Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
57


__ADS_3

Acara lamaran itu telah berlalu seminggu yang lalu, karan keluarga Arka adalah keluarga orang kaya.


Maka dalam waktu seminggu, mereka selesai menyiap kan resepsi pernikahan yang besar-besaran. Acara nya di adakan di rumah Arka.


Pernikahan Arka dan Lia, di langsung kan dalam waktu yang lumayan sangat singkat. Namun acara sangat meriah dan banyak sekali tamu yang hadir.


Saat ini, Lia dan Arka di temani orang tua nya masing-masing. Sedang menerima ucapan selamat dari para hadirin yang datang.


Setelah ijab khabuk di ada kan tadi pagi, sangat mendebar kan rasa nya. Tapi, semua itu mampu Arka lewati dengan aman dan selamat.


"Kalian mendahului kita berdua ya, benar-benar nyebalin kalian berdua." kata Eza.


"Iya, kamu sih Eza. Bikin acara nya lama banget, kan duluan Lia dan Arka deh." kata Esy saat mereka berdua memberi kan selamat pada Arka dan Lia.


"Salah kalian, kenapa gak langsung nikah aja." kata Lia.


"Eh... Enak bener tu mulut ya. Mau langsung nikah aja, kalian berdua sih enak. Lah kami masih banyak yang harus di urus, tahu gak." kata Esy.


"Atau gini aja deh, kalian numpang aja nikahan di acara kita. Iya gak sayang." kata Arka pada Lia.


"Iya ya sayang, mending kita numpang di acara nya mereka. Sama kayak waktu itu lho ya." kata Eza.


"Enak aja, mana boleh numpang. Ini nikahan tahu gak, bukan lamaran yang Arka bilang gak mau lamaran itu. Padahal kan lamaran juga, hahaha... " kata Esy tertawa ingat saat itu.

__ADS_1


"Udah deh, jangan banyak bicara. Yang penting kami nikah duluan." kata Arka.


"Ehem.... Kalian udah belum sih, kan masih banyak yang antri di belakang." kata mama Esy.


Esy pun melihat kebelakang mereka, tidak ada yang antri selain mama dan papa Esy. Mereka sengaja salaman yang terakhir, karna ingin ngobrol panjang lebar.


"Gak ada yang antri kok ma, kenapa mama bilang masih banyak yang antri sih." kata Esy.


"Iya, mama sama papa kan juga masih antri nih. Masa kalian berdua aja yang terus ngobrol." kata mama Esy.


Lia dan yang lain tertawa, karna tingkah mama Esy barusan bikin lucu saja. Eza dan Esy pun ngalah, mereka menepi dahulu agar mama dan papa bisa kasih doa restu pada pengantin baru itu.


.....


Itu membuat mereka merasa malas untuk berada di luar, apa lagi untuk bantu beres-beres lebih tidak mau lagi mereka.


Lagian, yang beres-beres juga sudah ada, apa lagi yang mau di kerja kan di luar sana.


Lia dan Arka ada di kamar pengantin mereka, bukan nya ganti baju. Arka malah melihat Lia, yang membuka kan hiasan yang ada di kepala nya.


"Mau aku bantu sayang." kata Arka.


"Gak usah lah Ka, aku bisa semdiri. Mending kamu ganti baju sekarang." kata Lia.

__ADS_1


"Ya udah deh, aku gamti baju aja lah. Kamu pun gak mau aku bantuin." kata Arka.


Arka mengambil baju dalam lemari nya. Membawa baju itu kekamar mandi. Lia hanya melihat saja apa yang suami nya laku kan. Lia tak mau komen apa pun, Arka melaku kan itu pasti ada sebab nya.


Sampai di kamar mandi, Arka melihat wajah nya di cermin. Kemudian membuka baju nya, dan melihat badan nya di depan cermin.


Terlihat jelas, di dada nya bekas jahitan dan banyak nya bekas jarum suntik di sekitar perut nya.


Aku belum siap Lia melihat tubuh ini. Maaf kan aku Lia, kamu pasti tidak ingin melihat tubuh yang seperti ini kan. Kata Arka dalam hati sambil menatap tubuh nya dari cermin.


Arka berada dalam kamar mandi sangat lama, sampai Lia yang dari tadi membuka riasan kepala dan sudah pun selesai mengganti baju. Tapi, Arka masih saja dalam kamar mandi.


"Ka, kamu gak papa kan di dalam. Kok lama banget sih." kata Lia sambil mengetuk pintu kamar." kata Lia.


"Ya, aku gak papa sayang. Sebentar lagi aku keluar." kata Arka.


Lia pun baring di atas kasur milik Arka, yang sekarang juga milik Lia kan. Lia tak habis pikir dengan apa yang Arka laku kan di kamar mandi begitu lama nya. Entah apa yang ia laku kan.


Beberapa saat kemudian, Arka baru keluar dari kamar mandi. Ia melihat istri nya sudah tertidur di atas ranjang.


"Lho kok malah tidur sih kamu cantik, ini kan belum juga malam sayang. Masih sore udah tidur aja kamu." kata Arka.


Arka pun baring di samping istri nya, sambil memeluk tubuh Lia yang cantik. Ia ikut terlelap bersama istri nya di sore itu.

__ADS_1


__ADS_2