
Saat Lia tahu Arka akan berulang tahun tak lama lagi. Lia berusaha membuat kan satu lukisan yang sangat spesial bagi Lia.
Ia akan menjadi kan lukisan itu sebagai kado untuk ulang tahun Arka. Karna Lia tahu, Arka sangat suka pada lukisan nya. Dan Lia juga tidak tahu mau memberi kan kado yang lain selain lukisan yang ia buat sendiri.
"Kamu bikin lukisan nya serius banget Lia, untuk siapa sih lukisan sebagus ini." kata papa Lia.
"Ini buat orang yang lagi ulang tahun nanti malam pa. Gimana pa, bagus gak lukisan Lia." kata Lia minta pendapat papa nya.
"Kan papa udah bilang bagus Lia, bahkan sangat bagus malahan. Kamu jarang lho bikin lukisan wajah mu Lia." kata papa.
Memang benar, Lia sangat jarang bikin lukisan wajah nya. Pertama ia bikin untuk mama nya, mama minta bikin lukisan wajah Lia saat ulang tahun mama.
"Iya pa, ini kan untuk orang yang sedang ulang tahun. Lia gak tahu mau kasih kado nya apa, jadi Lia bikin lukisan wajah Lia aja deh." kata Lia.
"Pasti orang nya sangat spesial kan Lia, maka nya kamu bikin lukisan wajah kamu." kata papa.
Lia tidak menjawab, hanya tersenyum sebagai tanda ia menjawab iya pada papa nya.
Tak lama, lukisan itu pun selesai dengan sempurna nya. Lukisan wajah Lia yang senyum manis dan sangat cantik.
"Lia, ada yang mengantar kan paket untuk mu." kata mama sambil membawa sebuat kotak.
__ADS_1
"Paket apa sih ma, Lia gak pesan apa-apa lho." kata Lia bingung.
"Mana mama tahu Lia, kata nya ini paket untuk kamu."kata mama.
Lia menerima paket yang mama bawa kan. Dalam hati ia bertanya, apa isi paket ini. Dan siapa yang mengirim kan nya. Lia membuka paket itu dengan hati-hati.
Saat kotak terbuka, Lia melihat isi nya adalah sebuah gaun yang cantik. Lengkap dengan asesoris dan sepatu nya.
"Apa isi nya Lia?" tanya mama penasaran.
"Gaun siap pakai ma, semua nya lengkap." kata Lia.
Benar saja, Lia menemu kan selembar kertas. Di sana ada alamat dan pesan singkat yang tertulis jelas. Pesan itu berbunyi, Lia ini aku kirim kan sepasang gaun dan semua perlengkapan pesta mu. Aku juga menulis kan alamat rumah Arka. Kamu tinggal pergi saja, jam sembilan nanti kamu harus sudah sampai ya Lia. Kata pesan singkat itu.
Dari pesan singkat itu, Lia tahu siapa pengirim semua barang ini. Tak lain adalah Intan yang mengirim kan semua nya.
"Dari siapa Lia?" tanya mama setelah Lia siap membaca kan pesan singkat itu.
"Dari teman Lia ma, teman yang akan mengada kan ulang tahun nanti malam."kata Lia.
"Teman nya cowok apa cewek Lia." kata mama.
__ADS_1
"Jangan banyak tanya ma, gak boleh banyak bicara kan." kata papa menjawab.
Lia tersenyum mendengar apa yang papa kata kan. Papa memang gitu jika mama banyak tanya.
"Teman yang ngirim ini cewek ma, tapi yang ulang tahun nanti malam itu cowok." kata Lia menjelas kan.
"Pantasan kamu terlihat sangat senang Lia, sudah mama duga pasti cowok." kata mama.
"Mama nih bisa aja, emang terlihat di wajah Lia apa, siapa yang akan ulang tahun." kata Lia.
"Terlihat jelas dong Lia, jika bukan cowok kan gak mungkin kamu bikin lukisan wajah kamu kan." kata mama.
"Yah,,, ternyata itu yang jadi pertimbangan mama rupa nya." kata Lia.
"Udah Lia, lebih baik kamu siap-siap gih. Nanti kan gak terlalu buru-buru saat mau berangkat." kata papa.
"Kan masih lama pa, ini masih sore lho. Masa siap-siap sekarang."kata Lia.
"Ya kan biar gak terlalu buru-buru Lia." kata papa.
Lia pun mendengar kan apa yang papa nya kata kan. Ia pamit pada papa mama nya untuk masuk kekamar dan mencoba gaun yang di kirim oleh Intan.
__ADS_1