
Lia masih tidak mengerti dengan apa yang di lihat nya. Ia melihat kearah Intan, meminta agar Intan menjelas kan.
"Lia, dia orang yang sangat mencintai kamu. Dia tidak pernah menghianati kamu sebenar nya. Hanya saja, ia tidak punya cara lain lagi. Arka membohongi kamu agar kamu membenci nya." kata Intan.
"Maksud kamu apa, kenapa Arka harus bohong pada ku dan ingin aku benci dia." kata Lia.
"Lia, Arka sebenar nya memiliki kekainan jantung. Arka sudah lama menderita penyakit ini. Tapi tak ada yang tahu selain aku dan keluarga nya." kata Intan.
Saat mendengar itu, Lia kaget bukan kepalang. Ia menutup mulut dengan tangan nya, air mata tidak bisa di tahan kan nya lagi.
"Dan satu hal lagi Lia, dia ingin kamu membenci nya. Karna di perkira kan, Arka hanya mampu bertahan selama tiga bulan. Karna dia sangat sayang pada mu, ia tak ingin kamu sedih saat ia tiada." kata Intan.
"Tidak.... Ini tidak mungkin, kamu bohong sama aku kan Intan. Kata kan pada ku ini bohong Intan." kata Lia sambil menahan jeritan hati nya.
__ADS_1
Lia terduduk lemah di depan pintu kamar Arka, hati nya terasa sangat sedih setelah tahu apa yang sebenar nya terjadi.
"Lia, ini lah kenyataan dari Arka. Kamu ingat kan, saat kamu mencari Arka dan bertanya pada ku. Saat itu Arka sedang sakit, aku tidak bisa mengata kan nya pada mu. Karna Arka tidak ingin siapa pun tahu tentang kondisi nya. Apa lagi pada mu yang sangat ia cintai Lia. Dan saat dia bilang ada perjalanan bisnis dengan keluarga, itu juga bohong. Sebenar nya Arka sedang di rawat di rumah sakit saat itu." kata Intan menjelas kan panjang lebar.
Lia diam, dia ingat betul bagai mana saat ia bertanya pada Intan di mana Arka. Dan sering nya Arka bilang tak bisa kuliah karna ada perjalanan bisnis dengan keluarga.
"Lia, Arka hanya punya satu impian. Ia ingin menikah dengan mu. Tapu sayang nya ia tidak ingin membuat mu menderita setelah dia pergi." kata Intan.
"Aku tidak perduli kondisi nya, aku tidak perduli bagai mana dia. Selemah apa Arka, aku tidak akan meninggal kan nya." kata Lia.
Arka masig menutup mata nya, saat ada isakan dari Lia membuat Arka terbangun. Arka membuka kan mata nya, saat ia melihat Lia di sana. Arka sangat kaget, awal nya ia mengata kan jika ia sedang bermimpi.
Tapi, saat tangan Arka menyentuh tangan Lia. Itu terasa nyata, dan bukan lah mimpi. Yang ada di samping nya saat ini adalah orang yang sangat ia cintai.
__ADS_1
Lia menggengam tangan Arka sambil menangis, Lia tidak bisa menyembunyi kan air mata dan kesedihan nya.
"Lia, kenapa kamu bisa ada di sini. Apa kah aku mimpi saat ini Lia." kata Arka dengan suara yang sangat lemah.
"Tidak Arka, kamu tidak mimpi saat ini. Ini memang aku, Lia." kata Lia.
Arka ingin bangun, karna ia tak mengerti kenapa Lia bisa ada di samping nya. Tadi nya ia pikir itu hanya mimpi.
"Jangan bangun Arka, kamu tidak perlu kaget seperti itu. Aku sudah tahu semua yang terjadi pada mu." kata Lia menahan Arka yang ingin bangun.
"Maaf kan aku Arka, aku rasa kamu gak cukup hanya berteman dengan lukisan. Aku ingkar janji ku pada mu. Aku bawa orang nya sekalian untuk menemani mu." kata Intan.
Arka menatap Intan tak percaya, kenapa Intan mengata kan kondisi nya pada Lia. Dan bahkan membawa Lia menemui nya. Saat ini keadaan nya sangat lemah. Bagai mana jika Lia menyesal kenal dengan lelaki selemah dia.
__ADS_1
"Kenapa kamu kata kan pada Lia Intan, aku kan sudah bilang jangan bilang apa pun pada siapa pun, apa lagi pada Lia." kata Arka.