Pangeran Lemah Ku

Pangeran Lemah Ku
34


__ADS_3

Lia menatap Arka dengan perasaan yang tidak bisa di gambar kan.


"Kenapa kamu tidak ingin aku tahu penyakit mu Arka. Apa kah aku tidak penting bagi mu." kata Lia.


"Bukan Lia, bukan itu maksud ku. Aku tidak ingin kamu menyesak kenal dengan ku. Karna aku lelaki lemah yang tidak bisa apa-apa." kata Arka sedih.


"Tidak, kamu tidak lemah Arka. Tidak ada yang aku sesali bertemu dengan mu. Bahkan aku bahagia bisa bertemu dengan kamu, kamu adalah lelaki yang kuat. Kamu mampu menahan rasa sakit dan menyembunyi kan nya." kata Lia.


"Kalian butuh waktu untuk bicara kan. Aku akan keluar sebentar menemani tante makan." kata Intan.


"Terima kasih Intan, kamu telah mengata kan hal yang sangat penting. Jika aku tidak tahu sekarang, mungkin akan jadi penyesalan yang tiada akhir nya nanti." kata Lia.


"Tidak ada yang perlu kamu ucap kan terima kasih. Aku hanya melaku kan tugas ku sebagai teman baik Arka." kata Intan.

__ADS_1


"Intan, kamu adalah teman baik aku untuk selama nya. Aku juga mengucap kan terima kasih pada mu. Karna kamu, Lia jadi tahu kondisi aku." kata Arka.


"Maka nya, jadi cowok harus berani ambil keputusan. Ambil resiko menghadapai masalah, bukan malah sembunyi dari masalah." kata Intan dengan senyum di wajah nya.


"Kamu sangat benar Intan, aku yang salah. Malah terus menutupi masalah karna takut membuat orang terluka, padahal aku dengan sengaja menimbul kan luka." kata Arka.


"Sudah lah, mulai sekarang kamu harus berani ambil masalah. Berjuang lah, kamu pasti akan baik-baik saja." kata Intan.


"Aku harus pergi dulu ya, kalian berdua saja lah dulu. Sebelum tante datang, aku harus mrmencegah nya dahulu." kata Intan sambil berjalan keluar dari kamar.


Tapi lain hal nya dengan Intan, Intan malah menagis di balik pintu kamar rawat Arka. Ia hanya mencoba tegar di depan teman nya. Ia sangat terluka saat melihat Arka dan Lia bersama.


Rasa nya sangat sakit, aku sakit sekali. Aku sudah mencoba dengan cara apa pun agar aku tidak merasa sakit hati saat Arka dan Lia bahagai. Tapi rasa nya, teramat sakit. Kata Intan dalam hati.

__ADS_1


Arka, aku akan membuat kamu bahagia dan mendapat kan apa yang menjadi impian mu selama ini. Kata Intan dalam hati nya, ia menyapu air mata yang jatuh di pipi nya.


Intan memang sangat cinta pada Arka, tapi rasa cinta itu ternyata tidak sama dengan rasa ingin memiliki. Intan cinta pada Arka, tapi sayang nya Arka tidak pernah mencintai Intan.


Dulu nya, Intan pernah menyata kan cinta nya pada Arka. Namun sayang nya Arka bilang, jika Intan hanya lah teman baik nya. Sampai kapan pun, rasa teman itu tidak akan berubah menjadi cinta.


Intan pun menerima keputusan Arka dengan berat hati. Ia hanya di anggap sebagai teman saja. Tapi Intan tak pernah marah pada penolakan yang Arka berikan pada nya. Walau pun penolakan itu secara terang-terangan.


Intan tidak menyalah kan Arka atas rasa cinta nya yang bertepuk sebelah tangan. Cinta nya tidak terbalas, maka berteman baik juga solusi agar selalu bersama.


Sampai Arka dan Intan sama-sama kuliah pun, Intan tetap menunjuk kan rasa cinta nya pada Arka. Tapi, apa yang Arka kata kan dahulu ternyata benar ada nya. Rasa di hati nya tidak lah berubah. Arka tetap menjadi kan nya sebagai teman.


......

__ADS_1


Intan berusaha melupa kan masa lalu nya bersama Arka, saat kaki nya menginjak restoran yang tak jauh dari rumah sakit. Mama Arka makan di dalam sana.


Intan melihat sekeliling tempat duduk, mata nya mencari mama Arka.


__ADS_2