
Sudah sebulan berlalu, dari acara pernikahan Esy dan Eza. Ternyata mama Arka tadi dapat kabar jika saat ini Esy sedang mengandung.
Saat mereka makan malam, mama membicara kan soal Esy dan Eza yang sudaj ada hasil dari pernikahan mereka.
"Lia, Arka, apa kalian sudah dapat kabar bahwa Esy sekarang sedang hamil." kata mama.
"Iya ma, Esy sudah kasih tahu sama aku tadi di kampus." kata Lia.
"Iya, baru sebulan mereka menikah. Udah ada kabar bahagia saja yang datang dalam keluarga mereka ya." kata papa.
"Iya Lia, Arka, Eza sudah menunjuk kan jika ia dan Esy bisa kasih cucu pada mama dan papa mereka. Kamu kapan kasih mama cucu nya Arka." kata mama.
Mendengar kata itu, Lia merasa tidak enak hati. Bagai mana mau kasih cucu pada orang tua nya. Sedang kan Arka saja masih minta waktu sama dia. Sedang kan Arka hanya diam saja mendengar kan apa yang mama nya kata kan.
"Aku mau kekamar dulu ma, pa. Ada mata kuliah yang harus aku kerja kan." kata Lia.
"Lho, makanan kamu belum habis lho Lia. Masa mau masuk kamar saja sih." kata mama.
"Gak papa ma, nanti Lia lanjut kan makan nya lagi. Soal nya banyak banget tugas yang mau Lia kerja kan." kata Lia.
Lia pun masuk kedalam kamar, Arka merasa tidak enak hati dengan sikap istri nya barusan. Karna ia tahu, Lia pasti sangat tertekan karna pertanyaan mama nya.
__ADS_1
Arka menyusul Lia kekamar, di sana Lia sedang baring di atas kasur. Ia membenam kan wajah nya di atas guling.
"Lia, maaf kan aku. Kamu jadi begini karna aku Lia." kata Arka.
"Tidak, aku tidak apa-apa kok. Hanya saja, aku merasa tidak enak dengan apa yang mama kata kan." kata Lia.
"Malam ini, aku akan penuhi permintaan mama pada kita." kata Arka.
Lia seakan tak percaya dengan apa yang Arka kata kan. Apa yang Arka maksud kan itu.
"Maksud kamu apa Ka?" kata Lia.
"Bukan kah mama ingin cucu kan Lia, maka nya malam ini aku penuhi keinginan mama." kata Arka.
"Iya, tapi aku sudah berubah pikiran Lia. Tapi, sebelum itu aku ingin tahu. Apa kah kamu sudah siap melihat tubuh ku yang tidak sempurna itu Lia." kata Arka.
"Maksud kamu?" kata Lia.
"Kamu kan tahu, aku tidak sempurna Lia, jadi apa kah kamu mau menerima nya saat kamu tahu bagai mana tubuh ku." kata Arka.
Lia menggangguk kan kepala nya, seharus nya pertanyaan seperti ini tidak perlu Arka tanya kan lagi pada nya. Karna selama Arka sakit kan Lia juga selalu menemani nya.
__ADS_1
Arka membuka baju nya di hadapan Lia, di sana terdapat bekas jahitan yang masih terlihat jelas. Dan banyak nya bekas suntikan di bagian perut Arka.
Saat melihat Arka membuka baju nya, Lia menutup mulut sambil menagis. Air mata itu, tidak bisa ia bendung. Ternyata, suamia nya selama ini sunguh sulit untuk bertahan hidup.
"Lia, aku sudah bilang pada mu bukan. Aku tidak sempurna dan banyak kekurangan. Itu alasan nya aku belum siap kamu melihat tubuh ku." kata Arka.
Lia tidak menjawab, ia bangun dari dudul nya. Langsung memeluk Arka yang berdiri di samping kasur.
"Kamu tidak perlu malu atau takut pada apa yang menjadi kekurangan bagi diri mu Arka. Tapi kamu harus menerima nya dengan senang hati, karna itu bukti kamu melewati masa yang sulit untuk bertahan hidup. Dan kamu telah berhasil melalui masa sulit itu." kata Lia sambil menangis dalam pelukan Arka.
"Sudah lah, jangan menangis lagi. Kamu tidak perlu membuang air mata mu Lia." kata Arka sambil menyapu air mata nya.
"Jangan menagis lagi, saat ini kamu adalah istri yang belum beruntung. Tapu, aku akan berusaha menjadi kan kamu sebagai istri yang sangat beruntung kedepan nya.
"Jangan banyak bicara kamu Arka, tunjuk kan saja pada ku. Bagai mana kamu bisa membuat aku istri yang beruntung nanti nya." kata Lia.
"Sebentar lagi kamu akan tahu Lia, dan kamu akan lebih tahu saat kita sudah punya anak." kata Arka sambil menduduk kan Lia di ranjang.
😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😆😄😆😆
__ADS_1
Sekali lagi maaf teman-teman, karna halangan pajak yang sedang beredar. Maka adegan ini telah di sensor. Karna tidak cukup nya pajak, jadi nya kalian harus kecewa lagi. 😄😄😉😉
Jangan marah pada ku ya, karna tidak lulus sensor membuat kalian kecewa untuk yang kesekian kali nya. Di harap kemakluman nya teman. 😄😄😄