Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
61


__ADS_3

Saat Arka turun kebawah ingin mencari di mana mas Ujang. Lia sudah ada di tangga, ingin naik keatas.


"Mau kemama kamu Ka, kok buru-buru banget." kata Lia.


"Ada yang mau aku ambil di mobil. Kamu naik aja dulu ya." kata Arka.


Lia pun naik saja, tanpa ada rasa curiga atau apa pun. Dan Arka pun melanjut kan langkah nya untuk mencari tahu isi kantong hitam.


Arka sibuk mencari mas Ujang di belakang rumah. Ternyata mas Ujang sedang sibuk menyiram tanaman.


"Mas Ujang, sini sebentar dong mas." kata Arka.


"Ya den Arka, ada apa?" kata Ujang.


"Mas, tadi Lia mintak apa sih sama mas Ujang. Yang isi dalam kantong hitam itu lho mas." kata Arka menjelas kan.


"Oh, itu non Lia mau mangga muda tadi den, hanya saja mau nya yang baru di petik. Saya nyari mangga nya dari tadi siang lho den, cuma dapat nya pas sore ini." kata Ujang.


"Mangga muda yang baru di petik mas?" tanya Arka bingung.


"Iya den, non Lia mau mangga muda yang baru di petik. Kirain saya mau non Lia makan, eh ternyata cuma mau di cium aja." kata Ujang.


"Lho, Lia minta sama mas Ujang di cari kan mangga muda yang baru di petik hanya untuk di cium bau nya saja. Kok bisa sih, istri ku berubah aneh." kata Arka bingung.


"Saya juga tidak tahu den, saya juga tidak paham sama non Lia." kata Ujang.

__ADS_1


"Ya udah mas Ujang, maaf ya saya ganggu kerjaan mas Ujang. Lanjutin aja deh, kerjaan nya." kata Arka.


Arka pun kemabli kekamar nya, dia masih bertanya-tanya. Kenapa Lia bisa mau yang aneh seperti itu. Udah bikin orang susah seharian hanya untuk nyari mangga muda. Tapi bukan buat makan, melain kan hanya buat mencium aroma nya saja.


"Kamu dari mana aja sih Ka, kata nya capek tadi mau istirahat." kata Lia saat Arka baru saja membuka kan pintu kamar.


"Aku ambil barang, sekalian bicara sama mas Ujang tadi sayang. Kata mas Ujang kamu mau mangga muda tadi ya." kata Arka.


"Iya Ka, aku minta mangga muda tadi." kata Lia ngaku.


"Kenapa gak di makan sayang, kasihan dong sama mas Ujang nya. Kalau kamu minta mangga muda hanya buat di cium bau nya aja." kata Arka.


"Gak tahu, aku hanya butuh aroma nya saja. Tidak butuh mangga nya Ka." kata Lia.


Saat Arka mendekat, Lia mencium bau Arka.


Arka pun mencium baju nya, tak ada yang aneh. Dan juga bau badan nya masih wangi juga lagi. Dan yang paling penting, gak ada bau amis. Karna parfum yang Arka pakai itu parfum yang Lia sukai selama ini.


"Ya ampun sayang, aku kan gak ada kemana-mana dari tadi, habis kuliah langsung pulang deh. Lagiam gak ada yang amis kok, ini kan parfum yang kamu sukai." kata Arka menjelas kan.


"Kamu gak tercium ya, bau nya itu amis banget, mual lho aku mencium nya." kata Lia.


"Ya udah, aku mandi sekarang. Kamu gak perlu tutup hidung lagi." kata Arka sambil pergi kekamar mandi.


.....

__ADS_1


Saat selesai makan malam, Lia masuk kekamar duluan. Kata nya capek, mau istirahat duluan. Sedang kan Arka masih duduk di sofa ruang keluarga bersama mama dan papa.


"Ma, ada yang aneh gak sama istri aku." kata Arka pada mama.


"Aneh apa nya, menurut mama biasa saja Lia itu." kata mama.


"Aneh lho ma, masa aku wangi di bilang amis sih. Dan lagian masa mau mangga muda hanya cuma mau cium aroma nya saja." kata Arka.


Mama dan papa tersenyum lebar, Arka tak mengerti dengan apa yang mama dan papa pikir kan. Karna, pertanyaan nya hanya mama dan papa jawab dengan senyum sambil berpandang-pandangan saja.


"Ma, pa, kalian kok malah senyum sih. Arka kan bingung sama tingkah Lia saat ini." kata Arka.


"Arka, itu sama persis yang kamu minta saat mama hamil dulu. Pantas saja jika Lia mau nya itu." kata papa.


"Maksud papa apa sih pa, Arka masih bingung ini." kata Arka.


"Arka, mama mu dulu hamil kamu juga sama. Minta mangga muda, tapi bukan untuk di makan hanya untuk di cium aroma nya saja. Mati-matian papa nyari mangga nya, eh hasil nya malah terbuang sia-sia." kata pap lagi.


"Iya Arka, jika Lia saat ini tidak mau mencium bau parfum yang kalian sukai. Kamu lihat saja, ada yang lebih bikin kamu sakit hati lagi nanti nya. Kamu tunggu saja, apa yang akan ada selanjut nya." kata mama.


"Maksud mama dan papa itu apa sih, apa saat ini Lia sedang hamil pa, ma." kata Arka penuh semangat.


"Iya, jika melihat dari ciri-ciri nya. Istri kamu memang sedang hamil, sebaik nya kamu cek lagi kedokter deh. Karna tanda-tanda nya mungkin saja salah." kata papa.


"Tapi, mama rasa gak salah deh pa. Karna sama persis sama mama hamil Arka dulu. Mama gak suka sama wangi nya parfum dan mangga cuma mua aroma nya saja." kata mama.

__ADS_1


Apa yang mama kata kan tambah bikin Arka bersemangat lagi. Ia berharap jika tanda itu tidak salah. Tanda itu tepat ada nya, agar ia juga punya anak.


__ADS_2