Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
53


__ADS_3

Sudah waktu nya Arka pulang kerumah nya. Karna konsisi nya sudah membaik saat ini, dan dokter mengata kan jika Arka sudah boleh pulang sekarang.


"Lia, maaf kan aku sudah membuat kamu menunggu terlalu lama." kata Arka.


"Aku gak masalah Arka, selama apa pun aku nunggu kamu. Aku tetap setia menunggu kamu." kata Lia.


"Oh ya Lia, aku penasaran dengan Intan. Di mana Intan sekarang, dan kenapa dia tidak terlihat selama dua hari aku sadar. Intan belum juga menunjuk kan batang hidung nya." kata Arka.


"Intan.... " kata Lia.


Ada rasa yang tidak enak di dalam hati Lia, saat ingin mengata kan di Intan di mana. Ada rasa takut di hati Lia. Takut jika Arka sedih dan tidak terima dengan apa yang Intan laku kan untuk hidup Arka.


Selama dua hari ini Arka sadar, Arka tidak ada menanya kan Intan. Tapi saat hanya bersama Lia dan ingin pulang. Arka malah ingat dengan Intan yang tidak ada di sana.


"Lia sayang, apa yang yang sedang kamu pikir kan." kata Arka mengaget kan Lia.


"Tidak, aku hanya ingat pada sesuatu Arka." kata Lia.


"Apa yang kamu ingat kan, ingat apa yang Eza kata kan ya." kata Arka.

__ADS_1


Dalam pemikiran nya yang tidak karuan, Lia bingung mau jawab apa. Karna, di satu sisi Lia ingin menutupi apa yang Intan laku kan pada Arka. Tapi, di sisi lain dalam hati Lia. Lia ingin Arka tahu apa yang telah Intan laku kan untuk hidup Arka dan pengorbanan Intan agar Arka hidup itu wajib Arka ketahui.


"Arka, aku ingin bilang satu hal pada mu. Tapi kamu harus kuat kan hati kamu ya." kata Lia.


"Mau kata kan apa sih Lia, kamu pakai bicara harus kuat kan hati dan pikiran segala lagi." kata Arka sambil senyum.


Belum juga Lia mengata kan apa yang ingin dia kata kan. Mama dan papa masuk kedalam kamar Arka, dan mengata kan jika mobil sudah siapa dan mereka mau pulang sekarang.


Apa yang ingin Lia kata kan jadu terhenti oleh mama dan papa Arka yang masuk tiba-tiba.


"Lia, mobil untuk kamu pulang juga sudah tante siap kan. Kamu bisa istirahat dulu sekarang." kata mama.


"Tapi, kalau kuliah kan gak jadi masalah pa. Bukan kah kampus itu dalam naungan papa kan." kata Arka.


"Dalam naungan papa?" kata Lia tak mengerti.


"Iya Lia, kampus yang kalian kuliah itu dalam naungan papa nya Arka. Kamu memang tidak perlu cemas masalah apa pun." kata mama yang jawab.


Lia kaget, karna ia baru tahu jika kampus tempat mereka kuliah dalam naungan keluarga Arka.

__ADS_1


"Jangan kaget seperti itu Lia, kamu bisa lupa kan apa yang kami kata kan baruan. Jangan pikir kan apa pun ya." kata papa Arka.


Lia tidak menjawab apa yang papa Arka kata kan. Karna selama ini, Lia tidak tahu jika Arka adalah anak orang kaya yang terkenal itu. Tapi, kenapa tidak ada yang tahu tentang Arka.


"Jangan pikir kan masalah keluarga ku sayang. Aku tidak ingin jadi orang yang di kenal karna orang tua ku." kata Arka.


"Ya, karna itu lah Arka tidak di kenal di kalangan orang luar Lia. Kami juga sama, tidak ingin terkenal di luar. Hanya orang yang dekat saja yang tahu siapa kami." kata papa.


Lia masih saja diam, pikiran nya berjalan jauh memikir kan satu hal. Ia terpikir bahwa, Arka dan dia jauh berbeda. Arka orang kaya sedang kan dia orang biasa saja.


Mama mengerti apa yang Lia pikir kan. Sisi kaget dan cemas itu terlukis jelas di wajah Lia.


"Jangan pikir kan yang macam-macam Lia, kamu adalah gadis baik. Kami tidak pernah melihat orang dari harta yang orang itu punya. Kami tahu kamu anak baik, dan Arka sangat cinta sama kamu nak." kata mama.


"Iya Lia sayang ku, kamu harus ingat dan tunggu di rumah. Dalam dua tiga hari ini akan ada lamaran besar mampir kerumah mu." kata Arka.


"Lho, cuma mampir Arka. Bagai mana bisa dapat bawa pulang anak irang jika hanya mampir saja." kata mama.


Candaan mama dan Arka bisa bikin Lia bahagia dan tersenyum bahagia. Lia menyingkir kan pikiran yang tidak benar dalam pikiran nya. Sekarang ia tahu, jika mama dan papa Arka, ternyata merestui hubungan Arka dan dia.

__ADS_1


__ADS_2