia bersama orang spesial yang ia ingin kan. Walau pun sakit, Arka masih bisa senyum manis saat bersama Lia.
Setelah Intan pergi, Esy baru kembali dari toilet. Tapi sempat ia melihat Intan pergi dari rumah sakit itu. Hanya saja, Esy tidak terlalu mengenali Intan. Karna Esy hanya melihat belakang nya saja. Tidak melihat secara langsung wajah nya. Esy pun masuk kedalam kamar Arka.
"Kok lama banget sih Esy, kamu tidur apa ngapain sih di dalam toilet." kata Eza.
"Eh, mas Eza. Mana ada orang tidur dalam toilet yang ada itu menghayal tahu gak." kata Esy asal.
"Menghayal apaan dalam toilet, mana bisa aku menghayal dalam toilet." kata Eza.
"Itu kan kamu, kamu kan bukan orang seni. Mana bisa berimajinasi." kata Esy.
"Jadi kamu orang seni ya, menghayal dulu di toilet. Apa yang kamu hayal kan tadi di dalam sana." kata Eza.
"Eza.... " kata Esy. Kata-kata nya terhenti oleh suara Lia.
__ADS_1
"Cukup deh kalian berdua ini, kok gak ada tenang-tenang nya sama sekali sih. Asik berdebat aja kerjaan nya." kata Lia.
"Lagian, kata nya kalian ada kelas lagi kan. Kalian masih aja di sini, sampai kapan kalian mau tetap di sini." kata Lia pada kedua teman nya.
"Benar juga ya, kita kan ada kelas Za." kata Esy baru ingat.
"Ini itu.... " kata Eza. Kembali kata-kata Eza di henti kan Lia.
"Cukup, cukup, cukup.... Jangan berdebat lagi." kata Lia mencegah duluan, agar tidak terjadi debat lagi antara Esy dan Eza.
"Gak kok, gak ada debat lagi. Ayo Esy kita pergi sekarang. Kayak nya Lia mulai bosan ada kita di sini." kata Eza dengan senyum manis nya.
"Lho,,,, kok malah bilang aku yang bosan sih. Kalian yang.... " kata Lia. Sekarang giliran Lia yang tertahan kata-kata nya.
"Gak kok, aku gak berdebat Arka. Hanya bilang saja, apa yang Eza kata kan itu salah dan bikin sakit hati tahu gak." kata Lia.
"Esy kita harus pergi sekarang, dari pada Lia benar-benar ngusir kita." kata Eza sambil menarik tangan Esy.
Mata Lia melotok kearah Eza, Eza hanya tersenyum dengan apa yang Lia laku kan.
__ADS_1
Esy berhenti di depan pintu, ada yang ia lupa kan.
"Oh ya Lia, besok kamu harus datang kekampus ya. Karna ada yang mau di sampai kan oleh dosen, kata nya semua harus datang." kata Esy menyampai kan apa yang sebenar nya menjadi niat mereka datang.
"Iya, besok aku akan masuk kuliah." kata Lia.
Esy pun pamit setelah menyampai kan apa yang ingin di sampai kan nya tadi. Mereka berjalan meninggal kan kamar rawat Arka.
Setelah Eza dan Esy pulang, Lia hanya tinggal berdua dengan Arka. Mama dan papa Arka akan datang malam nanti. Karna ada Lia yang menjaga Arka. Mama dan papa hanya datang saat malam atau saat Lia sedang kuliah.
"Sayang, kamu gak pulang juga ya. Kamu kan belum ada istirahat lho." kata Arka.
"Gak papa Ka, aku kan datang nya tadi pagi, bukan dari tadi malam. Sekarang kan masih siang." kata Lia.
"Sayang, ini sudah sore lho. Bukan siang lagi, kamu kan juga harus jaga kesehatan kamu." kata Arka.
"Aku gak papa Ka, kamu jangan cemas kan aku. Aku gak bisa tinggal kan kamu sendiri di sini." kata Lia.
"Maaf kan aku Lia, aku jadi merepot kan kamu." kata Arka sedih.
__ADS_1
"Gak masalah, kamu adalah pangeran ku tahu gak." kata Lia.
"Iya.... Pangeran lemah mu kan. Yang gak bisa apa-apa, hanya bisa baring saja." kata Arka sambil tersenyum.