
Hari ini Arka berangkat kulaih nya sendirian, karna Lia sedang tidak enak badan. Kata nya karna kehujanan semalam bikin ia serasa seperti masuk angin saja.
Sudah tiga bulan berlalu, kandungan Esy sudah 4 bulan sekarang. Dan Esy sudah tidak kuliah lagi saat ini. Eza melarang Esy untuk banyak bekerja. Atau beraktifitas di luar rumah, karna takut ada apa-apa dengan ibu muda itu.
Saat Arka datang kekampus sendiri, itu membuat Eza bingung dengan keberadaan Lia.
"Di mana Lia Ka, kok gak kuliah hari ini." kata Eza.
"Lia gak kuliah, kata nya kayak masuk angin rasa nya." kata Arka.
"Jangan-jangan hamil lagi Ka, istri mu itu." kata Eza sambil senyum dan bicara sembarangan.
"Aku rasa ngak deh, soal nya kan Lia semalam habis kehujanan." kata Arka.
"Yah kamu mana tahu kan, coba aja di cek dulu Ka. Mana tahu kan hasil nya benar, sama kayak Esy dulu juga gitu." kata Eza.
"Alah yang udah mau jadi papa, paham banget kayak nya." kata Arka.
"Iya dong, aku kan udah mau punya tuh. Masa kamu yang duluan belum kan." kata Eza.
Arka hanya senyum menjawab apa yang Eza kata kan. Karna, dalam hati nya merasa menyesal dengan apa yang telah ia laku kan kemarin. Jika saja, ia tidak menangguh mungkin sekarang yang hamil itu Lia duluan, bukan Esy yang duluan.
Arka juga berharap, apa yang Eza kata kan itu benar. Jika Lia hamil sekarang, maka ia akan sangat bahagia.
....
Arka buru-buru masuk kedalam, ia ingin tahu bagai mana keadaan Lia saat ini. Apa kah Lia masih sakit atau sudah baik-baik saja. Karna menurut kata Eza, jika Lia hamil maka saat ini Lia pasti masih sakit.
__ADS_1
"Lia..... " kata Arka sambil membuka kamar mereka.
Ternyata, Lia tidak ada di kamar nya, Arka kaget ketika tidak ada istri nya di kamar. Karna saat ingin kekampus tadi pagi, Lia masih baring di tempat tidur lagi.
Arka berjalan menuju dapur, di sana ada mama yang sedang membuat sesuatu.
"Ma, Lia di mana. Kok gak ada di kamar sih." kata Arka penasaran.
"Kamu kok cemas banget Ka, istri mu ada di taman." kata mama.
"Di taman ma?" kata Arka.
"Iya, di taman. Kenapa sih kamu itu, kayak orang yang berharap sesuatu tapi gak terkabul kan gitu lho." kata mama.
"Gak papa ma." kata Arka dengan lemah nya.
Mama hanya geleng-geleng kepala saja dengan tingkah anak nya. Datang buru-buru dan pergi kayak siput, lemah banget.
Saat Arka sampai di taman, dia melihat Lia yang sudah tidak sakit lagi. Lia dengan riang nya menikmati udara sore yang segar di taman samping rumah mereka.
"Lia, kamu udah baikan ya sayang." kata Arka.
"Eh, kamu Ka. Aku udah baikan kok, kamu gak perlu cemas. Aku kan udah bilang ini hanya masuk angin saja, dan akan sembuh setelah minum obat." kata Lia.
"Bagus deh kalo gitu, kamu jangan lama-lama di taman ya. Aku mau masuk duluan, capek banget soal nya." kata Arka.
Arka terlihat sangat lemah dan tak bersemangat. Lia melihat Arka dengan tatapan tak mengerti nya itu.
__ADS_1
"Kamu kok lemah banget sih Ka, ada yang sakit ya." kata Lia.
"Ngak kok sayang, ini hanya karna aku sangat capek aja." kata Arka.
"Oh, kamu capek istirahat aja lah dulu di kamar. Aku sebentar lagi masuk nya, nunggu mas Ujang pulang." kata Lia.
Mas Ujang adalah tukang kebuk di rumah Arka. Saat nama mas Ujang yang Lia sebut kan mata Arka meminta Lia menjelas kan.
"Ngapain kamu nunggu mas Ujang Lia?" kata Arka.
"Ada deh, kamu gak perlu tahu deh kayak nya. Ini rahasia aku dan mas Ujang. Kamu masuk aja deh sana, kata nya capek tadi." kata Lia.
Arka diam, apa yang istri nya rahasia kan dari nya. Karna selama ini kan tidaka ada yang Lia rahasia kam dari Arka.
Arka memutus kan untuk melihat Lia dari kamar nya saja. Karna dari sana bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di taman.
.....
Tak lama Arka sampai di kamar, Arka langsung menuju jendela kamar nya. Ternyata di sana sudah aa mas Ujang. Mas Ujang menyerah kan kantong berwarna hitam pada Lia.
Arka sangat penasaran dengan kantong hitam itu. Apa kah yang ada di dalam kantong itu. Tak lama, istri nya membuka isi kantong itu, mencium bau barang yang ada di dalam kantong itu dengan sangat menikmati bau barang tersebut.
Arka di buat semakin penasaran saja dengan tingakh Lia. Ia ingin sekali melihat, apa isi dari kantong yang Ujang beri kan pada istri nya.
Tapi sayang nya, Lia tidak mengeluar kan isi dari kantong hitam. Lia malah pergi meninggak kan taman sambil membawa kantong hitam di tangan nya.
Arka tidak bisa menahan rasa penasaran nya, ia ingin sekali mengetahui apa isi kantong itu. Maka nya, Arka putus kan untuk menanya kan pada mas Ujang saja.
__ADS_1