Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
63


__ADS_3

Hari demi hari berlalu begitu cepat, sekarang Lia sedang berada di rumah sakit. Berjuang antara hidup dan mati untuk melahir kan anak pertama nya.


Dua mama dan dua papa juga ada di rumah sakit itu. Bukan hanya itu, Esy dan Eza juga ada di luar kamar Lia. Sedang kan putra Esy yang di beri nama Gilang Dinata Wiroko di tinggal kan sama dua mama di rumah.


Esy lebih bebas sih sejak melahir kan, karna putra nya lebih sering mama yang merawat. Bukan mama Esy, tapi mama tiri Eza. Yaitu mama Windi, karna mama Windi sendirian di rumah. Akhir nya Esy dan Eza tinggal bersama mama Windi di rumah mama Windi.


Dan Esy bebas berduaan bersama suami nya. Seperti saat ini, mereka ada di rumah sakit menunggu kelahiran anak pertama Arka dan Lia.


Mereka penasaran apa jenis kelamin anak itu, dan juga penuh rasa cemas dalam hati masing-masing.


Tak lama, terdengar tangisan dalam kamar yang mereka tatap dengan hati cemas itu.


Suara tangisan bayi membuat mereka melepas kan nafas lega, walau tidak semua nya.


Tak lama, dokter membuka kan pintu kamar itu. Mereka menyambut dengan beberapa pertanyaa.


"Bagai mana dokter, di mana Lia. Apa baik-baik saja." kata mama Lia.


"Iya dok, Lia bagai mana keadaan nya." kata Esy.


"Alhamdulillah, ibu dan anak nya baik-baik saja." kata dokter.


Semua nya melepas kan nafas lega dan merasa tenang. Tak lama, suster keluar dari kamar itu sambil membawa seorang bayi. Di susul Lia yang akan di pindah kan kedalam kamar rawat.


"E... Sus, apa jenis kelamin nya." kata Esy.

__ADS_1


"Perempuan mbak." kata suster itu.


"Perempuan Eza." kata Esy bahagia.


"Kamu bahagia banget tahu anak Lia perempuan." kata Eza.


"Iya, Esy kok kamu yang bahagia." kata mama Arka.


"Gak papa tante, anak ku kan udah laki-laki. Jadi anak Lia perempuan deh." kata Esy dengan senang nya.


"Jangan bilang mau kamu jodoh kan ya Esy, aku gak setuju lho." kata Eza.


"Kenapa ngak, kan bisa lebih mendekat kan lagi hubungan kalian." kata mama Arka.


"Iya, papa juga setuju kok." kata papa Arka.


"Kami akan ikut saja mana yang terbaik, hanya saja tanya kan pada Lia dan Arka." kata mama Lia.


Mereka pun sepakat, dan berjalan mendekati kamar Lia. Di sana Arka sedang berdiri, ia di suruh menunggu bayi nya.


"Selama ya Ka, kamu jadi papa sekarang." kata Eza sambil merangkul Arka.


Arka terlihat sangat bahagia, urat cemas nya sudah hilang sekarang. Ia senyum mendapat kata selamat dari sahabat nya.


Terlihat bahagia sekali di sana, mereka masuk kedalam kamar bersama. Melihat Lia yang masih lemah, disusul Arka bersama suster dan bayi mereka.

__ADS_1


Lia menggendong bayi nya, dengan penuh haru dan di iringi air mata bahagia. Esy pun terlihat terharu, ketika melihat Lia.


.....


Esy dan Lia ternyata sepakat untuk menjodoh kan anak mereka. Ternyata Arka menyambut perjodohan itu dengan sangat senang.


"Ternyata, hanya aku yang tidak setuju rupa nya ya. Dengan rencana perjodohan ini, tapi aku ikut saja lah." kata Eza.


"Angel akan menjadi pengganti aku untuk Intan adik mu Eza. Aku dan Intan kan teman baik, dan sekarang biar lah Gilang dan Angel yang akan bersatu." kata Arka.


"Aku setuju untuk masalah itu, tapi jangan bilang karna rasa bersalah mu pada adik ku sehingga kamu ingin menjodoh kan anak mu dengan anak ku." kata Eza.


"Tidak, aku hanya ingin kita mengikat persahabatan kita. Juga karna, aku tidak bisa bersama dengan Intan lagi." kata Arka.


Eza akhir nya setuju dengan kesepakatan ingin menjodoh kan anak mereka nanti saat sama-sama dewasa.


Anak Arka dan Lia yang di beri nama Angella itu pun sepakat mereka jodoh kan. Padahal baru saja lahir anak itu. Sudah di jodoh kan dengan anak Esy dan Eza.


......


Seminggu kemudian, Lia sudah pulang kerumah. Tapi saat itu juga, Esy dan Eza memberi kabar yang mengejut kan pada mereka.


Esy dan Eza harus pindah keluar negeri bersama mama Windi. Karna ada alasan tertentu, Esy dan Eza harus pergi hari itu juga.


Kata nya, mereka akan menetap di sana. Dan belum tahu kapan akan pulang kembali ketanah air. Tapi, mereka berjanji akan pulang. Meski pun mungkin akan memakan waktu belasan tahun.

__ADS_1


Arka dan Lia tidak bisa banyak bicara, karna bagai mana pun mereka hanya lah teman. Dan tidak bisa melarang, jika ada hal yang mengharus kan teman mereka pergi.


Akhir nya, Esy dan Eza berang kan bersama anak dan mama tiri Eza. Mereka pamit pada semua nya, Arka mengantar kan mereka sampai bandara. Sedang kan Lia tidak bisa ikut, karna kondisi nya tidak memungkin kan.


__ADS_2