Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
41


__ADS_3

Kondisi Arka semakin menurun, pagi ini dokter memberi kan kabar yang tidak ingin di dengar oleh semua orang. Kabar semakin memburuk nya kondisi Arka.


Lia di temani Esy dan Eza, tetap berada di rumah sakit. Esy kemarin sempat pulang mandi dan makan sebentar, di temani Eza. Sedang kan Lia, tidak pulang sama sekali.


Tadi pagi, mama Lia juga ada di rumah sakit. Setelah tahu Lia tidak pulang dari rumah sakit, karna kondisi Arka semakin memburuk. Mama tahu nya dari Esy, semalam Esy sempat kan mengambil baju Lia di rumah nya. Sekalian kasih tahu sama mama Lia, jika Lia gak pulang kerumah.


Untung nya mama dan papa Lia adalah orang tua yang baik. Tidak marah sama Lia yang lebih mementing kan Arka di banding kan kuliahan nya. Mama dan papa Lia orang yang sangat pengertian sih sebenar nya.


Sedang kan mama dan papa Arka berada dalam kesedihan. Kondisi Arka yang semakin menurun dan kata nya, tidaka ada yang bisa mereka laku kan lagi. Hanya doa, doa dan doa. Hanya itu yang bisa di laku kan, karna dokter bilang. Arka hanya menunggu waktu saja.


Setelah mengata kan hal itu, dokter pun pergi dari sana. Meninggal kan keluarga dan semua yang berharap kesembuhan Arka, jadi tidak punya semangat lagi sekarang.

__ADS_1


Tak lama kemudian, dokter itu datang kembali dengan seorang suster bersama nya.


"Kalian semua harus senang, karna saya membawa kan kabar bahagia untuk kalian semua." kata dokter itu saat berada di kamar Arka.


"Maksud dokter, kabar bahagia seperti apa yang dokter ingin kata kan." kata papa penuh semangat.


"Ada seseorang yang telah berpesan pada dokter di rumah sakit ini. Jika ia mati, ia akan mendonor kan jantung nya pada Arka. Dan jantung orang itu cocok dengan Arka." kata dokter itu terlihat bahagia.


Saat mendengar kan itu, semua yang ada di sana sangat bahagia. Termasuk Esy dan Eza, mereka semua bersyukur. Ada yang bisa menyelamat kan Arkapl pada saat yang sangat genting seperti ini.


Mereka tidak menanya kan apa pun saat dokter mengata kan kabar bahagia itu. Mereka hanya tahu, jika nyawa Arka bisa di selamat kan. Mereka tidak perduli dengan siapa yang mendonor kan jantung untuk Arka. Dan kenapa orang itu, sakit apa kah dia. Mereka seakan lupa pada pertanyaan tentang orang yang akan mendonor kan jantung untuk Arka.

__ADS_1


Keluarga Arka di minta mengurus persyaratan untuk operasai nya Arka. Arka akan di operasi secepat mungkin. Agar nyawa nya bisa di selamat kan.


Arka di bawa keruangan operasai, mereka semua di suruh menunggu di luar. Karna operasai Arka akan segera di laksana kan.


Saat itu, ponsel Eza berbunyi. Di sana tertera nama papa nya yang menelfon Eza.


"Siapa yang nelfon Za, kok gak di angkat sih." kata Esy saat melihat Eza hanya melihat ponsel nya saja.


"Gak penting kok Sy, hanya miskol doang." kata Eza.


"Oh,,,," kata Esy singkat.

__ADS_1


Eza tidak mengangkat telfon dari papa nya, sejak kejadian itu, Eza dan papa nya seakan bukan keluarga. Maka nya, papa nya nelfon dia tidak mau mengangkat nya.


Bagi Eza, papa nya telah tiada karna bikin hati mama nya terluka. Sama hal nya, Intan juga begitu sama papa nya. Mereka sama-sama benci papa mereka. Karna papa adalah penyebab mama mereka sakit hati.


__ADS_2