Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
31


__ADS_3

Intan sampai di rumah sakit, ia pun langsung menuju kamar rawar nya Arka. Di sana ada mama yang sedang duduk di samping anak nya.


"Intan, kamu kok kesini nak. Gak kuliah kamu ya." kata mama saat melihat Intan.


"Gak tante, aku baru dari kampus sih sebenar nya. Tapi malas berada di kampus, maka nya aku kesini aja." kata Intan.


"Apa semua ini karna aku Intan. Semua nya pasti membicara kan kita kan." kata Arka.


"Tidak, kamu jangan pikir kan masalah itu. Seiring berjalan nya waktu, mereka juga akan capek sendiri kok." kata Intan.


"Maaf kan aku Intan, aku bikin kamu jadi bahan pembicaraan orang. Dan aku bikin kamu dalam masalah besar yang memalu kan." kata Arka.


"Tidak ada yang perlu kamu pikir kan Arka, aku tidak merasa itu masalah buat ku." kata Intan berbohong. Padahal ia sangat merasa terganggu karna kejadian itu.


"Apa kah kamu bertemu Lia di kampus Intan." kata Arka.


"Tidak, aku tidak bertemu Lia di kampus tadi. Karna Lia hari ini tidak masuk kuliah." kata Intan.


"Tidak masuk kuliah?" kata Arka.

__ADS_1


"Tak biasa nya Lia tak masuk kuliah, apa ini semua juga karna aku." kata Arka lagi.


"Sudah lah, jangan banyak pikiran. Kamu hanya perlu memikir kan masalah kesehatan kamu." kata Intan.


Mama yang dari tadi menjadi pendengar merasa penasaran dengan apa yang Intan dan Arka bicara kan.


Mama pun menarik Intan keluar dari kamar Arka. Di depan pintu itu, mama bertanya sebenar nya apa yang terjadi.


"Tidak ada yang terjadi tante, hanya saja masalah bohong kecil pada Lia." kata Intan.


"Bohong apa sih Intan, tante gak ngerti sama yang kamu bicara kan." kata mama.


"Nanti Intan jelas kan tante ya. Sekarang belum bisa, karna Intan harus pulang ada yang ingin Intan kerja kan." kata Intan.


Sebenar nya papa sudah dapat kabar masalah Ark dengan Intan. Hanya saja, papa tidak ingin membahas nya. Karna ia tahu, jika Arka sebenar nya berbohong.


Mana ada mereka menunag kan Arka dan Intan. Sudah jelas lah berita itu adalah berita bohong.


...

__ADS_1


Intan pulang kerumah nya, di depan pintu mama sudah menunggu nya dengan wajah yang sangat marah dan kesal sekali.


"Intan, mama ingin bicara sama kamu. Cepat kamu masuk kedalam." kata mama Intan.


Intan tidak bicara apa pun, ia hanya mengikuti apa yang mama kata kan. Karna ia tahu apa yang akan mama bicara kan pada nya.


Mama dan Intan menuju ruanga keluarga, mama menyuruh Intan duduk di sofa.


"Intan, jelas kan sama mama. Apa kah kebohongan yang telah beredar di kampus mu saat ini." kata mama langsung pada pokok masalah.


"Kebohongan apa ma, Intan tak mengerti." kata Intan pura-pura.


"Jangan pura-pura bodoh Intan, jelas-jelas kamu tahu kan apa yang mama bicara kan. Dan jelas-jelas juga mama tidak menunang kan kamu dengan Arka. Kebohongan macam apa yang kalian buat ini Intan." kata mama emosi.


"Ini masalah Intan dan Arka ma, Intan bisa selesai kan masalah ini sendiri. Mama gak perlu cemas dengan Intan." kata Intan.


"Intan.... " kata mama dengan nada tinggi.


"Kamu itu anak mama satu-satu nya, kenapa kamu bersikap bodoh begitu. Mengakui sesuatu yang tidak terjadi. Mengorban kan harga diri yang seharus nya kamu jaga. Itu kan hal yang tidak terjadi, aib yang tidak pernah terjadi tahu gak." kata mama marah.

__ADS_1


"Mama tidak akan mengerti jika aku jelas kan. Mama dan aku punya pandangan yang berbeda ma. Maaf kan aku jika buat mama kecewa, tapi aku dan mama tidak sama." kata Intan.


Setelah bicara seperti itu, Intan meninggal kan mama nya di ruang keluarga. Mama tidak bisa bicara apa-apa lagi. Mama tidak habis pikir dengan apa yang ada dalam otak Intan anak nya.


__ADS_2