
Hari ini, laporan kesehatan Arka keluar. Bukan hanya Intan yang menemani Arka di rumah sakit, mama dan papa juga ada di sana.
Dokter ingin bicara pada mama dan papa Arka, tapu Arka bersikeras ingin tahu apa isi laporan kesehatan itu. Jadi nya, dokter pun membaca kan hasil nya di depan Arka karna paksaan Arka.
"Bapak, ibuk dan Arka... Saya tidak mau menyembunyi kan apa pun pada kalian semua. Karna sepahit apa pun, saya akan tetap sampai kan." kata dokter itu dengan wajah yang tidak enak.
Mama dan papa menyiap kan hati mereka untuk mendengar kan hasil dari laporan kesehatan Arka.
"Penyakit yang Arka derita semakin parah. Para ahli medis hanya bisa melaku kan yang terbaik, tapi yang maha kuasa lah yang bisa menentu kan." kata dokter.
"Kata kan saja dokter, aku sudah siap mendengar kan segala nya. Berapa lama lagi aku bisa hidup. Jangan sembunyi kan apa pun." kata Arka.
"Maaf kan kami, jika prediksi dari kami. Arka hanya mampu bertahan selama tiga bulan saja." kata dokter.
Seketika mama merasa lemas, bagai di sambar petir di siang hari. Rasa nya semua tak sangup untuk menerima apa yang dokter kata kan. Intan tanpa terasa mencurah kan air mata nya sambil menutup mulut nya.
__ADS_1
"Itu adalah prediksi kami, kalian tidak boleh patah semangat." kata dokter.
Mama yang tidak bisa menerima apa yang dokter kata kan. Langsung terkulai lemah, tak sadar kan diri di sana. Semua di buat panik dengan kondisi mama Arka.
"Tante... " kata Intan.
"Ayo cepat, baring kan di sofa saja dulu." kata dokter itu.
Prediksi dokter membuat semua nya tenggelam dalam kesedihan. Mama yang baru saja sadar dari pingsan karna syok nya ini. Langsung memeluk Arka dengan air mata nya tumpah dengan deras nya.
Arka tidak menjawab apa pun, ia terlihat sangat sedih dan tidak berdaya. Ia tidak mau meninggal kan semua orang yang ia sayangi.
Dalam benak nya juga terlintas wajah Lia, senyuman Lia, dan saat-saat bersama Lia. Bagai mana Lia jika tinggal kan nanti. Apa kah gadis itu akan sedih saat ia tiada.
"Intan, bisa kah kamu membantu ku." kata Arka saat mereka sudah ada di kamar Arka.
__ADS_1
"Bantuan apa yang ingin kamu minta dari ku Arka. Kata kan saja, apa pun itu aku siap membantu mu." kata Intan.
"Aku ingin kamu jadi tunangan ku di depan Lia, kata kan pada Lia saat kita di kampus nanti. Jika kamu dan aku telah di tunang kan karna kamu dan aku telah tidur bersama." kata Arka.
Intan kaget dengan apa yang Arka minta pada nya. Bagai mana bisa itu yang Arka ingin kan, kenapa Arka bisa berencana seperti ini.
"Arka, kamu kok minta bantuan yang ngak-ngak sih sama aku. Jangan bercanda deh sama aku." kata Intan.
"Aku serius Intan, lebih baik Lia benci pada ku saat ini. Dari pada Lia sedih saat aku gak ada nanti." kata Arka.
"Laku kan apa yang aku minta Intan, karna aku tidak banyak waktu lagi kan. Aku mohon turuti saja kemauan ku, kamu kan tahu bagai mana hidup ku." kata Arka.
"Cukup Arka, kamu tidak perlu mengingat kan aku akan hidup mu. Aku akan laku kan apa yang kamu minta." kata Intan.
"Kamu adalah sahabat baik ku Intan. Terima kasih banyak." kata Arka.
__ADS_1