
Saat ini, Arka dan Lia sedang berada di rumah sakit. Arka ngotot ingin Lia memeriksa kan kedokter, apa kah Lia benar hamil atau tidak.
Ternyata, hasil nya tidak lah mengecewa kan. Lia benar-benar hamil, dokter bilang kandungan nya baru beberapa minggu.
Arka sangat bahagia dengan apa yang dokter kata kan. Nampak jelas bahagia dan kehati-hatian yang Arka tunjuk kan pada Lia.
"Kamu gak boleh kuliah lagi ya sayang." kata Arka pada Lia saat mereka sudah ada dalam mobil.
"Lho, kok gak boleh kuliah sih Ka. Bukan nya masih gak masalah jika aku kuliah kan." kata Lia protes.
"Udah, kamu di rumah saja ya. Jangan banyak protes, ikuti saja apa yang suami mu kata kan." kata Arka.
Lia tidak bisa membantah lagi, karna apa yang Arka kata kan adalah perintah yang tidak bisa Lia ubah.
.....
Seiring berjalan nya waktu, kandungan Lia pun semakim membesar. Sedang kan Esy, tadi pagi Eza kabar kan pada Arka. Jika Esy sudah sukses melahir kan dengan selamat dan tidak ada kendala sama sekali.
Esy di lari kan tadi malam kerumah sakit, sedang kan Lia tidak Arka izin kan keluar rumah saat malam. Karna Arka bilang takut kenapa-napa.
__ADS_1
Sejak istri nya hamil hingga 8 bulan saat ini. Arka jadi kayak emak-emak yang selalu ngomel. Bukan hanya ngomel, ia akan mengatur segala nya untuk Lia. Mulai dari makan, sampai Lia tidak boleh keluar jika bukan dengan dia. Jalan sama mama juga gak boleh kalo dia gak ikut.
Saat ini, ia rela gak masuk kuliah hanya karna Lia ngotot ingin kerumah sakit pagi ini juga. Hasil nya, Lia ngambek dan tidak mau bicara.
Terpaksa, Arka tinggal kan kuliah nya dan pergi bersama Lia kerumah sakit. Mereka sudah sampai di rumah sakit saat ini.
"Udah dong sayang, jangan ngambek lagi ya. Ini kan kita udah sampai di rumah sakit lho." kata Arka mujuk istri nya.
Lia masih marah, karna Arka tidak mengizin kan diri nya pergi tadi malam. Padahal ia sangat ingin melihat dan menemani Esy di rumah sakit.
"Sayang, kita kan udah sampai nih. Kamu jangan marah lagi ya, kamu kan akan lihat Esy sekarang. Yang tadi malam itu kan aku sudah minta maaf sayang." kata Arka.
"Kamu jahat sama aku, masa gak bolihin kesini tadi malam." kata Lia.
Mereka sengaja tidak mau melihat anak mereka. Jenis kelamin nya apa, sengaja mereka rahasia kan. Karan tidak akan menjadi kejutan jika tahu anak yang lahir nanti seperti apa.
"Mikir apa sih sayang, kamu kok malah bengong sih. Gak ikhlas ya nemani aku kesini." kata Lia.
"Ya ampun sayang, aky ikhlas kok. Jangan gitu lah ya, jangan ngambek lagi." kata Arka.
__ADS_1
Mereka pun sampai di depan kamar Esy, pintu di buka Arka. Dan segera Lia berjalan kearah Esy yang sedang terbaring.
"Sayang, pelan-pelan dong, kamu gak ingat lagi berbadan dua tuh." kata Arka cemas.
Lia menatap dengan mata tajam nya, ia tidak ingin Arka terlalu cemas pada nya. Apa lagi di depan orang.
"Esy, gimana kabar kamu. Baik-baik aja kan sekarang." kata Lia.
"Iya Lia, aku baik-baik saja. Dan lihat lah, anak ku tampan bukan." kata Esy.
Lia melihat di samping Esy, di sana terbaring seorang malaikat kecil yang tertidur lelap.
"Tampan sekali Esy, anak kalian ini. Tapi kayak bukan wajah Eza ya." kata Lia.
"Enak aja lho ya, anak aku ini. Yah jelas mirip aku lah, terus mirip siapa lagi." kata Eza tak terima.
"Yeeee... Aku gak bilang ini bayi bukan anak kamu. Aku kan bilang cuma gak mirip sama kamu." kata Lia.
Lia jadi ngesalin sejak ia hamil, kata-kata nya main lepas saja tidak mikir lagi.
__ADS_1
"Ka, kamu kok kuat banget ya. Lia kayak buka. Lia lho sejak hamil kan. Bukan nya Lia itu manis sebelum hamil." kata Eza bisik sama Arka.
"Diam kamu Za, istri ku itu yang kamu bicara kan." kata Arka.