Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
54


__ADS_3

Arka sekarang sudah ada di kamar nya, ia masih bingun kemana sahabat nya saat ini. Kenapa tidak ada kabar nya sama sekali.


Saat mama masuk kedalam kamar nya sambil membawa kan sangkuk bubur hangat. Arka pun menanya kan di mana Intan selama ini. Kenapa tidak ada kabar nya sama sekali.


Saat pertanyaan itu menyentuh telinga mama, wajah mama terlihat sedih dan serba salah.


"Ada apa sih ma, saat aku tanya masalah Intan. Wajah kalian jadi gak enak di lihat semua nya." kata Arka.


"Apa terjadi sesuatu pada Intan saat aku koma. Kata kan saja yang sebenar nya ma, agar aku tidak banyak pikiran yang macam-macm." kata Arka.


Mama terlihat bingung, dan tidak tahu apa kah harus jujur atau bohong. Karna Arka akan tahu juga cepat atau lambat. Lagian, Arka harus tahu siapa yang telah mendonor kan jantung untuk Arka. Sehingga Arka mampu bertahan hidup dan sembuh sekarang.


"Kata kan saja ma, apa yang telah terjadi. Agar Arka tidak bingung." kata papa yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Arka.


Mama menjawab dengan anggukan kepala, mama merasa mantap untuk menjawab dengan kebenaran.

__ADS_1


"Apa sih yang terjadi sama Intan. Kenapa susah banget mau mengata kan di mana anak itu." kata Arka.


"Arka, kamu jangan kaget ya nak. Kamu harus kuat dengan apa yang mama kata kan." kata mama.


"Kata kan saja ma, Lia juga ingin mengata kan sesuatu pada ku. Tapi bilang harus kuat juga, dan akhir nya gak jadi bilang apa pun." kata Arka.


"Baik lah, mama akan kata kan apa yang terjadi." kata mama.


Mama pun mencerita kan apa yang terjadi pada Intan. Arka terlihat sangat kaget dengan apa yang mama kata kan.


"Arka, mama kan sudah bilang apa yang sebenar nya. Mama juga minta kamu kuat kan nak." kata mama.


Arka menagis di pelukan mama nya, ia tidak percaya dengan apa yang mama kata kan. Apa lagi saat mama bilang, jantung yang Arka miliki sekarang adalah jantung Intan.


Itu tambah membuat Arka sangat sedih dan makin kuat sedih nya lagi. Ia tidak percaya Intan bisa meninggal kan nya secepat itu.

__ADS_1


"Itu lah yang terjadi dengan Intan Arka, kamu harus bisa menerima apa yang telah menjadi suratan. Dan jantung yang kamu miliki adalah milik Intan. Intan ingin kamu sehat dan hidup bahagia. Mengejar cita-cita yang kamu miliki. Dan Intan ingin kamu bahagia, mencapai mimpi mu selama ini." kata mama.


"Tapi bukan ini cara nya ma, bukan dengan korban kan nyawa untuk aku kan. Aku tidak bisa terima ini." kata Arka.


"Mau bagai mana pun, Intan itu meninggal karna kecelakaan Arka. Bukan karna kamu yang minta Intan bunuh diri kan." kata mama.


"Jangan sesali apa yang telah jadi suratan Arka. Apa kamu ingat, kamu punya Lia yang sudah setia menemani mu selama ini. Dan Intan juga masih hidup bersama kamu kan." kata papa.


"Iya nak, jangan lupa kan itu. Apa yang Intan laku kan adalah takdir. Dan Intan sudah memilih itu semua, juga takdir telah mendukung apa yang Intan laku kan." kata mama.


"Kamu harus ingat Arka, Lia setia menemani mu saat-saat sulit mu. Dan Intan juga ingin kan kamu dan Lia bersama bukan. Satu hal lagi yang harus kamu ingat. Lusa adalah hari lamaran Eza pada Esy. Apa kah kamu tidak ingin ikut bikin lamaran untuk Lia." kata papa.


Iya, Arka ingat bagai mana Lia bersama nya. Lia rela mendahulu kan Arka dari pada kuliah nya. Intan juga merestui jika Lia dan Arka bersama.


Arka bangun dari pelukan mama nya. Arka menatap mama dan papa nya, ada rasa bahagia yang perlahan muncul dalam hati Arka. Tapi, rasa bahagia itu muncul tidak menutupi rasa sedih karna kehilangan sahabat nya.

__ADS_1


__ADS_2